Umbar Janji Erji-MAJU, Tak ada yang Mau Sengsarakan Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
MA dan Mujiaman saat blusukan di kawasan Lidah Wetan, dekat Makam Raden Sawunggaling.
MA dan Mujiaman saat blusukan di kawasan Lidah Wetan, dekat Makam Raden Sawunggaling.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Usai pengundian nomor urut secara terbuka, kedua paslon Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, sama-sama “blusukan politik” untuk mengadakan pidato politiknya di hadapan warga kota Surabaya.

Bila paslon nomor urut 1, Eri Cahyadi dan Armuji melakukan blusukan politik di kampung Wonokromo. Paslon nomor urut 2, Machfud Arifin dan Mujiaman, blusukan sambil berpidato politiknya di daerah Lidah Wetan, dekat Makam Raden Sawunggaling.

Mereka sama-sama, berbicara program dan janji-janjinya di hadapan warga Surabaya di wilayah tersebut. Lengkap atribut masing-masing pemenangan yang sudah diberi nomor urut sesuai penetapan KPU Kota Surabaya.

Paslon nomor urut 1, Eri-Armuji memaparkan visi Surabaya ke depan jika terpilih di hadapan warga Wonokromo, dengan topik “Kerja untuk Surabaya”.

Lokasi yang dipilih untuk pemaparan adalah salah satu perkampungan di Kecamatan Wonokromo. Tak jauh dari bantaran kali Sungai Brantas, di Pulo Tegalsari Wonokromo, Surabaya. Eri dan Armuji memilih lokasi ini untuk memaparkan visinya bukan tanpa alasan.

Acara tersebut juga digelar secara live streaming melalui akun resmi facebook @ericahyadiec dan instagram @ericahyadi_  pukul 15.00 WIB. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPC PDI Perjuangan, Adi Sutarwijono.

Calon Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam pidatonya menyatakan bahwa tujuan pada pilkada tahun ini adalah bukan hanya untuk kemenangan dan merebut kekuasan melainkan untuk kemasyarakatan umat dan kesejahteraan rakyat. ”Alhamdulillah niatan kita adalah karena lillahi taala,”ujarnya.

 

Bangun Warga Stren Kali

Eri menjelaskan, memilih tempat di pinggir stren kali, karena ia ingin agar tetap dekat dengan rakyat. “Saya dan Cak Armuji, selama ini selalu dekat dengan rakyat. Jadi, sebagaimana bu Risma, kawasan stren kali ini akan terus ditata, dipercantik dan diberdayakan,” ujarnya.

Menurutnya, bahwa paslon Eri-Armuji ingin warga di kampung bisa berdaya di bidang ekonomi, dengan sistem kewirausahaan. Sehingga mereka akan tetap menjadi raja di kotanya sendiri. “Jadi konsep untuk membantu warga kampung stren kali itu akan terintegrasi. Termasuk pelatihan kewirausahaan, fasilitasi permodalan, semuanya diintegrasikan sehingga derajat kehidupan warga semakin meningkat. Tujuanya untuk mensejahterahkan warga Surabaya,” kata Eri.

Eri juga mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan yang diusungnya adalah kebijakan yang nantinya pro terhadap wong cilik. Dimana program tersebut akan membuka lapangan kerja, menyelesaikan kemiskinan dan mengatasi anak yang putus sekolah.  Dengan harapan masyarakat juga ikut bergotong-royong menuju Surabaya kota kelas dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan.

 

Perjuangan UMKM

Mantan Kepala Bappeko ini mengatakan salah satunya adalah dengan cara menguatkan SDM dengan pelatihan UMKM-nya. Pada kesempatan itu Eri juga menjanjikan bahwa nantinya akan diberikan tempat pasar bagi para pelaku UMKM ”Percuma jika diberi pelatihan UMKM tapi tidak ada pasarnya. Saya dan pak Armuji juga sepakat bahwa nantinya jika ada rapat di pemerintah kota, mulai dari makan, minum dan kuenya, akan ambil dari UMKM Surabaya,” imbuh Eri.

Didalam blusukan politik ini, Eri berkali-kali meminta dukungan dari warga Surabaya agar ikut serta membuat Kota Surabaya jadi terbaik. ”Bapak dan ibu semua, jika ingin meningkatkan Kota Surabaya, semua ini kembali lagi tergantung dari masyarakatnya, ayo kita buat Kota Surabaya jadi kota yang ramah terhadap anak, keluarga, nyaman buat semua,” tutur Eri.

 

Mengabdi untuk Warga Surabaya

Sementara, paslon nomor urut 2, Machfud Arifin dan Mujiaman, menekankan akan berjanji menyejahterakan warga Surabaya. MA dan Mujiaman langsung blusukan politiknya di kawasan Lidah Wetan, dekat Makam Raden Sawunggaling.

"Saya sebenarnya tidak ada kepikiran mencalonkan sebagai wali kota. Saya purna dari kepolisian dan saya berpikir sudah saatnya istirahat. Tapi banyaknya dukungan dan dorongan maju pilwali, membuat saya berpikir ulang. Saya maju ini ya karena dukungan dari para tokoh dan warga Surabaya. Inilah yang disebut jalan pengabdian," ungkap Machfud Arifin, Kamis (24/9/2020). "Saya ingin mengabdi kepada masyarakat Surabaya. Mudah-mudahan pengabdian saya dan Pak Mujiaman bermanfaat bagi seluruh warga. Saya berkomitmen tanpa berhitung-hitung dalam berbuat kebaikan," tambahnya.

 

Pemkot Wajib Hadir

Pria asli Ketintang, Surabaya itu menyatakan jika di Surabaya masih banyak permasalahan atau persoalan. Seperti halnya surat ijo, tempat tinggal yang layak bagi warga hingga kesejahteraan. "Pemkot harus hadir saat warga membutuhkan. Kalau kami jadi wali kota, kami akan bekerja untuk menuntaskan persoalan Surabaya. Sudah saatnya Surabaya berdaulat di wilayah sendiri. Sudah saatnya warga Surabaya dapat tempat tinggal yang layak. Bukan jadi tamu, bukan jadi penumpang yang membayar tanah yang disewanya di kota kelahiran sendiri. Warga harus makmur, sejahtera dan bahagia," jelasnya.

Selain itu, kemiskinan juga masih menjadi persoalan mendasar. Masih banyak warga miskin, tempat tinggal tidak layak dan kumuh. "Semua berimajinasi, kota adalah tempat yang maju, nyaman berkeadilan. Faktanya warga miskin kota masih memenuhi kota di pinggiran dan bahkan ada yang di tengah kota. Banyak tempat tinggal mereka yang tidak layak, kumuh, sempit dan roboh," papar Machfud Arifin.

"Mirisnya lagi, saya melihat masih ada warga Surabaya yang masih tidur dan bertempat tinggal di kuburan, jalanan hingga kolong jembatan. Ini yang nantinya menjadi perhatian kami," sambung mantan Kapolda Jatim ini.

Machfud Arifin juga berjanji persoalan tersebut akan dituntaskan jika terpilih menjadi wali kota Surabaya. Menurutnya, warga Surabaya harus tinggal dengan nyaman. Kesehatan terjamin, kesejahteraan, pendidikan bagus hingga jenjang tinggi.

Apalagi terhadap anak-anak muda di Surabaya. Sebab di tangan mereka adalah masa depan Surabaya. Anak-anak muda harus mendapat akses pendidikan yang berkualitas. Jangan sampai nantinya mereka tidak dapat posisi strategis. "Jangan sampai juga warga asing dapat posisi strategis. Pemkot Surabaya harus memastikan kesejahteraan warga Surabaya. Itu sangat penting. Kesejahteraan dan kemakmuran adalah kewajiban kita. Dengan dua kaki dan dua jari melangkah bersama, coblos nomor 2. Nomor 2 pasti juara," ucap Machfud Arifin menutup orasinya. alq/byt/ana/rmc

Berita Terbaru

PLN UID Jatim Raih Penghargaan SMK3 dan Zero Accident di Apel Bulan K3 Nasional 2026

PLN UID Jatim Raih Penghargaan SMK3 dan Zero Accident di Apel Bulan K3 Nasional 2026

Jumat, 16 Jan 2026 16:14 WIB

Jumat, 16 Jan 2026 16:14 WIB

SurabayaPagi, Gresik – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Sistem Manajemen K…

Atasi Titik Hotspot di Surabaya dan Malang, PLN UIT JBM Jaga Keandalan Sistem Transmisi

Atasi Titik Hotspot di Surabaya dan Malang, PLN UIT JBM Jaga Keandalan Sistem Transmisi

Jumat, 16 Jan 2026 16:11 WIB

Jumat, 16 Jan 2026 16:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Mengawali tahun 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan kesiapsiagaannya d…

Polres Madiun Kota Sampaikan Keterangan Resmi

Polres Madiun Kota Sampaikan Keterangan Resmi

Jumat, 16 Jan 2026 13:05 WIB

Jumat, 16 Jan 2026 13:05 WIB

Terkait Dugaan Keterlibatan Oknum Anggotanya dalam Kasus Narkoba…

Kapolres Gresik Cek Kesiapan Mako dan Rutan, Tekankan Pelayanan Humanis

Kapolres Gresik Cek Kesiapan Mako dan Rutan, Tekankan Pelayanan Humanis

Jumat, 16 Jan 2026 13:02 WIB

Jumat, 16 Jan 2026 13:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melaksanakan pengecekan langsung terhadap kesiapan Markas Komando (Mako) Polres Gresik, t…

Polres Madiun Dalami Dugaan Oknum Polisi Terlibat Peredaran Narkoba 

Polres Madiun Dalami Dugaan Oknum Polisi Terlibat Peredaran Narkoba 

Jumat, 16 Jan 2026 11:18 WIB

Jumat, 16 Jan 2026 11:18 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Oknum anggota Polri berinisial HN, salah satu dari empat anggota Polres Madiun Kota yang diduga terlibat dalam kasus peredaran narkoba d…

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Keduanya Berasal dari 8 Tersangka Kasus yang Dilaporkan oleh Jokowi       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Delapan aktivis yang mempersoalkan keaslian ijasah Jo…