Habib, Jasa Hukum Junjung Tinggi Kepercayaan Klien

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
 Habib Zaini  Hukum Justitia Legal Advocacy Bureau, Gresik – Indonesia. SP/ Patrik Cahyo
 Habib Zaini  Hukum Justitia Legal Advocacy Bureau, Gresik – Indonesia. SP/ Patrik Cahyo

i

SURABAYAPAGI, Surabaya – Coronavirus disease 2019 (Covid – 19) menjadi pandemi global semenjak  ditetapkan oleh World Healt Organization (WHO) hingga menyebabkan perubahan secara signifikan. Apalagi, Indonesia  juga menjadi salah satu yang terdampak sebaran virus korona.

Berbagai upaya untuk memutus rantai penyebaran Covid -19, sperti pembatasan aktivitas diluar rumah serta anjuran untuk menghindari kontak langsung (physical distancing) lantas menjadi hal umum untuk dilakukan banyak orang di masa ini.

Tentu, Musibah seperti ini menimbulkan beragam konsekuensi. Keadaan yang berbeda sebelum pandemi dan saat ini kegiatan masyarakat mengalami hambatan dalam beberapa sektor, seperti bisnis. Penerapan sistem Work From Home (WFH) pun pada akhirnya menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi konsultan hukum yang terbiasa beraktivitas dan menjalani profesinya secara tatap muka dengan rekan kerja, klien, pengadilan, serta instansi pemerintah.

Hal serupa juga dirasakan oleh seorang advokat Habib Zaini, dikenal dengan Hukum Justitia Legal Advocacy Bureau, Gresik - Indonesia. Kini, pekerjaannya sehari – hari seperti rekan kerja, klien, mempersiapkan berkas untuk kebutuhan klien, dan sidang di pengadilan tidak dapat dilakukan secara tatap muka. Pasalnya ada kebijakan dari Pengadilan Negeri Surabaya yang harus diikuti karena ada penutupan sementara atau lockdown.

“Meskipun Pengadilan Negeri Surabaya sempat melakukan penutupan sementara atau lockdown masih profesi lawyer masih bisa dijalan, walaupun berbeda saat belum terjadi pandemi covid-19. Memang ada efeknya pandemi covid -19 ini lebih khawatir saat bertemu dengan klien, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan” ungkapnya kepada Surabaya Pagi.

Ia menambahkan perkara yang di tangani selama pandemi ini seperti perkara perdata. Hal itu ditangani secara nonletigasi, mediasi dan diselesaikan diluar jalur persidangan dengan bertemu langsung dengan klien.

Di tengah kesulitan maupun kendala yang sedang dihadapi, sudah seharusnya Habib hukum menjamin proses komunikasi yang responsif dan memberikan layanan jasa hukum prima. Keduanya penting—terutama dalam menjaga kepercayaan klien. Habib percaya, sesulit apa pun keadaan yang dihadapi, rasa percaya dan tindakan preventif perlu. Apalagi, kepercayaan—khususnya dari klien—tidak akan datang dua kali.

Dia membagi agar dapat bertahan dan berkembang ditengah pandemi dengan menjunjung nilai – nilai dalam penanganan perkara baik itu perkara hukum perdata maupun pidana, memberikan kepercayaan kepada klien maupun rekan kerja, serta membuat inovasi dengan membuat akun di media sosial.

“Kemajuan era teknologi sekarang ini, kita bisa manfaatkan dengan membuat akun youtube untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang jasa advokat atau lawyer. Hal ini disadari sudah menjadi kebutuhan sebagai lawyer ditengah pandemi untuk menciptakan terobosan terbaru”pungkasnya. Pat

 

Berita Terbaru

Cegah Deepfake dan Hoax, Polres Blitar Beri Edukasi Pemanfaatan AI pada Siswa/Siswi SMA

Cegah Deepfake dan Hoax, Polres Blitar Beri Edukasi Pemanfaatan AI pada Siswa/Siswi SMA

Kamis, 20 Agu 2026 11:57 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi perhatian Polres Blitar Polda Jatim dalam upaya…

Bupati Sumenep: Syukuran HUT RI KE-81 Jadikan Wujud Syukur Atas kemerdekaan Berkat Perjuangan Para Pahlawan

Bupati Sumenep: Syukuran HUT RI KE-81 Jadikan Wujud Syukur Atas kemerdekaan Berkat Perjuangan Para Pahlawan

Kamis, 20 Agu 2026 11:56 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di…

Pane Melimpah Tapi Harga Tomat Anjlok, Petani di Magetan Hanya Dapat Rp1.500 per Kilogram

Pane Melimpah Tapi Harga Tomat Anjlok, Petani di Magetan Hanya Dapat Rp1.500 per Kilogram

Kamis, 20 Agu 2026 11:48 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Memasuki Agustus 2026, harga tomat di Magetan justru merosot tajam, bahkan di tingkat petani hanya tersisa sekitar Rp1.500 per…

Pedagang Kuliner Menjerit, Harga Daging Ayam di Ngawi Tembus Rp43 Ribu per Kg

Pedagang Kuliner Menjerit, Harga Daging Ayam di Ngawi Tembus Rp43 Ribu per Kg

Kamis, 20 Agu 2026 11:43 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Saat ini, sejumlah pedagang kuliner terpaksa mengurangi ukuran dagangan imbas harga daging ayam potong di Kabupaten Ngawi, Jawa…

Berkah Terik Matahari, Petani Tembakau di Lumajang Untung Rp 30 Juta per Ha

Berkah Terik Matahari, Petani Tembakau di Lumajang Untung Rp 30 Juta per Ha

Kamis, 20 Agu 2026 11:41 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Berkah teriknya matahari saat musim kemarau membuat proses pengeringan daun tembakau lebih cepat sekaligus meningkatkan kualitas…

Pedagang Ngeluh Langka, Beras Premium 5 Kg di Malang Tembus Rp 80 Ribu

Pedagang Ngeluh Langka, Beras Premium 5 Kg di Malang Tembus Rp 80 Ribu

Kamis, 20 Agu 2026 11:35 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Baru-baru ini, harga beras kualitas super (premium) di pasar tradisional Kota Malang telah menyentuh angka Rp 80 ribu per kemasan 5…