Praktisi Komunikasi Anggap Aksi Karyawan Hotel Garden, Kreatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ronny H. Mustamu (tengah), Dr. H. Dhimam Abror (kiri), Dr. Catur Suratnoaji, M.Si (kanan)
Ronny H. Mustamu (tengah), Dr. H. Dhimam Abror (kiri), Dr. Catur Suratnoaji, M.Si (kanan)

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Aksi karyawan Hotel Garden Palace yang memasang tenda dan dapur umum di halaman parkir adalah kegiatan kreatif yang patut diapreasi. Aksi semacam ini tidak bikin onar, tapi mengundang simpati masyarakat. Bahkan tergambarkan karyawan hotel bintang empat, hidup dalam lingkungan kumuh. Ini terlihat dari dapur karyawan beserta peralatannya yang sangat sederhana. Bahkan ada kendi di dekat dapur umum.

Demikian pandangan tiga praktisi ilmu komunikasi Surabaya dan undercover Surabaya Pagi, di lokasi aksi pasang tenda karyawan Hotel Garden Palace Surabaya, Minggu dan Senin kemarin (5/10/2020).

Ronny H. Mustamu, pakar manajemen dan komunikasi yang juga Direktur Quadrant Consulting menganggap bahwa ada hambatan yang terjadi dalam komunikasi antara kedua belah pihak sehingga terjadi aksi dari para pegawai.

"Dalam kajian ilmu komunikasi sendiri, sebuah proses negosiasi dimungkinkan terjadinya pressure group sebagai bagian dari off the table negotiation. Dengan demikian, kelompok yang melakukan demo sesungguhnya sedang berusaha menguatkan pesan bagi proses on the table negotiation melalui pelibatan emosi dan dukungan publik," ujar Ronny H. Mustamu saat dihubungi Surabaya Pagi, Senin (5/10/2020).

Menurut Ronny, efektivitas demo terhadap keberhasilan negosiasi sesungguhnya sangat bergantung pada pesan dan posisi yang sedang dinegosiasikan. Memperkuat kompetensi negosiator dari pihak karyawan bisa menjadi jalan untuk mendapatkan win-win solution.

Ketidaksepakatan dan demo terkait proses PHK, biasanya cenderung bermula pada perbedaan persepsi. Terutama perbedaan persepsi atas pasal dan ayat terkait kontrak kerja. "Oleh karenanya, para manajer dan praktisi sumber daya manusia di perusahaan, wajib secara regular melakukan sejenis pelatihan atau sosialisasi tentang kesepakatan kerja, aturan perusahaan dan aturan pemerintah. Dengan sosialisasi dan update berkala (misal setahun sekali), maka bias makna atau bias interpretasi cenderung dapat dikurangi. Sebab, para pekerja sudah sangat memahami hak dan kewajibannya," pungkas Ronny.

 

Aksi Out of The Box

Selain Ronny, aksi para pegawai Hotel Grand Palace ini juga mengundang komentar dari Dr. H. Dhimam Abror. Pengamat Komunikasi Massa ini menganggap bahwa aksi yang dilakukan oleh para pegawai sangat out of the box.

"Aksi dari pegawai Hotel Grand Palace ini terbilang sangat kreatif, karena mengimplementasikan teori dramaturgi," ucap Dhimam Abror, kepada Surabaya Pagi Senin (5/10/2020).

Aksi yang dilakukan dengan efek drama tersebut mengandung makna penting di dalamnya. Para pegawai menyampaikan pesan atas keluhan yang dirasakan dengan membangun jalannya aksi seperti situasi dalam drama.

"Dengan adanya drama dalam aksi didepan publik, tentunya opini publik menjadi terbentuk. Perusahaan atau manajemen yang bersangkutan akan mendapatkan pressure sosial dari fenomena ini," jelas Dhimam Abror.

 

Nama Baik Perusahaan

Alumni S3 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia juga ikut menuangkan pendapatnya terkait insiden ini. Dr. Catur Suratnoaji, M.Si memaklumi aksi dari para pegawai bisa terjadi, karena memang hotel mengalami penurunan finansial sehingga memicu berkobarnya aksi tersebut.

Catur Suratnoaji menganggap bahwa insiden tersebut adalah salah satu upaya dari para pegawai untuk mendapatkan hak nya. "Aksi tersebut jelas menjadi pukulan bagi manajemen perusahaan karena menyangkut nama baik perusahaan," ungkap Mantan Kepala Program Studi Ilmu Komunikas UPN Jawa Timur tersebut.

Apalagi, tambah Catur, dengan aksi di depan publik, bisa langsung diketahui secara publik dan perhatian bagi pemerintah kota atau pemerintah provinsi serta para wakil rakyat.  Ia pun berharap, kasus ini dapat ditangani oleh Dinas Ketenagakerjaan agar mencapai keputusan yang menguntungkan satu sama lain.

Terlepas dari sebab dan akibat dalam insiden ini, pengamat komunikasi yang satu ini mengapresiasi konsep aksi yang dilakukan para pegawai karena dinilai anti mainstream. "Konsep dalam aksi ini sangat kreatif. Selama tidak melanggar hukum, tidak merusak fasilitas dan tidak melecehkan individu maupun kelompok, aksi seperti ini sah sah saja dilakukan," tutup Dr. Catur Suratnoaji, M.Si. mbi/cr7/rmc

Berita Terbaru

Rahmat Muhajirin : Elektabilitas Partai Gerindra Naik, Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

Rahmat Muhajirin : Elektabilitas Partai Gerindra Naik, Bukti Program Presiden Prabowo Diterima Masyarakat

Selasa, 08 Sep 2026 20:40 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Merespon hasil survey lembaga penelitian tentang kenaikan elektabilitas Partai Gerindra, Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra …

Lewat Senam, Pemkab Madiun Perkuat Identitas Kampung Pesilat

Lewat Senam, Pemkab Madiun Perkuat Identitas Kampung Pesilat

Selasa, 08 Sep 2026 19:51 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 19:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Senam jurus Kampung Pesilat tak sekadar menjadi aktivitas olahraga bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Pemerintah Kabupaten Madiun mul…

Gresik Ingin Ambil Kendali Pendidikan Menengah, Industri Butuh Ribuan Talenta Lokal

Gresik Ingin Ambil Kendali Pendidikan Menengah, Industri Butuh Ribuan Talenta Lokal

Selasa, 08 Sep 2026 18:25 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 18:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pesatnya investasi dan industrialisasi di Kabupaten Gresik menghadirkan tantangan baru mampukah pendidikan lokal menyiapkan tenaga k…

Proyek Rumah Pompa Depan Lippo Dikebut Solusi Baru Atasi Banjir di Sidoarjo

Proyek Rumah Pompa Depan Lippo Dikebut Solusi Baru Atasi Banjir di Sidoarjo

Selasa, 08 Sep 2026 15:55 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkuat langkah mitigasi dalam menghadapi banjir Sidoarjo yang kerap terjadi di wilayah…

Polisi Masih Bungkam Usai Sambangi Kantor PDAM Kota Madiun

Polisi Masih Bungkam Usai Sambangi Kantor PDAM Kota Madiun

Selasa, 08 Sep 2026 15:49 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun - Polres Madiun Kota belum memberikan penjelasan terkait persoalan meter air di Perumdam Tirta Taman Sari Kota Madiun. Hingga Selasa (…

Pemkot Surabaya Bantu Biaya Pendidikan 1.214 Mahasiswa

Pemkot Surabaya Bantu Biaya Pendidikan 1.214 Mahasiswa

Selasa, 08 Sep 2026 15:20 WIB

Selasa, 08 Sep 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali memberikan Bantuan Biaya Perkuliahan/Pendidikan bagi warga Surabaya. Tahun ini, sebanyak…