Sejarah Hanfu, Busana Kebanggaan Tradisional Suku Han Tiongkok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hanfu salah satu baju tradisional Cina . SP
Hanfu salah satu baju tradisional Cina . SP

i

SURABAYAPAGI, China - Hanfu adalah baju tradisional Cina yang digunakan oleh etnis Han China. Hanfu sendiri sampai saat ini sangat jarang dikenakan, dan biasanya yang masih mengenakan baju ini adalah mereka yang masih menginginkan Hanfu diakui menjadi salah satu baju tradisional Cina yang harus dipakai saat ada acara-acara resmi. Kaum Han menganggap bahwa Hanfu ini adalah penting dan menjadi bagian dari budaya mereka. Karena dihilangkan oleh pemerintahan Cina pada saat itu sekitar tahun 1644-1911 Hanfu telah digantikan dengan baju tradisional Manchu, yang kemudian tersingkirkan juga dengan gaya baju ala barat.

Sejarah mencatat bahwa pakaian ini sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu. Legenda menceritakan bahwa saat itu permainsuri Huangdi's, Leizu, membuat kain dengan sutra dan menjadi semakin berkembang. Sampai Dinasti Han, Hanfu terus dilestarikan oleh kalangan yang berkuasa saat itu sehingga jadi pakaian nasional suku Han. Pakaian Hanfu  memengaruhi pakaian tradisional negara Asia lain seperti Korea, Jepang, dan Vietnam.

Baju-baju tradisional Asia yang lainnya sebenarnya terinspirasi dari model baju Hanfu, misalnya seperti baju tradisional Vietnam yaitu Ao Dai, kemudian baju tradisional Korea Selatan atau Hanbok, lalu baju tradisional Jepang yang terkenal yaitu Kimono. Namun dari ketiga baju tradisional tersebut, Hanbok lah yang paling mirip dengan Hanfu.

Pakaian atas hanfu berbentuk kelopak yang mengelilingi leher yang terbuka. Kemudian bagian bawahnya rok atau "chang", lengannya bermodel panjang dan longgar. Kemudian juga dilengkapi dengan ikat pinggang untuk melilit baju. 

Pada masa kini, busana Hanfu dikenakan sebagai pakaian adat tradisional Tiongkok oleh para peminat maupun penggiat Sejarah Tiongkok, terutama dalam film-film bergenre Wuxia Tiongkok. Busana ini juga sering dipakai pada perayaan-perayaan istimewa, seperti perayaan tahun baru Imlek, pesta pernikahan dan lain sebagainya.

Istilah Hanfu digunakan untuk merujuk kepada sistem berpakaian bangsa Han. Meskipun demikian, istilah ini tidak selalu digunakan oleh bangsa Han. Istilah ini lebih lazim digunakan oleh kelompok suku bangsa lain Tiongkok. Tujuannya adalah untuk membedakan sistem berpakaian Han dengan sistem pakaian suku bangsa mereka sendiri.

Satu set busana Hanfu terdiri dari dua atau tiga lapisan. Lapisan pertama pakaian ini disebut zhongyi yang biasanya merupakan pakaian dalam (seperti kaos oblong dan celana dalam pada busana barat). Lapisan berikutnya adalah lapisan utama pakaian yang sebagian besar ditutup di depan.

Sementara lapisan ketiga bersifat opsional, seperti mantel (disebut Zhaoshan) yang terbuka di bagian depan. Sedangkan untuk alas kakinya adalah kaus kaki putih dan sepatu kain berwarna hitam dengan sol putih.

Busana Hanfu juga dapat dibedakan menurut situasi. Misalnya informal yang dipakai kebanyakan lapisan masyarakat pada kehidupan sehari-hari, semi formal untuk ke acara pertemuan dan kaum bangsawan kelas atas, dan formal untuk ritual keagamaan dan pejabat pemerintahan. Dsy15

 

 

Tag :

Berita Terbaru

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo  ‎

‎Rochim Sebut Maidi Perintah Lisan Garap Proyek CSR TPA Winongo ‎

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 20:53 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Terdakwa kasus dugaan korupsi CSR TPA Winongo, Rochim Ruhdiyanto, mengaku mendapat perintah lisan dari Wali Kota Madiun nonaktif Mai…

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Pemkab Madiun Bersama Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Alkes dan PKRT ke Masyarakat

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Upaya menekan lonjakan kasus penyakit tidak menular (PTM) yang terus membebani pembiayaan kesehatan menjadi perhatian serius. Untuk i…

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkap Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…