Integritas Bawaslu Surabaya Dipertanyakan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua KIPP Jawa Timur Novli Bernardo Thyssen. SP/ALQ
Ketua KIPP Jawa Timur Novli Bernardo Thyssen. SP/ALQ

i

KIPP: Paslon MA Korban Ketidakadilan Penyelenggara

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tudingan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya berpihak kepada paslon Eri Cahyadi-Armuji semakin kuat. Buktinya, selain membiarkan foto Walikota Surabaya Tri Rismaharini muncul di baliho paslon Eri-Armuji, Bawaslu juga terkesan membiarkan baliho, banner, dan spanduk paslon dari PDI Perjuangan itu berdiri kokoh.

Berbeda dengan itu, banner, spanduk, dan baliho paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman habis dibersihkan tanpa sisa oleh Bawaslu Surabaya yang dibantu Satpol PP Kota Surabaya. Di beberapa tempat paslon 1 bannernya masih berdiri kokoh seperti di Jalan Pakal arah masuk kelurahan, sebelum RSI Benowo juga masih ada dan beberapa tempat lainnya. 

Atas fakta itu, Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur Novli Bernardo Thyssen mempertanyakan integritas Bawaslu Surabaya. Sebab, kesannya ada dugaan tebang pilih dalam menertibkan, banner, spanduk, dan baliho paslon. Sebagai penyelenggara, seharusnya tidak berpihak kepada salah satu paslon. 

"Jangan sampai ada keberpihakan Bawaslu, karena itu nggak fair. Integritas Bawaslu ini perlu dipertanyakan, jangan sampai masyarakat menilai Bawaslu tebang pilih," ujarnya.

Novli mengungkapkan, nama komisioner Bawaslu Kota Surabaya sebenarnya sudah tercoreng. Penyebabnya, pada Pileg 2019 Bawaslu dinilai berpihak kepada salah satu calon legislatif. Hasil sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memvonis Bawaslu terbukti melanggar kode etik. 

"Jangan sampai itu terulang lagi di Pilwali Surabaya 2020, masyarakat sudah menilai, jangan mengulangi hal yang sama," tegasnya.

Ketika ditanya apakah Bawaslu sudah "Kerjasama" dengan penguasa saat ini? Novli mengatakan penilaian itu biarkan saja masyarakat yang menjawab. Ketika ada indikasi tebang pilih dalam penertiban baliho, banner, dan spanduk, maka masyarakat yang menyimpulkan bahwa itu ada keberpihakan. 

Novli menjelaskan, Alat Peraga Kampanye dan Bahan Kampanye (APK-BK) saat ini masih belum diproduksi oleh KPU Kota Surabaya, karena masih menjadi obyek sengketa di Bawaslu. Yang beredar saat ini adalah spanduk, banner, dan baliho.

"Artinya banner, spanduk, dan baliho karena bukan APK ya harus ditertibkan," katanya sambil mempertegas penertiban itu harus dilakukan tanpa ada tebang pilih. Bawaslu dan Satpol PP harus berlaku adil terhadap semua paslon peserta Pilwali Surabaya 2020. 

Menurutnya, Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) menjadi korban penguasa saat ini. Karena berdasarkan realitas yang ada, beberapa kali pasangan MAJU "dikerjain", termasuk yang terbaru penertiban banner, spanduk, dan baliho. 

"Ada perlakuan tidak adil yang dipertontonkan oleh Bawaslu kepada masing-masing paslon. Sebagai penyelenggara harusnya bersikap adil, jangan tebang pilih, kalau ada penertiban ya semuanya ditertibkan," tukasnya. Alq

Berita Terbaru

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun. Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal dunia diduga setelah t…

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan sejumlah tuntutan buruh dalam peringatan Hari B…

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Insiden ambruknya plafon terjadi di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, Kamis (30/4/2026) sore, viral di media sosial. Dalam video y…

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura   ‎

SBMR Tuntut Keadilan Upah hingga Kritik Aksi Monas yang Dinilai Hura-hura  ‎

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) yang tergabung dalam Konfederasi Barisan Buruh Indonesia (KBBI) menyuarakan sejumlah tuntutan dal…

Peringatan Hari Buruh 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Peringatan Hari Buruh 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 11:04 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:04 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pekerja, pengusaha, dan pemerintah memperkuat kolaborasi dalam mendorong k…

Dari Sidang Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Minta Bangun Asrama Santri yang Dilaporkan Gedung TPQ

Dari Sidang Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Minta Bangun Asrama Santri yang Dilaporkan Gedung TPQ

Jumat, 01 Mei 2026 10:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGi.com, Gresik - Pengadilan Tipikor Surabaya mulai menyidangkan materiil perkara dugaan korupsi dana hibah Rp400 juta dari Pemprov Jatim tahun…