SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Diilhami dari rasa tanggung jawab yang tinggi untuk masa depan anak-anak bangsa, serta berkomitmen pada ajaran agama Islam. Panti Muhammadiyah cabang Gersikan Tambak Sari Surabaya bagikan paket sembako dan uang saku kepada anak binaannya. Minggu (11/10/2020)
Panti Asuhan Muhammadiyah (PAM) cabang Tambaksari Surabaya, sebagai Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang didirikan pada tanggal 18 November 1952 bertepatan dengan Milad Muhammadiyah ke 40 ini berlokasi di Jl. Gersikan no 59 Surabaya diatas tanah seluas 1500 m².
Banyak anak-anak yatim dan miskin yang terlantar, terlebih karena korban perang kemerdekaan RI pada tahun 1945 maka Muhammadiyah mendirikan LKSA, yang pada waktu itu bernama Rumah Yatim, kemudian seiring dengan berjalannya waktu berganti nama menjadi Panti Asuhan Muhammadiyah dengan tujuan membina, membimbing anak-anak yatim piatu, anak yatim, dan anak miskin terlantar, sehingga dapat mewujudkan generasi muda, bangsa yang sholih, beriman, berilmu, berkualitas, dan mandiri.
Kepala Panti, Abu Hasan mengungkapkan pihak memberikan paket sembako kepada para anak asuhnya berupa 5 kg beras, mie instan 5 pac, dan minyak goreng 1 liter, juga sejumlah uang saku setiap bulannya.
"Selama pandemi Covid-19 ini dan untuk menghindari kerumunan, pihak kami memang sengaja mengundang dan menjadwalkan pembagian paket sembako dan sejumlah uang saku untuk anak asuh serta uang transport. Selain itu kami juga memberikan THR, mukena, sarung dan baju taqwa setiap tahunnya kepada anak asuh. Kami berharap ini bisa mengurangi beban hidup perekonomian anak asuh kami yang non asrama", pungkas Abu Hasan.
"Selain itu kami juga mempunyai program unggulan yaitu menciptakan anak-anak yang berkarakter yang hafidz Qur'an. Bagi santri binaan kami yang hafal satu juz mendapatkan 250 ribu per anak. Selain donatur, sumber pendanaan panti kami juga dari usaha lain seperti kos-kosan, kontrakan, hasil dari saham SPBU daerah Lumajang, dan stand di pasar Turi", tambahnya.
Maria Ulfah, salah satu anak binaan panti yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP Negeri 4 Surabaya mengaku senang sekali menerima bantuan dari panti berupa paket sembako dan uang saku.
"Alhamdulillah, saya sangat senang sekali menerima paket sembako dan uang saku dari panti, bisa buat beli pulsa untuk belajar secara daring. Sisanya bisa buat uang jajan selama di rumah karena pandemi Covid-19 yang mana kami masih belum diperbolehkan belajar di sekolah", ucap Ulfah. tyn
Editor : Moch Ilham