Pilkada 2020: Antara Politik dan Money Politik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sekelompok para Tim relawan saat kumpul di halaman kantor Madura Energy Jln. dr.Wahidin Kota Sumenep. SP  / Ainur Rahman
Sekelompok para Tim relawan saat kumpul di halaman kantor Madura Energy Jln. dr.Wahidin Kota Sumenep. SP / Ainur Rahman

i

SURABAYA PAGI Sumenep - Diskusi politik menjelang Pilkada 2020 bertempat di halaman kantor Madura Energy jalan dr.Wahidin 309 Kota Sumenep, suasana siang itu berlangsung alot saat simpatisan dari koalisi lawan politik Fattah Jasin itu berkumpul di tengah-tengah para tim relawan Gus Acing Selasa,(13/10).

Junaidi mengakui bahwa dirinya dahulu menjadi relawan Ahmad Fauzi, hanya saja setelah dirinya diketahui memiliki kedekatan khusus dengan Khairul Anwar ketua Tim relawan Gus Acing, langsung di coret oleh Ahmad Fauzi.

"Saya itu memang relawan Ahmad Fauzi, karena ada satu hal yang kurang saya pahami, tiba-tiba nama saya dicoret sebagai tim relawan" katanya kepada surabaya pagi Selasa (13/10)

Menurut Junaidi, pilkada tahun ini memang pertarungan yang sengit, sebab koalisi partai PKB dan PPP itu dari tahun-tahun sebelumnya tidak pernah mengusung Bupati dan Wakil Bupati secara koalisi, tapi kali ini partai hijau itu bersatu, jadi saatnya partai ini menang.

“Kalau PKB dan PPP kalah di pertarungan pilkada tahun ini, berarti yang malu itu bukan ketua relawannya, melainkan partai koalisinya " jelasnya.

Di katakan Junaidi, satu perbuatan lebih baik daripada seribu ucapan sebab hidup itu butuh aksi dan pembuktian bukan basi-basi dan ocehan oleh karena itu pihaknya mengajak agar dirinya diberikan mandat untuk menyuarakan paslon minimal di beberapa TPS. “Sebab, banyaknya tingkat kecurangan itu terjadi di tingkat TPS” tegasnya.

Selain itu kata dia, masyarakat itu harus benar-benar sadar berpolitik, jangan hanya karena uang langsung terpengaruh dan menjadi relawan murni partai tanpa harus mengetahui visi dan misi, maslahat dan mafsadahnya juga harus terpikirkan, karena menyangkut masa depan kabupaten.

Jadi sambungnya, ketika dua partai hijau berkoalisi antara PKB dan PPP untuk memenangkan paslon Bupati Sumenep dan wakil Bupati Sumenep. “Maka wajib bagi kita untuk memberikan dukungan sebab partai besar ini tentu tidak akan salah pilih dalam menentukan paslon untuk maju di pilkada 2020 mendatang” kilahnya.

Sementara Ketua Tim Relawan Fattah Jasin, Khairul Anwar mengatakan, bahwa pilkada tahun ini di kab. Sumenep, pertarungan pilkada 2020 ini lebih mengarah kepada pertaruhan ideologi

" Kalau saat ini bukan hanya pertandingan antara Gus Acing dan Ahmad Fauzi, bisa saja Gus Acing itu di ganti dan Ahmad Fauzi juga di ganti, tapi jika masalah ideologi itu sudah menjadi urusan umat islam"ujarnya.

Anwar mengatakan  jangan sampai umat islam di Kabupaten Sumenep itu terpecah pelah.”Makanya harus benar-benar selektif dalam menentukan pilihan pada pilkada mendatang, pilkada di tahun ini antara koalisi partai PKB dan PPP bersatu mengusung pasangan Bupati dan wakil Bupati Sumenep” pungkasnya. Ar

 

 

 

 

Berita Terbaru

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya menghadapi kekeringan di Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah menyiapkan berbagai…