Pemerintah Harus Cepat Salurkan Stimulus Ekonomi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Korkesra, Muhaimin Iskandar
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Korkesra, Muhaimin Iskandar

i

Ketua Pengawas Penanganan Covid-19 DPR RI & Pimpinan DPR RI Bid Korkesra

 

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Menilik hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), tercatat ada 29 juta masyarakat yang terkena PHK akibat Corona Virus (Covid-19).

 

Kamar Dagang Indonesia (Kadin) juga mencatat di sektor formal, ada 6,4 juta orang di-PHK. Pun, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) juga terkena dampaknya.

 

Setidaknya, 48,4 persen dari 64 juta UMKM berhenti beroperasi karena Covid-19. Padahal, UMKM selama ini menjadi salah satu penyangga ketenagakerjaan.

 

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Bidang Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Abdul Muhaimin Iskandar meminta kepada pemerintah untuk tidak terlalu hanya berfokus pada pemutus rantai penyebaran COVID-19 tetapi juga harus memikirian soal stimulus ekonomi.

 

“Mulai soal stimulus untuk dunia usaha, UMKM, pekerja bergaji rendah, bantuan untuk orang miskin, Bantuan Langsung Tunai (BLT), Dana Desa dan lainnya,” kata Gus Ami biasa disapa di Jakarta.

 

“Yang diperlukan sekarang adalah sinergitas semua komponen agar bergerak bersama menahan laju dan gelombang PHK agar tidak semakin membesar. Perlu sinergitas pemerintah pusat dan daerah agar data yang diberikan bisa akurat sehingga bantuan tepat sasaran,” tambahnya.

 

Menurut Cak Imin, ada tiga model perlindungan sosial yang perlu diperhatikan. Pertama, skema perlindungan sosial yang berbasis asuransi privat maupun jaminan sosial publik bagi pekerja dan keluaganya.

 

Kedua, skema bantuan sosial bagi kelompok-kelompok miskin dan rentan, baik yang bersifat tunai maupun nontunai.

 

Ketiga, perlindungan sosial dalam bentuk tunjangan universal yang diberikan kepada seluruh warga negara.

 

“Saya kira mendesak dimatangkan bersama pemerintah agar kebijakan yang kita ambil dalam pengelolan negara tidak tambal sulam, tapi kebijakan yang berke- lanjutan dan terpadu,” sarannya.

 

“Sungguh pilihan yang sulit, satu sisi pemerintah ingin menyelamatkan jiwa rakyatnya, tapi di sisi lain pemerintah juga harus memastikan bahwa ekonomi harus tetap bergerak agar kita terhindar masuk jurang resesi,” terang mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

 

Ketua Pengawas Penanganan Covid-19 DPR itu menegaskan, saat ini ada masalah soal kesemrawutan data hingga berdampak kepada penyaluran bantuan kepada rakyat.

 

Agar tidak berulang, segera dibuat data tunggal sebagai acuan pemerintah. “Selama ini masing-masing lembaga atau kementerian punya data sendiri-sendiri. Ini agak repot untuk

menentukan sebuah kebijakan yang tepat dan cepat,” ucapnya.

 

Situasi pandemi Corona, kata Cak Imin, sebaiknya menjadi momentum untuk membangun ekonomi yang kuat untuk masa depan. Pun, perlu ada komitmen semua pihak memastikan seluruh program yang dicanangkan pemerintah berjalan secara terpadu.

 

Menurut dia, gelombang PHK akan mampu diminimalisir Ketika pemerintah mampu memetakan betul berbagai persoalan baik di hilir maupun hulu. “Segala insentif kebijakan yang dibuat pun harus disusun secara baik dan menyentuh semua kelompok kepentingan,” pungkas Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. (*)

Berita Terbaru

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

KIP JAWARA Lamongan Dapat Jatah 387 Penerima

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur berupa bantuan modal dan pemberdayaan usaha bagi masyarakat kurang mampu, KIP JAWARA…

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Sentuh 9 Ribu, Bulog Sebut Petani Diuntungkan

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

Senin, 05 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI com, Madiun - Harga beras premium di tingkat konsumen Kabupaten Madiun mencapai Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga gabah kering di…

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Layanan Uji KIR Drive True Dishub Sidoarjo Semakin Cepat Dan Praktis

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya melalui…

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Geliatkan Ekonomi Petani, Pemdes Kedungbocok Kebut Betonisasi JUT

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

Senin, 05 Okt 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Kedungbocok, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo terus berkomitmen meningkatkan infrastruktur pertanian…

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Digadang-gadang Jadi Penguat Ekonomi, Proyek Greenhouse Desa Singkalan Mangkrak dan Beralih Jadi Kandang Kambing

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Fasilitas pertanian modern berupa greenhouse budidaya melon di Desa Singkalan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, kini…

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Warga Tak Mampu Kena Denda Listrik Rp1,2 Juta, Cak Yebe: Kalau Tak Ada Kebijakan, Saya Bayar

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

Senin, 05 Okt 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mendapat keluhan dari seorang warga kurang mampu terkait denda listrik…