Dianggap Janggal, BPJS Kesehatan Bantah Aplikasi PCare Bermasalah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption : Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Sistri Sembodo. SP/DWI AGUS SUSANTI
Caption : Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Sistri Sembodo. SP/DWI AGUS SUSANTI

i

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto angkat bicara terkait temuan Wali Kota Mojokerto soal sistem rujukan online PCare yang dianggap janggal. BPJS bersikukuh sistem sudah berjalan baik sesuai dengan alurnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Sistri Sembodo menjelaskan ada alasan paling prinsip kenapa rujukan berjenjang ini akhirnya diberlakukan. "Ini supaya tidak terjadi puskesmas raksasa di rumah sakit," ujarnya saat di konfirnasi di kantornya, Selasa (3/11) sore.

Ia juga menerangkan, terkait bisa terbuka atau tidaknya mekanisme berjenjang ini pemegang kendali utamanya adalah pemberi layanan di faskes tingkat satu. Dan aplikasi akan secara otomatis membuka rujukan ke jenjang lebih tinggi, jika seluruh faskes di jenjang bawahnya sudah terpenuhi standart minimal pasien yang dilayani.

"Terkait kasus di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, kalau yang kerjasama dengan BPJS cuma satu faskes, itu mungkin bisa langsung terbuka sistemnya, tapi kalau yang kerjasama itu lima faskes, ya lima-limanya harus memenuhi standart minimalnya, baru faskes yang diatasnya secara otomatis terbuka," cetusnya.

Ia mengatakan, sistem rujukan online ini diatur dalam rangka untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap pasien BPJS. "Sehingga mereka bisa dilayani langsung oleh faskes tempat rujukan tersebut dengan tanpa menunggu waktu yang lama," imbuhnya.

Sisri menambahkan, di sistem rujukan berjenjang, sistem PCare bisa otomatis terbuka ketika sudah terpenuhi persyaratan untuk bisa terbuka . "Kalau rumah sakit kelas B tersebut mempunyai SDM, sarana dan prasarana yang tidak dimiliki oleh rumah sakit tipe dibawahnya ya otomatis sistem langsung merujuk kesana," ujarnya.

Selain itu, langsung terbukanya sistem PCare ini juga terkait dengan waktu layanan yang datanya di isikan oleh faskes tingkat lanjutan tersebut. "Jadi bisa buka atau tidak bukanya bukan karena BPJS, tapi berdasarkan atas referensi yang di isikan oleh pihak rumah sakit dan dokumen pendukung yang dijadikan dasar pengisian HAFIS," ungkapnya

Ia juga menegaskan, terkait aplikasi PCare ini, BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto tidak punya kewenangan untuk mengintervensi langsung aplikasi tersebut. "BPJS tidak bisa melakukan entri data, BPJS cabang hanya bisa melakukan approve saja," elaknya.

Meski demikian, Sisri tak keberatan jika ada kritik yang ditujukan ke lembaganya. Apalagi kritik tersebut langsung dari Kepala Daerah. Ia juga mengaku siap untuk diajak turun mengecek jika terjadi kejanggalan terkait pelayanan BPJS Kesehatan.

"Kita apresiasi setiap saran dan kritikan, ini untuk meningkatakan kualitas pelayanan kita terhadap masyarakat. Bahkan tadi kita juga sudah mendatangi puskesmas Blooto dan Kedundung untuk mengumpulkan data terkait apa yang menjadi persoalan," pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menemukan kejanggalan saat mengecek langsung aplikasi Premiere Care di Puskesmas Blooto dan Kedundung. Wali Kota disuguhi fakta janggal sistem rujukan dari puskesmas yang tidak bisa langsung ke RSU dr Wahidin Sudiro Husodo. 

"Kenapa puskesmas tidak bisa langsung merujuk ke RSU dr Wahidin Sudiro Husodo. Padahal kapasitas rujukan sudah lebih dari 30 persen seperti pada ketentuan rujukan berjenjang," ujarnya.

ada beberapa poli di RS dr. Wahidin yang tidak muncul dalam aplikasi PCare. "Tadi saat kita cek, hanya poli jantung saja yang kebuka sistemnya, sedangkan poli lainnya tidak muncul dalam aplikasi. Ini yang menjadi tanda tanya kita, apa yang salah?," ujarnya.

Tak hanya itu, Ning Ita juga kaget karena ada beberapa poli di RS dr. Wahidin yang tidak muncul dalam aplikasi PCare. "Tadi saat kita cek, hanya poli jantung saja yang kebuka sistemnya, sedangkan poli lainnya tidak muncul dalam aplikasi. Ini yang menjadi tanda tanya kita, apa yang salah?," ujarnya. dwy

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…