Keduluan Musim Hujan, Petani Semangka Gagal Panen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption: Lahan semangka terendam air, petani ini harus memanen dini meski belum waktunya. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Caption: Lahan semangka terendam air, petani ini harus memanen dini meski belum waktunya. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYA PAGI, Lamongan - Sebagian petani semangka di Lamongan harus gigit jari, lantaran hasil tanamannya yang sudah berbuah harus diambil paksa setelah hujan mengguyur beberapa hari ini dan menggenangi tanaman semangka.

Para petani yang harus menelan kerugian itu adalah petani di Desa Banteng Putih Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. "Prediksi kita meleset, biasanya tahun sebelumnya bulan ini hujannya masih biasa, tapi beberapa hari ini hujannya begitu lebat, sehingga menggenangi tanaman, semangkanya jadi timbul," kata Yanto petani setempat.

Padahal lanjut Yanto, para petani di Desanya sangat mengharapkan hasil panennya mampu untuk bertahan dimasa pandemi yang sampai saat ini masih melanda. "Kami sedih tanaman semangka dan melon ini yang kita harapkan bisa menambah inkam di tengah kondisi masih pandemi," ungkapnya.

Saat ini petani hanya bisa pasrah dan membiarkan semangka dan melon tersebut membusuk di sawah. Kalaupun ada yang memanen dini itu dilakukan secara cepat disaat buah masih belum matang sepenuhnya. 

"Seharusnya kami (para petani,red) bisa menikmati panen kini terpaksa harus menerima kenyataan. Tanaman semangka dan melon terendam air sehingga membusuk, selain itu juga ditambah serangan hama tikus," terangnya.

Satu hektar lahan, menurut Yanto, biasanya bisa menghasilkan 2 ton semangka atau melon. Jumlah tersebut jika habis terjual bisa menghasilkan uang setidaknya Rp. 35 juta. Sementara, biaya produksi selama menanam semangka atau melon ini mencapai hampir Rp. 10 juta. "Dengan adanya cuaca buruk dan serangan hama tikus ini, petani rata-rata hanya memperoleh uang Rp. 1 juta per hektar. Sangat jauh dari biaya produksi yang telah kami keluarkan," akunya. 

Kondisi ini, terang Yanto, diperparah dengan harga Semangka dan Melon yang juga anjlok.  Jika sebelumnya perkilo bisa seharga Rp. 5 ribu hingga Rp. 6 ribu, kini semangka atau melon tersebut hanya seharga Rp. 1.400 saja. Akibat gagal panen ini, hasil panen yang biasanya bisa mencapai hasil maksimal kini dibiarkan saja membusuk di sawah. "Pasrah saja mas, semoga musim depan cuaca lebih bersahabat dan serangan hama tikus bisa dikendalikan," harap Yanto. 

Kondisi serupa juga diakui oleh Zuli, petani semangka dan melon Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng. Zuli juga menyebut petani semangka di desanya juga mengalami hal yang sama. Yuli menyebut, petani di desanya juga pasrah dengan kondisi cuaca buruk yang menimpa tanaman mereka. "Sama mas (terkena cuaca buruk), pasrah saja," aku Yuli.

Sekedar diketahui, salah satu sentra tanaman semangka dan melon di Lamongan terdapat di Desa Latukan dan Desa Banteng Putih, Kecamatan Karanggeneng. Di 2 desa ini, ada lebih 200 hektar lahan pertanian yang di musim kemarau ditanami buah melon, semangka, sunrise serta Apollo.jir

Berita Terbaru

Pasca Mangkir karena Sakit, Eks Ketua DPRD Ponorogo Penuhi Panggilan Kejari Terkait Kasus Tunjangan Perumahan

Pasca Mangkir karena Sakit, Eks Ketua DPRD Ponorogo Penuhi Panggilan Kejari Terkait Kasus Tunjangan Perumahan

Kamis, 06 Agu 2026 13:09 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 13:09 WIB

PONOROGO, Surabaya Pagi– Mantan Ketua DPRD Ponorogo periode 2019–2024, Sunarto, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo, Kamis (…

HUT ke-702, Pemkab Blitar Gelar ‘Pisowanan Agung’ di Pendopo Ronggo Hadi Negoro

HUT ke-702, Pemkab Blitar Gelar ‘Pisowanan Agung’ di Pendopo Ronggo Hadi Negoro

Kamis, 06 Agu 2026 13:06 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 13:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar acara inti Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 bertajuk Pisowanan Agung pada Rabu 5 Agustus 2026…

Dipicu Turunnya Harga Hortikultura, Kota Madiun Alami Deflasi 0,12 Persen

Dipicu Turunnya Harga Hortikultura, Kota Madiun Alami Deflasi 0,12 Persen

Kamis, 06 Agu 2026 13:01 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dipicu penurunan harga sejumlah komoditas hortikultura, terutama bawang merah, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun mencatat Kota…

Pemkab Madiun Bangun Sumur Bor di 30 Titik Puluhan Desa Terancam Kekeringan

Pemkab Madiun Bangun Sumur Bor di 30 Titik Puluhan Desa Terancam Kekeringan

Kamis, 06 Agu 2026 12:54 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 12:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melihat fenomena kekeringan di musim kemarau panjang, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, tengah fokus membangun sumur bor…

Terkendala Lahan, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Madiun Baru Ada 4 Gerai

Terkendala Lahan, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Madiun Baru Ada 4 Gerai

Kamis, 06 Agu 2026 12:47 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 12:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti program pemerintah pusat terkait Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Hal itu karena masih terkendala ketersediaan…

Musda Demokrat Jatim Belum Jelas, Pengamat: Belum Ada Jaminan Pengurus Saat Ini Aman dari Evaluasi DPP

Musda Demokrat Jatim Belum Jelas, Pengamat: Belum Ada Jaminan Pengurus Saat Ini Aman dari Evaluasi DPP

Kamis, 06 Agu 2026 12:42 WIB

Kamis, 06 Agu 2026 12:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Jawa Timur mulai menjadi sorotan. Meski jadwal pelaksanaan Musda…