Hanya Soal Sepele, Dua Bocah Bunuh Teman Bermain

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres AKBP Arief Fitrianto saat menggelar konferensi pers kasus pembunuhan dengan tersangka anak di bawah umur. SP/M.AIDID
Kapolres AKBP Arief Fitrianto saat menggelar konferensi pers kasus pembunuhan dengan tersangka anak di bawah umur. SP/M.AIDID

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Seorang bocah 13 tahun di Gresik tewas sangat mengenaskan. Betapa tidak, bocah berinisial AAH (13) itu menghembuskan nafas terakhir setelah dibenamkan ke kubangan bekas galian oleh dua pelaku yang masih usia belia.

Sebelum dibuang ke kubangan, kedua pelaku MSK (15) dan SNI (16) mengikat kedua tangan dan kaki korban. Sesampai di TKP, kepala korban dihantam menggunakan balok kayu yang ditemukan pelaku di sekitar TKP.

Tubuh korban yang tak sadarkan diri kemudian mereka seret dan benamkan ke dalam kubangan bekas galian C Bukit Jamur, Kecamatan Bungah, Gresik.

"Saat dibenamkan ke kubangan air, kondisi korban masih hidup. Ini dibuktikan dengan hasil visum yang menyatakan ada tanah lumpur di saluran pernapasan korban," ungkap Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat konferensi pers," Jumat (6/11).

Menurut kapolres, peristiwa pembunuhan pada 28 Oktober malam sekira pukul 20.00 wib itu bermotif cinta monyet dan dendam pelaku terhadap korban.

Antara pelaku dan korban adalah teman bermain di kampung, Kecamatan Bungah. Korban masih berstatus pelajar SMP, sedangkan kedua pelaku putus sekolah.

Kepada penyidik Unit Pidum Satreskrim Polres Gresik, pelaku MSK mengaku kesal pada korban karena kerap menggoda 'pacarnya' via pesan whatsapp. Sementara pelaku SNI mengaku jika korban sering mengolok-olok ayahnya yang berprofesi sebagai tukang bangunan.

Dipicu oleh motif sepele itulah kemudian dua anak manusia jadi beringas dan merencanakan pembunuhan.

Diungkapkan AKBP Arief, sebelum dibunuh, korban diminta berkumpul di lapangan bola Kecamatan Bungah untuk mengikuti kegiatan Maulid Nabi SAW. Setelah tiga teman sepermainan ini bersua, mereka kemudian berjalan kaki menuju area Bukit Jamur, jaraknya tidak begitu jauh dari lapangan bola.

Dalam kondisi kegelapan di Bukit Jamur, korban lantas diikat kedua tangan dan kakinya oleh dua pelaku. Tanpa memberi perlawanan korban lantas dipukul kepalanya dengan sebuah balok kayu. Jasad yang sudah tak berdaya itu kemudian dilemparkan ke dalam kubangan air bekas galian C.

Setelah teridentifikasi, petugas kemudian dengan mudah mengendus keberadaan kedua pelaku. MSK diciduk di tempat persembunyiannya di Pasuruan, sementara pelaku SNI dibekuk di tempat kerjanya. Kini, kedua bocah pelaku ditahan di sel khusus bagi anak Mapolres Gresik.

Sementara jenazah AAH yang berada di ruang instalasi forensik RSUD Ibnu Sina Gresik sudah diambil oleh pihak keluarga untuk dimakamkan.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka yang masih di bawah umur akan dijerat dengan Pasal 76 C jo Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Keduanya terancam melakukan tindak kekerasan yang mengakibatkan kematian dan pembunuhan berencana. "Dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," pungkas Kapolres AKBP Arief Fitrianto. 

Ketika menggelar konferensi pers, kapolres tidak menghadirkan kedua tetsangka MSK dan SNI dengan alasan keduanya masih di bawah umur. did

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …