Pedagang yang Tidak Memiliki Los, Mulai Angkat Bicara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto : Ayub, pedagang Kain di pasar Ganding yang tidak memiliki los pasar, setelah pasar dilakukan  renovasi ( ft. Ainur Rahman/ SP)
Foto : Ayub, pedagang Kain di pasar Ganding yang tidak memiliki los pasar, setelah pasar dilakukan  renovasi ( ft. Ainur Rahman/ SP)

i

SURABAYA PAGI, Sumenep - Ayub pedagang di los pasar Ganding mengaku tak memiliki tempat berjualan setelah dilakukan renovasi pasar, padahal sebelumnya adalah pedagang kain di pasar tersebut, dengan begitu pihaknya mengaku kecewa kepada pengelola pasar Ganding.

Menurutnya, andai terus terang saja kepada pedagang, bahwa los pasar yang ada di jual belikan dengan nominal 3 juta dengan ukuran 3x3M. “Mungkin saya bisa ambil 2 Los dan bahkan lebih, ini kan tidak jelas, tiba-tiba tempat saya berjualan ditempati orang lain, dan katanya sudah beli tempat kepada oknum pasar dengan harga 3 juta” katanya kepada Surabaya pagi Minggu, (8/11).

"Saya ini pedagang, tidak mengerti permainan apa, kalau yang lain pedagang beli, pasti saya juga mau beli tapi nyatanya saya tidak dikasih, karena tidak memiliki kedekatan dengan oknum pasar tersebut" imbuhnya. 

Kata Ayub, semestinya sebelum ditempati ada urun rembuk dulu dengan sejumlah pedagang dari masing-masing koordinator di pasar, baik pedagang rempah-rempah, pedagang kain, sandal dan songkok, di klirkan dulu, karena yang pasti ada koordinatornya dari masing-masing pedagang.

"Kalau saya pedagang kain, koordinator pak H. Fathor, justru yang dapat hanya koordinatornya sementara H. Fathor itu menangani 23 orang anak buah terdiri dari pedagang kain, ini kan aneh, yang dapat hanya koordinatornya saja" ujarnya.

Makanya sambung dia, jika tidak adanya permainan saya kira tidak akan kisruh para pedagang di bawah, karena pembangunan Los pasar yang dianggarkan sebelumnya hanya 44 los pasar, tapi ternyata lebih 100 Los, dan pedagang lama belum dapat.

"Pasar Los di Ganding itu banyak diisi oleh pedagang baru, dan itu orang yang memiliki kedekatan dengan oknum pasar dan Kepala UPTD Pasar Kabupaten, dan kepala pasar Ganding " kilahnya

Dikatakan Ayub,  “Selama teman-teman yang 23 orang tidak memiliki tempat berjualan, maka akan terus menyuarakan dan meminta kepada pemerintah Kabupaten Sumenep, yakni Bupati untuk turun langsung mengatasi atas kekisruhan para pedagang yang diduga ada tebang pilih pengelola pasar dalam menata los pasar” pungkasnya.

Kepala UPTD Pasar Kabupaten Sumenep, Purnomo Subagio, mengatakan pihaknya tidak merasa menjual belikan los kepada sejumlah pedagang namun hanya mengganti biaya tiang penyanggah tenda saja.

"Jadi tidak ada yang menjual Los di pasar Ganding, dan saya tidak pernah menginstruksikan siapapun untuk menjual Los Pasar" jelasnya

Data yang di tunjukkan ke saya yang 23 orang itu berubah-ubah, itu sudah dapat, makanya kumpulkan saja para pedagang tersebut, dan saya kepingin tahu siapa saja yang belum mendapat los pasar dan kita bicarakan.

"Dalam hal ini saya sangat berhati-hati, karena pemerintah sifatnya hanya melayani, makanya ayo kita bicarakan baik-baik " pungkasnya. Ar

 

Berita Terbaru

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Dari Desa, Imigrasi Perkuat Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Penyelundupan Manusia

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Jajaran Imigrasi se-Jawa Timur memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis desa melalui program Desa Binaan Imigrasi (DBI) dan…

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

KAI Daop 7 Madiun Salurkan Bantuan TJSL Rp445 Juta untuk Fasilitasi Pendidikan, Lingkungan dan Sosial

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 11:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun kembali menunjukkan komitmennya terhadap tanggung jawab sosial kepada masyarakat,…

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…