Tak Sesuai Rencana, Berpotensi Korupsi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Abdul Malik, SH., MH (kanan)  Ali Shahab S.IP, MSi (kiri)
Abdul Malik, SH., MH (kanan) Ali Shahab S.IP, MSi (kiri)

i

 ANALISA HUKUM

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mangkraknya beberapa proyek pembangunan Pemkot Surabaya miliaran rupiah yang tidak sesuai dengan peruntukannya, terutama mangkraknya 10 tahun Terminal Kedung Cowek yang dibangun dengan anggaran Rp 13 Miliar dan tiap tahun masih tetap mendapat biaya operasional miliaran rupiah, membuat beberapa praktisi hukum dan pengamat politik di Surabaya bereaksi. Diantaranya Ketua DPD Konggres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Timur H. Abdul Malik SH., MH., dan Dosen Politik dan Kebijakan Pemerintah FISIP Unair, Ali Shahab, S.IP, MSi.

Abdul Malik, Ketua DPD KAI Jatim, menilai, bila proyek mangkrak satu tahun masih wajar. Tetapi bila sudah 10 tahun, ini yang tidak wajar.

"Kalau mangkraknya cuma satu tahun ya sedikit, tapi kalau sudah sembilan tahun, ya itu sangat tidak wajar," ujar Abdul Malik, kepada Surabaya Pagi, Minggu (8/11/2020).

Praktisi hukum itu merasa kecewa pada mangkraknya sumber pencaharian sebagian wong cilik itu. Pasalnya, Terminal Kedung Cowek sejak awal yang dibangun untuk terminal angkutan umum, seakan tidak tersentuh.

"Hal ini menandakan bahwa, ada diskriminasi wilayah pembangunan di Surabaya. Selain itu juga ada penyelewengan penganggaran yang diduga menimbulkan keuangan negara. Sebab faktanya (Terminal) sudah ada. Tetapi, uang sudah digrojok untuk kepentingan yang tidak masuk akal," tambah pria yang juga Wakil Ketua Partai Gerindra ini.

Lantas, ia juga mempertanyakan, bagaimana bisa Terminal Kedung Cowek bisa mangkrak 10 tahun dan tak sesuai dengan perencanaan yang ada. “Ini pertanda, Wali Kotanya ngga becus, Bappekonya juga ngga becus," tegasnya.

Dengan adanya insiden tersebut, gelontoran dana untuk Terminal Kedung Cowek yang sedang menjadi kontroversi arah tujuannya, berpotensi menuju korupsi. "Kejaksaan dan kepolisian itu jangan diam. Tidak perlu menunggu laporan. Percuma ada intel kalau tidak dilakukan penyelidikan secepat mungkin," ungkap Malik.

 

Tak Ada Perencanaan

Terpisah, Ali Shahab, menyebut bahwa masih banyak pekerjaan rumah bagi Pemkot Surabaya dibawah Tri Rismaharini yang belum rampung. Grojokan dana masih belum bisa menjawab mangkraknya Terminal Kedung Cowek.

"Ini bukti bahwa Pemkot di bawah Bu Risma ada beberapa catatan yang mendasar tidak sesempurna yang dicitrakan oleh media. Seringkali, tidak atau kurangnya evaluasi dan keberpihakan dalam kebijakannya," ujar Ali Sahab, Minggu (8/11/2020).

Akademisi Unair itu menduga, mangkraknya Terminal Kedung Cowek tidak lain dan tidak bukan karena kurangnya inovasi dan perencanaan yang matang. "Seperti angkot yang dimasa sulit menghadapi taksi online tidak ada perhatian, misal keringanan pajak mobil, subsidi. Apalagi angkot-angkot armadanya jelek, kalah sama daerah luar jawa. Dulu ketika rencana monorail dan trem sopir angkot mau digaji tapi tidak jadi. Ini lah kurangnya ada perencanaan yang matang," terangnya.

Terkait adanya dugaan penyelewengan anggaran yang menjurut kerugian negara, Ali Shahab meminta pada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk ikut turun aktif meninjau di lapangan. “Untuk adanya dugaan kerugian negara, saya berharap KPK bisa ikut turun tangan,” jelas Ali. mbi

Berita Terbaru

Heboh! Wali Murid di Sampang Ngeluh, Menu Buah di MBG Sreseh Membusuk

Heboh! Wali Murid di Sampang Ngeluh, Menu Buah di MBG Sreseh Membusuk

Kamis, 26 Feb 2026 13:00 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Baru-baru ini, heboh lagi terkait menu di Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bundeh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang…

Awal Ramadhan, Harga Cabai hingga Daging Ayam di Sampang Melonjak Naik

Awal Ramadhan, Harga Cabai hingga Daging Ayam di Sampang Melonjak Naik

Kamis, 26 Feb 2026 12:59 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 12:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Harga sejumlah komoditas bahan pokok diantaranya cabai dan daging ayam di Kabupaten Sampang melonjak di awal Bulan Ramadhan. Daging…

Awal Ramadhan, Bulog Catat Permintaan MinyaKita di Banyuwangi Naik 50 Persen

Awal Ramadhan, Bulog Catat Permintaan MinyaKita di Banyuwangi Naik 50 Persen

Kamis, 26 Feb 2026 12:17 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Berdasarkan catatan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Banyuwangi peningkatan permintaan mencapai 50% di mana sejak awal…

Lewat ‘Si Samawa’, Pemkot Madiun Integrasikan Layanan Nikah hingga Adminduk Lebih Cepat

Lewat ‘Si Samawa’, Pemkot Madiun Integrasikan Layanan Nikah hingga Adminduk Lebih Cepat

Kamis, 26 Feb 2026 11:44 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui aplikasi "Si Samawa" atau Sistem Informasi Kerja Sama Kepala Kantor Kementerian Agama dengan Wali Kota, Pemerintah Kota…

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Jember Siapkan Skema Intervensi Pangan Terpadu

Jaga Stabilitas Harga, Pemkab Jember Siapkan Skema Intervensi Pangan Terpadu

Kamis, 26 Feb 2026 11:38 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Selama Bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah berkomitmen dengan menyiapkan skema intervensi pangan terpadu…

Lewat Gerakan Pangan Murah, Pemkab Bojonegoro Komitmen Jaga Pasokan Bapok

Lewat Gerakan Pangan Murah, Pemkab Bojonegoro Komitmen Jaga Pasokan Bapok

Kamis, 26 Feb 2026 11:16 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Selama Bulan Ramadhan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, bakal menggelar gerakan pangan murah di sejumlah wilayah…