SURABAYAPAGI.COM - Gelaran Familiarization Trip yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jatim di Banyuwangi menuai kritik. Terlebih kegiatan lain seperti East Java Fashion Harmony dari anggaran Pemprov Jatim juga digelar di kota yang sama, Banyuwangi.
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Deni Wicaksono menilai tahun ini kegiatan promosi Pariwisata seharusnya tidak hanya di Banyuwangi. Tapi juga ke Daerah lain yang sama-sama punya potensi. Pasalnya, banyak tempat wisata di Jatim yang juga perlu disentuh dan dieksplore pemerintah. Seperti di wilayah Ngawi, Magetan, Trenggalek, Ponorogo hingga Pacitan. "Harusnya wilayah Dapil 9 (Ngawi, Magetan, Trenggalek, Ponorogo dan Pacitan) lebih perlu dieksplore. Karena sampai sekarang gaung wisatanya kurang terdengar, tapi keindahan alamnya gak kalah menarik," sindir Deni Anggota DPRD Jatim dari Dapil 9 ini, Minggu (15/11/2020).
Deni menegaskan pemerataan kegiatan dan keseriusan Pemprov Jatim harus dibuktikan dengan meratanya mengeksplore tempat-tempat wisata di Jatim. Jangan kemudian daerah yang sudah bagus promosinya, justru di promosikan lagi. Sedangkan Daerah lain yang punya potensi wisata tak pernah di promosikan.
Ia mencontohkan, di wilayah Ngawi punya wisata alam Jamus dan Benteng Pendem, Magetan ada Telaga Sarangan, Ponorogo ada Telaga Ngebel, Trenggalek ada Pantai Prigi dan Mutiara, di Pacitan ada Pantai Teleng, Pantai Klayar dan banyak Gua-gua yang eksotis.
"Kalau terkait start awal, saya memaklumi tapi harapannya kegiatan itu jangan hanya sekali tetapi harus dilakukan di beberapa Kabupaten/Kota lain yang juga punya potensi alam yang tidak kalah indahnya," paparnya.
Sebelumnya Disbudpar Jatim menggandeng puluhan media dan penggiat media sosial (medsos) ikut dalam kegiatan selama 3 hari di Banyuwangi ini, mulai 13-15 November 2020. Ada beberapa titik spot wisata yang dikunjungi, di antaranya adalah Pantai Pulau Merah, Hutan de-djawatan, Sendang Sruni dan Bangsring Underwater. rko
Editor : Redaksi