Penyelundupan Sabu di Lapas Jombang, Warga Binaan Ditetapkan Tersangka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga binaan lapas saat jalani pemeriksaan di Mapolres Jombang. SP/ M. Yusuf
Warga binaan lapas saat jalani pemeriksaan di Mapolres Jombang. SP/ M. Yusuf

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Hasil Labfor Polda Jatim untuk barang bukti dalam kasus penyelundupan diduga sabu yang dikemas kemasan kerupuk ke Lapas Kelas IIB Jombang pada 11 November lalu telah keluar.

Hasilnya, bahwa barang bukti kristal putih tersebut merupakan narkotika jenis sabu dan pil ineks. Untuk itu, kini polisi menetapkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Jombang, Nasiril Caki (25), sebagai tersangka.

Kasatresnarkoba Polres Jombang, AKP Mochamad Mukid mengatakan, bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus penyelundupan tersebut.

"Hasil labfor keluar keluar pada Jumat, (20/11/2020) kemarin. Itu narkotika golongan 1 dan Ineks. Dan hari ini napi berinisial NC kita tetapkan sebagai tersangka," katanya, Selasa (24/11/2020).

Menurut penjelasan Mukid, bukti sudah menguat untuk menetapkan sebagai tersangka. NC mengakui, bahwa sebelumnya memesan sabu dan berhasil diselundupkan ke dalam lapas.

"Pertama sabu satu gram berhasil diselundupkan. Lalu yang kedua ini sabu dua gram dan lima butir pil ineks, tapi digagalkan petugas lapas. Modusnya sama lewat kerupuk," jelasnya.

Mukid mengungkapkan, bahwa pihaknya masih memerlukan waktu untuk mendalaminya. Karena belum diketahui secara pasti, apakah sabu tersebut dikonsumsi sendiri atau diedarkan lagi didalam lapas.

"Jadi transaksi tersangka NC ini menghubungi seseorang, dan bayarnya transfer. Kita masih dalami, sabu ini dikonsumsi sendiri atau diedarkan lagi," ungkapnya.

Menurut keterangan Mukid, pihaknya telah mengantongi identitas pengirim barang haram yang diselundupkan ke lapas. "Kita sudah tetapkan sebagai DPO, ada dua orang. Kita masih lidik. Mohon doanya segera tertangkap," terangnya.

Napi lapas tersebut dijerat dengan Pasal 114, 112 tentang Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya. suf

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…