Diejek Miskin, Remaja Habisi ABG di Kebun Singkong

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menanyai Santoso, pelaku pembunuhan saat rilis kasus di mapolres Malang.
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menanyai Santoso, pelaku pembunuhan saat rilis kasus di mapolres Malang.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Jasad Adit Pratama (14) yang ditemukan di ladang dekat rumahnya di Kampung Baru, Sukowilangun, Kalipare, Malang yang dilaporkan telah hilang selama 5 hari ternyata korban pembunuhan.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengatakan, setelah hasil autopsi keluar dan memeriksa sejumlah saksi, polisi akhirnya menetapkan Santoso (20) warga Dusun Tawang, Desa Sukowilangun sebagai tersangka pembunuhan. Santoso dan korban adalah teman satu kampung.

Pasca ditetapkan tersangka dan diamankan, polisi langsung melakukan pemeriksaan kepada tersangka. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku nekat membunuh korban karena sakit hati.

"Pelaku mengaku sakit hati karena diejek korban. Pelaku disebut sebagai orang miskin yang tidak bisa membeli handphone," ujar Hendri, Selasa (1/12/2020).

Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar membeberkan kronologis terjadinya pembunuhan. Kata Hendri, pada hari Jumat (27/11/2020) malam, pelaku dan korban sedang ngopi di sebuah warung kopi Pasar Peteng, Kalipare.

“Malam itu korban ngopi dengan pelaku sambil melihat YouTube melalui WiFi di cafe tersebut. Kemudian karena ponsel milik korban baru, pelaku menanyakan jika telepon milik korban baru,” terang Hendri.

Korban lalu menjawab, jika ponselnya memang baru. “Iyo, hapeku Iki larang. Kowe opo Kuwat tuku’, wong awakmu kere (Iya, ponsel saya ini mahal. Kamu apa mampu membeli, kamu kan orang miskin,” beber Hendri menirukan ucapan korban saat itu.

Mendengar cemooh dan ejekan korban inilah, pelaku marah dan berniat menghabisi korban. Sekitar pukul 03.00 hari itu juga, pelaku kemudian mengajak korban dengan berpura-pura melihat jaring perangkap burung yang tak jauh dari tempat mereka berdua ngopi.

Saat berjalan sejauh 100 meter, pelaku langsung mencekik leher korban. Korban sempat tak berdaya hingga jatuh pingsan. “Cekikan pertama membuat korban jatuh pingsan.Beberapa saat kemudian, korban sadar dan sempat lari. Namun kembali dikejar dan tertangkap lagi oleh pelaku di kebun singkong,” papar Hendri.

Dengan emosi memuncak, pelaku kembali mencekik leher korban hingga meninggal dunia.”Setelah dicekik lagi dan memastikan korban tewas, pelaku sempat menunggui korban selama dua jam hingga pukul 05.00 pagi hari. Kemudian tersangka pulang ke rumah dan ponsel korban diambil selanjutnya disembunyikan pelaku di belakang rumahnya,” tutur Hendri.

Jasad korban baru dilaporkan keluarganya hilang sejak hari Minggu (29/11/2020) siang. Setelahnya pada hari Senin (30/11/2020) pagi, jasad korban ditemukan sudah dalam kondisi membusuk di kebun singkong oleh seorang pencari rumput.

“Pelaku kita jerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 80 ayat 3 juncto 76 c UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Lalu Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dan pasal 365 pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara,” Hendri mengakhiri. 

Berita Terbaru

Ketua DPP Golkar Penampung Uang Hasil Korupsi

Ketua DPP Golkar Penampung Uang Hasil Korupsi

Kamis, 17 Sep 2026 07:37 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com – Ketua DPP Partai Golkar Fahd El Fouz alias Fahd Arafiq sudah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9/2026). K…

POLITISI GOLKAR YANG DI OTT ORANG KEPERCAYAAN MENTERI BPN

POLITISI GOLKAR YANG DI OTT ORANG KEPERCAYAAN MENTERI BPN

Kamis, 17 Sep 2026 07:33 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com – Skandal ini membongkar praktik kongkalikong pengurusan HGB Summarecon di Kabupaten Bogor. Kasus bermula dari pengajuan perpanjangan HGB a…

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Pelayanan Viral Di Medsos, RS Darmayu Ponorogo Beri Penjelasan, Sebut Ada Miskomunikasi

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Rumah Sakit Darmayu yang viral di Media Sosial (Medsos) Face Book sejak Selasa (15/09/2026) kemarin pagi, akibat postingan keluarga…

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

OTT KPK di Lingkungan ATR/BPN, Program PTSL Ponorogo Dipastikan Tetap Berjalan

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ponorogo dipastikan tetap berjalan, kendati Komisi Pemberantasan…

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Empat Abad Syekh Yusuf Al-Makassari, Saat Warisan Ulama Nusantara Dibaca Kembali untuk Zaman

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:23 WIB

SurabayaPagi, Mojokerto – Empat abad setelah kelahirannya, pemikiran Syekh Yusuf Al-Makassari kembali dikaji untuk melihat relevansinya dengan persoalan z…

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Jalan sehat dan Gowes bersama digelar IKASPEGABAYA

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 19:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Surabaya (IKASPEGABAYA) menggelar kegiatan jalan sehat dan gowes bersama, Minggu lalu. Kegiatan tersebut menjadi…