Prof Kyai Maksum : Pemimpin itu Jangan Marah-Marah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Paslon Machfud Arifin-Mujiaman rutin melakukan safari dari masjid ke masjid untuk menunaikan sholat jumat. , Jumat (4/12).SP/ALQOMARUDDIN.
Paslon Machfud Arifin-Mujiaman rutin melakukan safari dari masjid ke masjid untuk menunaikan sholat jumat. , Jumat (4/12).SP/ALQOMARUDDIN.

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman (maju) dinilai pemimpin yang lemah lembut, penuh toleransi, dan religius. Mereka dinilai cocok memimpin kota Surabaya yang notabene warganya heterogen. 

Hal ini disampaikan oleh Prof Dr. KH. Maksum Nur Alim yang menjadi imam dan khatib di Masjid Rahmat Kembang Kuning usai sholat jumat. Menurutnya, pemimpin jangan pernah marah-marah kepada rakyatnya, apalagi sampai dholim. 

"Kepemimpinan nabi itu nggak pernah marah-marah, dan itu sudah diperingatkan oleh Allah, karena kalau keras maka niscaya umatnya akan lari. Jadi, seorang pemimpin harus lemah lembut, pemimpin Surabaya juga begitu, boleh tegas tapi nggak boleh marah-marah. Beliau (Machfud-Mujiaman) bisa membawa Surabaya lebih baik, cocok dan nggak pernah marah-marah, lemah lembut, artinya cocok jadi pemimpin Surabaya," tegasnya, Jumat (4/12).

Dalam khotbahnya, Prof Kyai Maksum menceritakan kisah nabi Yunus yang ditelan ikan Paus karena marah dan meninggalkan umatnya. Selama 40 hari 40 malam berada di perut ikan, nabi Yunus akhirnya berdoa dan memohon ampun atas kekhilafannya.

"Belajar dari kisah ini, pemimpin itu apapun problemnya jangan pernah marah-marah dan meninggalkan umatnya supaya tidak mendapatkan adzab dari Allah," ucapnya.

Prof Kyai Maksum juga mendoakan Machfud-Mujiaman. Doa yang dipanjatkan adalah doa nabi Ibrahim. Tujuannya adalah supaya masyarakat Surabaya memiliki kecenderungan dan cinta kepada Machfud-Mujiaman.

"Doa yang saya baca doanya nabi Ibrahim saat mengelilingi ka'bah," ujarnya.

Machfud Arifin dan Mujiaman setiap jumat, rutin melakukan safari dari masjid ke masjid untuk menunaikan sholat Jumat. Untuk kali ini, Machfud dan Mujiaman hadir bersamaan untuk sholat jumat di Masjid Rahmat Kembang Kuning. Paslon nomor 2 ini dikenal sebagai pemimpin yang religius. 

Machfud Arifin mengatakan, selain menunaikan sholat jumat, safari jumat tujuannya juga untuk membangun silaturahmi dengan masyarakat. Dengan model ini juga bisa menampung aspirasi dari masyarakat secara langsung.

"Saya senang silaturahim, tahu problem masyarakat yang ada di sekitar masjid," ujarnya.

Sosok Machfud Arifin memang dikenal religius. Saat menjabat Kapolda Jawa Timur, Machfud membangun masjid besar dan dinobatkan sebagai masjid termegah di lingkungan Polda. 

"Orang yang tahu saya saat dinas di kepolisian selalu bangun masjid sebagai sarana ibadah yang nyaman. Ini jangan diartikan nggak toleran. Justeru tim saya di kontestasi ini (Pilwali Surabaya) banyak dari non muslim. Bagi saya, keberagaman akan menjadi kekuatan dan ini ciri khas Indonesia," terangnya.

Arek Ketintang Surabaya ini menghimbau masyarakat Surabaya agar tidak terpengaruh oleh hasutan dan informasi hoax. "Gunakan hati nurani untuk memilih pemimpin. Ayo datang ke TPS, jangan terpengaruh hasutan dan janji-janji, gunakan hati nurani," ujarnya.

Sementara Calon Wakil Wali Kota Surabaya Mujiaman mengatakan, Machfud-Mujiaman selalu kompak. Kekompakan ini dibangun dengan koordinasi intens dan pembagian tugas masing-masing. 

"Prinsipnya, membangun Surabaya harus kompak, ada pembagian tugas yang jelas, karena pemimpin itu memang harus kompak," katanya.

Mantan Dirut PDAM Surya Sembada Kota Surabaya ini menegaskan, saling bekerjasama dan bersinergi antar organisasi dan semua elemen masyarakat juga penting dalam membangun Surabaya. "Keterlibatan masyarakat dan semua komponen itu kunci membangun Surabaya," tukasnya.Alq

Berita Terbaru

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sebuah rumah di kawasan Dharmahusada Permai, Surabaya, menjadi sorotan dalam persidangan perkara dugaan sindikat penipuan daring l…

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Mantan Wali Kota Madiun Maidi menghadapi tuntutan berat dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang ditangani Komisi P…

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus d…

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Banten — SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk m…

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…