SURABAYAPAGI, Surabaya - Gedung baru Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (FTb Ubaya) diresmikan oleh Menristek / Kepala BRIN, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D. Acara ini termasuk rangkaian kegiatan dari kunjungan Menristek / Kepala BRIN meninjau hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di Ubaya. Jumat (4/12/2020).
Peresmian gedung baru ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menristek / Kepala BRIN dan didampingi oleh Rektor Ubaya, Ir. Benny Lianto, MMBAT., dan Anton Prijatno, SH. selaku Ketua Yayasan Ubaya di Gedung FTb Ubaya Ruang Serbaguna Lt. 6, Kampus Ubaya Tenggilis.
Dekan Fakultas Teknobiologi Ubaya, Dr. rer. nat Sulistyo Emantoko Dwi Putra, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa, "Gedung baru ini memiliki enam lantai dengan penambahan fasilitas dan ruang baru untuk menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui pembangunan gedung baru FTb Ubaya, diharapkan dapat meningkatkan semangat aktivitas mahasiswa dan dosen dalam kegiatan belajar mengajar, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat," tutur Dr. rer. nat Sulistyo Emantoko Dwi Putra, S.Si., M.Si.
Gedung dengan enam lantai ini terdiri dari ruang laboratorium dan ruang kelas. Lantai pertama terdapat ruang Laboratorium Bakery atau Pengembangan Bioteknologi Pangan. Disamping itu, Menristek / BRIN juga meresmikan kantor Ubaya InnovAction Hub (UIH) yang berada di lantai pertama. Ruang tersebut akan berfungsi sebagai tempat inkubator bisnis untuk pengembangan kewirausahaan dan inovasi bagi mahasiswa, akademisi, maupun alumni Ubaya. Di lantai kedua terdapat Laboratorium Pemeliharaan Mikroorganisme yang terdiri dari ruang 4 derajat dan 37 derajat. Ruang 4 derajat berfungsi sebagai tempat menyimpan mikroorganisme sedangkan ruang 37 derajat untuk menumbuhkan mikroorganisme.
“Di lantai enam terdapat Ruang Serbaguna yang bisa digunakan rapat atau pertemuan. Gedung baru ini juga memiliki rooftop yang berfungsi sebagai greenhouse. Suasana di rooftop cukup luas serta nyaman dengan pemandangan dari atas gedung dan taman dari greenhouse, rencana kedepan kami ingin membuat cafe untuk mahasiswa. Jadi mahasiswa bisa mengerjakan tugas disini,” ucap Dekan Fakultas Teknobiologi Ubaya.
Dalam acara ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya menampilkan pameran karya sejumlah produk hasil dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan akademisi bersama mitra binaan seperti sambal UKM Dede Satoe (DD 1), Ashitaba Leaves Tea, olahan Kelor, dan masih banyak yang lain. “Hasil penelitian dan pengabdian Ubaya diarahkan pada inovasi dan teknologi tepat guna bagi masyarakat melalui tiga klaster yaitu Healthy Living, Green Technology, dan Good Governance. Kedepannya, penelitian dan pengabdian Ubaya akan semakin diperkuat dalam hal outcomes berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang produktif, inovatif, dan implementatif dalam kerjasama dengan mitra,” ungkap Prof. Suyanto, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D., selaku Ketua LPPM Ubaya. mbi
Editor : Mariana Setiawati