Meski Meleset, PDIP Unggul di Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Paslon no urut 1 Eri Cahyadi dan istri saat akan memasukkan kertas suara. SP/Patrik Cahyo
Paslon no urut 1 Eri Cahyadi dan istri saat akan memasukkan kertas suara. SP/Patrik Cahyo

i

Eri Cahyadi-Armuji Baru Unggul Hitungan Quick Count, Sudah Deklarasikan Kemenangan. MA-Mujiaman, Nunggu Proses Final di KPU

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pilkada serentak di 19 daerah Kabupaten-kota di Jawa Timur. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai berkuasa saat ini memenangkan 11 daerah di Jawa Timur. Sementara targetnya 13 daerah. Ini artinya target capaiannya meleset. Sedangkan kepala daerah harapannya yaitu kota Surabaya, sudah tercapai. Tapi ada yang unik, baru unggul di hitungan hitung cepat (quick count), pasangan yang diusung PDIP sudah mendeklarasikan kemenangan. Padahal Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai penyelenggara pilkada serentak 2020 belum mengambil keputusan.

Berbeda dengan paslon Machfud Arifin-Mujiaman. Meski dalam hitungan beberapa lembaga hitung cepat, kalah unggul dari paslon Eri Cahyadi-Armuji, tetap tidak gentar. Pensiunan jenderal polisi ini mempersilakan tim suksesnya menunggu proses final keputusan KPU. “Menang kalah bagi kami tidak ada masalah. Bukan hak kami untuk menentukan itu. Saya berkeyakinan, apa yang diupayakan bersama Pak Mujiaman merupakan bagian dari ikhtiar dan berdoa,” kata Machfud Arifin, kepada wartawan Surabaya Pagi di rumahnya Jl. WR Soepratman Surabaya, Rabu (9/12/2020) sore.

Untuk itu, Machfud mengucapkan terima kasih kepada seluruh partai pengusung, pendukung dan warga Surabaya sudah menentukan pilihannya.

Meski demikian, lanjut dia, pihaknya tetap menunggu tahapan perhitungan yang dilakukan KPU Surabaya sampai selesai.  "Itu yang harus kita ikuti bersama. Nantinya dari tim kami akan ikutin sampai final keputusan di KPU," katanya.

Setelah itu, kata dia, pihaknya akan merumuskan langkah-langkah ke depan untuk menyikapi perolehan suara yang ada sekarang ini.  "Saya rasa saya tidak panjang lebar. Jadi sekali lagi tunggu, sabar, sampai hitungan secara resmi oleh KPU. Terima kasih," ujarnya.

 

Rayakan Kemenangan, Berjoget dan Bernyanyi

Sedangkan, suasana berbeda yang terjadi di Kantor DPC PDIP Surabaya, Rabu (9/12/2020). Meski masih unggul dari hitung cepat, puluhan bahkan ratusan relawan Eri-Armuji yang memadati kantor DPC PDIP Surabaya, merayakan kemenangan dengan berjoget dan bernyanyi bersama-sama paslon Eri-Armuji.

Setelah berjoget dan bernyanyi, Eri Cahyadi pun langsung mendeklarasikan kemenangannya dengan rasa puas, bahwa hasil hitung cepat tidak akan jauh berbeda dengan hasil hitung manual KPU.

"Innalillahi wainna illahi rojiun. Kami Eri Cahyadi dan Armuji, dari hasil hitung cepat, kami menang. Bahwa kami diberi amanah memimpin kota Surabaya. Untuk itu kami berharap seluruh warga mampu bekerjasama dalam membangun kota. Dalam pilkada ini hanya untuk kepentingan dunia. Tujuan kami tidak merebut kekuasaan. Sambil menunggu hasil perhitungan KPU, tidak ada euforia berlebihan. Harus menghormati saudara, tidak ada lawan. Persaingan berakhir. Kita kembali ke satu, kepentingan untuk masyarakat Surabaya," terang Eri Cahyadi.

Eri meminta tidak ada lagi hoax atau ujaran kebencian saling menjatuhkan dan meminta masyarakat untuk sama-sama membangun Kota Surabaya.

"Kota yang dicintai. Kota kelahiran kita semua. Ini semua karena kota kelahiran kita semua. Jaga keutuhan kota Surabaya, untuk memakmurkan Surabaya dan menciptakan keutuhan kota Surabaya," imbuhnya.

Tidak hanya itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga turut hadir dan bersyukur, sebab telah diberikan kesempatan untuk melanjutkan pembangunan Kota Surabaya dengan kemenangan dari Eri Cahyadi dan Armuji.

“Saya harap, janji-janji yang sudah diucapkan oleh pak Eri dan pak Armuji, harus segera direalisasikan. Saya berharap dan bermimpi Surabaya akan jadi kota yang lebih maju karena dipimpin anak muda yang tentunya cara bekerjanya lebih cepat dan lebih normatif," pungkas Risma.

 

PDIP Unggul 11 Daerah

Sementara, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Kusnadi optimis bisa mempertahankan kepemimpinan di kabupaten/kota yang secara tradisional sebagai ‘basis’ Banteng di Pilkada 2020. Bahkan, data awal hasil hitung cepat internal maupun eksternal yang masuk, pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan unggul di 11 daerah kabupaten/kota yang sebelumnya dipimpin kepala daerah bukan dari PDI-P.

“Data yang dihimpun teman-teman BSPN (Badan Saksi Pemilu Nasional) PDI Perjuangan Jatim hingga jam 5 sore tadi, paslon kita unggul di 11 kabupaten/kota. Yang lainnya, hasil suaranya masih dihimpun,” ungkap Kusnadi, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim di Surabaya, Rabu (9/12/2020).

Daerah yang secara tradisional kepemimpinannya dipegang kader PDI Perjuangan, tambah Kusnadi, hitungan internal maupun quick count lembaga survei, menunjukkan hasil menggembirakan. Dia mencontohkan Kota Surabaya yang dalam tahapan pilkada 2020 berjalan, PDI Perjuangan seperti dikepung, dan menghadapi politik uang serta politik pecah belah, namun pasangan Eri Cahyadi-Armudji tetap teratas di semua quick count lembaga survei.

“Ini membuktikan kepahlawanan arek-arek Surabaya dalam memenangkan Eri-Armudji,” sebut Kusnadi.

Pria yang juga menjabat Ketua DPRD Jatim ini juga menyebut daerah lain yang juga menunjukkan kemenangan bagi pasangan calon yang diusung PDIP. Di antaranya Kab Kediri, Ngawi, Trenggalek, Banyuwangi, Ponorogo, Kabupaten Malang, Sumenep, Gresik, Situbondo, dan Kota Blitar.

Sementara, di tiga daerah, jago PDI Perjuangan berhasil merebut kepemimpinan. “Seperti Ponorogo, Gresik dan Situbondo, ini termasuk kabupaten/kota baru yang bakal dipimpin pasangan calon kita. Sebelumnya pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan belum pernah menang di daerah ini,” terang Kusnadi,

“Dan di 11 kabupten/kota tadi, kita memberangkatkan kader PDI Perjuangan, baik sebagai calon kepala daerah, wakil kepala daerah, atau kedua-duanya seperti Surabaya dan Banyuwangi,” imbuh dia. alq/byt/rko/pat/mbi/cr2/rmc

Berita Terbaru

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Penebar Viral "Cukup..." Belum Berkontribusi Usai Gunakan Beasiswa LPDP

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP Mohammad Lukmanul Hakim mengatakan pihak LPDP bakal meminta keterangan AP hari ini. "Dalam…

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Golkar Temukan Penerima Beasiswa LPDP Umumnya Orang Kaya

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Golkar meminta syarat penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dievaluasi karena selama ini hanya bisa dipenuhi…