Kekuatan Daya Beli Masyarakat Di Tengah Pandemi Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Candida Andriadi.
Candida Andriadi.

i

DAMPAK pandemi covid-19 benar-benar telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan masyarakat dunia termasuk Indonesia, mulai kesehatan, pendidikan, keuangan hingga perekonomian.

Pembatasan atau penghentian aktivitas masyarakat yang diberlakukan pemerintah dianggap sangat penting untuk mengurangi penyebaran virus covid 19, tetapi disisi lain berdampak pula terhadap berhentinya roda perekonomian Indonesia. Akibat dari pandemi ini maka tidak dapat dihindari lagi pertumbuhan negara Indonesia (PDB) tahun 2020 menyusut atau bahkan berkontraksi di bandingkan dengan tahun 2019 dan tahun-tahun sebelumnya

 Apabila dilihat dari data BPS 2020, kuartal I 2020 PDB Indonesia masih tumbuh 2,97% sedangkan pada kuartal II menurun tajam menjadi - 5,32�n di triwulan III sebesar -3,49% sehingga dapat diartikan bahwa negara Indonesia bersama banyak negara lain telah masuk ke jurang resesi di tahun 2020 ini.  

Dalam situasi demikian, Faktor Konsumsi Rumah Tangga / daya beli masyarakat Indonesia masih dapat diandalkan agar bisa terlepas dari krisis ekonomi ini, dikarenakan beberapa faktor :

  1. Tiga faktor lain dalam membentuk PDB Indonesia yaitu Investasi, Belanja Pemerintah dan Ekspor-Impor yang membentuk neraca perdagangan sudah ikut turun tajam sehingga tidak bisa diandalkan dalam situasi pandemi covid 19 ini;
  2. Konsumsi rumah Tangga penyumbang sebesar 50% yang membentuk PDB Indonesia.

Kelesuan atau menurunnya konsumsi di masyarakat terlihat jelas dari data daya beli masyarakat berdasarkan dari data BPS 2020 yang menyatakan bahwa bulan Juli 2020 terjadi deflasi 0,1�n pada bulan bulan Agustus 2020 mengalami deflasi 0,05%.

2 bulan berturut-turut adanya deflasi ini menjadikan alarm bagi pemerintah bahwa konsumsi masyarakat sedang mengalami kelesuan yang tajam. Masyarakat sudah tidak mampu membeli barang-barang lain selain kebutuhan pokok. Itu pun hanya kebutuhan untuk makan kebutuhan pokok lainnya sandang dan papan sudah diabaikan atau ditunda dulu.

Berkurangnya pendapatan masyakarakat yang tajam ini disebabkan karena terjadinya PHK besar-besaran oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri, penundaan atau pemotongan pembayaran gaji/upah bulanan dll yang mengakibatkan tingkat pengganguran penduduk pada bulan Agustus 2020 bertambah 2,6 juta orang sehingga secara total menjadi 9,7 orang.

Kehati-hatian masyarakat dalam berbelanja yang biasanya hanya selektif untuk pemenuhan kebutuhan dasar turut menyumbang lesunya roda perekonomian Indonesia.

Di sisi lain kecenderungan masyarakat penghasilan menengah ke atas lebih suka menyimpan uang mereka dalam bentuk deposito atau tabungan di bank daripada membelanjakan uangnya semakin memperparah berjalannya roda ekonomi Indonesia.

Melihat semua hal ini, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk merangsang menaikkan daya beli masyarakat Indonesia melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan menggelontorkan sebesar Rp 695,2 T misalnya dengan bantuan sosial tunai, BLT Dana Desa, bantuan sosial paket sembako, listrik gratis, kartu pra kerja, subsidi gaji karyawan dan BLT Usaha Mikro Kecil.

Realisasi PEN sampai tgl 11 November sebesar Rp 386 T diharapkan  untuk dapat meningkatkan daya beli masyarakat untuk bisa menggerakkan roda perekonomian dimulai dengan belanja-belanja kebutuhan dasar sehingga dapar meningkatkan produksi dari usaha perorangan dan tingkat UMKM.

Peningkatan produksi di tingkat UMKM akan berpengaruh juga terhadap proses produksi pabrik-pabrik yang lebih besar, dan sektor swasta lain di semua lini sektor ekonomi.

            Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa hanya kekuatan konsumsi masyakarat masih bisa diandalkan Indonesia agar dapat keluar dari resesi ekonomi saat ini, bauran kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia menjadi sangat penting dalam situasi sekarang.

Masyakarat hendaknya lebih peka bahwa krisis ekonomi ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah tetapi semua masyarakat untuk lebih peduli dengan membelanjakan uangnya dengan membeli produk-produk dalam negeri sehingga bisa menggerakkan lagi semua sektor ekonomi.

Apabila ke 2 nya berjalan bersama maka roda perekonomian akan berjalan lebih cepat bergerak, jual-beli masyarakat meningkat, perputaran uang cepat, produksi pabrik-pabrik meningkat, penambahan jumlah tenaga kerja meningkat dan pada akhirnya pendapatan masyarakat meningkat dan kesejahteraan masyarakat Indonesia meningkat tajam menuju Indonesia yang lebih sejahtera.           

 Oleh : Candida Andriadi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Wujudkan Ketahanan Pangan Dampak Dinamika Global, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Salurkan Bantuan CPP

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 16:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menyalurkan bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada ribuan warga di…

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Khofifah Dorong Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf, Cegah Sengketa dan Penyusutan Aset

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jawa Timur memperkuat kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat u…

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Libatkan 56 Bidang Lomba, LKS Dikmen Jatim 2026 Perluas Kompetisi Lintas Jenjang

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 14:38 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Tingkat Provinsi Jawa …

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Investasi Raksasa US$600 Juta di JIIPE Gresik, Industri Melamin Siap Dorong Ekonomi dan Efisiensi Energi

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Arus investasi besar kembali mengalir ke sektor industri kimia nasional. Pembangunan pabrik melamin senilai sekitar US$600 juta di J…

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Kantor Imigrasi Klas II Non TPI Lakukan Operasi Wirawaspada

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar-  Operasi Wirawaspada yang di gelar Kantor Imigrasi Blitar di wilayah kerjanya, mengawasi dengan sasaran  keberadaan dan aktivitas o…

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Masinis KA 270B Malioboro dan Petugas KAI Gagalkan Upaya Bunuh Diri di Jalur KA Kertosono

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

Jumat, 10 Apr 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- PT Kereta Api Indonesia Daop  7 Madiun berhasil menggagalkan upaya Hara Kiri  yang dilakukan oleh seorang perempuan di jalur kereta a…