Oknum ASN Dinkes Blitar Buka Praktek Aborsi Ilegal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para pelaku kasus aborsi ilegal ditunjukkan saat rilis di mapolres Blitar. SP/Les
Para pelaku kasus aborsi ilegal ditunjukkan saat rilis di mapolres Blitar. SP/Les

i

Berjalan Selama 17 Tahun Sejak 2003, Mematok Tarif Rp 2-2,5 Juta

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Jelang akhir tahun Polres Blitar berhasil mengungkap oknum ASN dari Dinkes Kab Blitar yang bernama Agus Tri (52) warga Gondanglegi Kel/Kec Sutojayan Kabupaten Blitar. 

Ia ditangkap di rumahnya awal Desember 2020 ini oleh Team Buser Polres Blitar dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Dony Kristiyan.

Penangkapan Oknum ASN ini disampaikan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK dalam releasenya Kamis (17/12) pukul 13.00 WIB di Polres Blitar.

Penyidik Polres Blitar menetapkan 3 orang tersangka terkait kasus aborsi yang dialami oleh siswi berinisial LAN (16) yang sempat viral pada medio September 2020 lalu.

Tiga orang itu masing-masing adalah tersangka utama berinisial AT (52), warga Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar yang merupakan seorang Pegawai Negri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.

Kasus aborsi yang dialami LAN terkuak setelah pelajar perempuan itu mengalami masalah pascapengguguran.

Kandungan LAN dilaporkan merupakan hasil pencabulan dari bapak angkatnya, AG (56), yang merupakan pegawai di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar yang saat ini juga sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, penetapan ketiga tersangka itu merupakan hasil pengembangan dari kasus pencabulan yang menjerat AG (56) tahun, yang sudah ditetapkan menjadi tersangka.

“Petugas berhasil mengamankan dua pelaku, satu pelaku utama dan satu pelaku kedua yang peranya membantu turut serta dan dia yang mencari pelangan dan di kasih ke pelaku utama,” terang Ahmad Fanani Eko Prasetya, Kamis (17/12/2020).

Ahmad Fanani menjelaskan, pelaku kedua merupakan orang yang menujukkan lokasi.

Dalam kasus ini penyidik mengamankan barang bukti alat medis berupa 1 buah alat Spekulan (untuk menarik Janin dari Rahim, 4 buah alat Klem Arteri 2 Box Obat keras jenis Cefadroxil dan 2 Obat keras Bledstop yang digunakan untuk aborsi.

Sementara itu, kepada polisi, tersangka mengaku mematok harga Rp 2 sampai 2,5 juta. Tarif itu ia gunakan untuk membelanjaka obat yang harganya sekitar Rp 50 ribu, sedangkan sisanya masuk kantongnya.

"Tarifnya antara Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Saat ini kami sedang menyelidiki sudah ada berapa orang yang menggunakan jasa pelaku untuk melakukan aborsi," ujarnya.

Kepada polisi, ia juga mengaku telah melakukan praktek aborsi ilegal itu sejak 2003 silam.

“Yang bersangkutan adalah tenaga medis di Puskesmas dan melakukan praktik aborsi ini dari tahun 2003,” tegasnya

Para tersangka dijerat dengan pasal 194 jo pasal 75 UU No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. les

Berita Terbaru

Perkuat Kepastian Investasi, Pemkab Sidoarjo Sempurnakan Rencana Detail Tata Ruang

Perkuat Kepastian Investasi, Pemkab Sidoarjo Sempurnakan Rencana Detail Tata Ruang

Senin, 02 Nov 2026 11:13 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai langkah strategis dalam mendukung investasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperkuat Rencana Detail Tata Ruang…

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SIDOARJO- Laporan Komisi E DPRD Jawa Timur terhadap usulan anggaran BPBD Jawa Timur pada Rancangan APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD…

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Belanja logistik untuk penanganan korban bencana di Jawa Timur mendapat atensi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari…

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…