Akui Perbuatannya, Gilang Fetish Ngaku Insyaf

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gilang Aprilian Nugraha, akhirnya hadir di ruang sidang Tirta 1, Pengadilan Negeri Surabaya.SP/BUDI
Gilang Aprilian Nugraha, akhirnya hadir di ruang sidang Tirta 1, Pengadilan Negeri Surabaya.SP/BUDI

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Gilang Aprilian Nugraha, akhirnya hadir di ruang sidang Tirta 1, Pengadilan Negeri Surabaya, untuk menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa dalam kasus asusila dengan cara membungkus korban dengan kain jarik.

Dalam keterangannya, pria kelahiran Kapuas, Kalimantan Tengah tersebut ingin sekali menghentikan penyimpangan perilaku seksualnya. Oleh karena itu, ia mengaku mengaku sangat bersalah setiap kali usai beraksi.

"Saya sulit merubah orientasi seks saya. Sejak kelas lV SD, saya sudah berorientasi seks seperti itu. Saya merasa kok begini terus setiap habis melakukan saya berpikir. Ingin lepas dari perasaan itu. Saya merasa bersalah,"ucap Gilang lirih.

Mantan mahasiswa perguruan tinggi negeri di Surabaya ini mengaku merasakan kepuasan seksual setiap kali melihat lelaki dibungkus kain.Terlebih ketika korbannya merasa tersiksa saat dibungkus. Dia melihat lelaki dibungkus sambil beronani.

"Saya suka pria hidup dibungkus. Sempat onani saya sampai ejakulasi," katanya.

Terkait para korban, Gilang mengaku ada tiga korban yang melaporkan dibungkus terdakwa selama 2018 hingga tahun ini. Pertama mahasiswa berinisial F, BB dan RJ.

"Saya kenal di Instagram minta nomor WhatsApp. Saya perintah secara tulisan," ujarnya.

Korban F diminta Gilang untuk membungkus diri dengan dalih penelitian untuk tugasnya. Namun, kenyataannya untuk memuaskan hasrat seksualnya. F sempat menolak, tetapi Gilang menyatakan vertigonya kambuh jika permintaannya ditolak dan akan bunuh diri. F kemudian mengirim video dirinya dibungkus kepada Gilang melalui WhatsApp.

Sedangkan korban kedua berinisial BB. Oleh Gilang, BB diajak bertemu di kosnya lalu dibungkus. Selanjutnya dia onani hingga ejakulasi. RJ yang merupakan adik kelas Gilang di kampus juga dibungkus dengan modus yang sama di kamar kos. Gilang juga berdalih untuk kepentingan penelitian.

Namun, dia menolak disebut memaksa para korbannya untuk dibungkus. Menurut dia, ketiga korbannya membungkus diri secara sukarela. Bungkus membungkus itu juga dilakukan atas dasar suka sama suka.

"Dia tidak melawan. Dia menikmati sampai ejakulasi. Saya tidak memaksa," tukasnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy Pramana mendakwa Gilang telah berbuat asusila serta mendistribusikan, mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memuat konten pemerasan.

Saat dikonfirmasi, JPU Willy mengatakan, secara perbuatan, terdakwa Gilang mengakui semuanya. Bahkan, Willy menyampaikan terdakwa ingin insaf karena menyesali perbuatannya.

"Intinya terdakwa sudah mengakui semua perbuatannya mas. Dan juga tidak berbelit-belit selama menjalani pemeriksaan," tutur JPU Willy.

Sementara itu, Sudiro Husodo, Penasihat Hukum terdakwa saat ditemui juga mengatakan hal yang sama bahwa terdakwa mengakui perbuatannya. "Ya seperti dalam sidang tadi. Dia mengatakan dengan ketulusan memang itu kejadiannya. Memang ada komunikasi sebelumnya dan sepakat melakukan itu. Apalagi saksi korban sampai datang dua kali ingin melakukan itu lagi,"tandasnya.nbd

Berita Terbaru

Wamenkes Yakin Kota Mojokerto Bakal Jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Wamenkes Yakin Kota Mojokerto Bakal Jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Selasa, 29 Sep 2026 15:33 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas layanan kesehatan menjadi modal penting bagi Kota Mojokerto untuk mempercepat upaya e…

Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Sukses Digelar di Surabaya

Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Sukses Digelar di Surabaya

Selasa, 29 Sep 2026 15:26 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:26 WIB

SurabayaPagi, Surabaya Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 sukses dilaksanakan pada Minggu (27/9) di Balai Kota Surabaya. Mengusung tema Energy of…

Tunggu Kejelasan Regulasi, Disbudpar Tulungagung Sesuaikan Target PAD Wisata

Tunggu Kejelasan Regulasi, Disbudpar Tulungagung Sesuaikan Target PAD Wisata

Selasa, 29 Sep 2026 15:24 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti sejumlah objek wisata yang pengelolaannya berkaitan dengan kawasan hutan dan masih menunggu kejelasan regulasi,…

Atasi Macet Ketapang, Dermaga Bulusan Banyuwangi Didorong Kembali Beroperasi

Atasi Macet Ketapang, Dermaga Bulusan Banyuwangi Didorong Kembali Beroperasi

Selasa, 29 Sep 2026 15:16 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Guna membantu mengurai kemacetan yang berulang di kawasan Pelabuhan Ketapang, Dermaga Bulusan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi,…

Perkuat Kesiapsiagaan Gempa, Pemkab Magetan Gelar Sekolah Lapang BMKG

Perkuat Kesiapsiagaan Gempa, Pemkab Magetan Gelar Sekolah Lapang BMKG

Selasa, 29 Sep 2026 15:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna menekan risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material akibat bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mendorong…

Kemarau Panjang, Volume Debit Embung di Jombang Terus Menerus Menurun

Kemarau Panjang, Volume Debit Embung di Jombang Terus Menerus Menurun

Selasa, 29 Sep 2026 14:57 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena kemarau panjang mengakibatkan sejumlah debit air di sejumlah embung Kabupaten Jombang terus menerus menurun. Kondisi…