Penumpukan Penumpang Antre Rapid Antigen di Juanda

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon penumpang mengantre untuk mengikuti rapid test antigen di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur , Selasa (22/12/2020). SP/Patrik Cahyo 
Calon penumpang mengantre untuk mengikuti rapid test antigen di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur , Selasa (22/12/2020). SP/Patrik Cahyo 

i

SURABAYAPAGI, Surabaya – Terlihat antrian calon penumpang mengular di PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, di Sidoarjo pada Selasa (22/12). Para calon penumpang diwajibkan untuk melakukan Rapid Test Antigen sebagai syarat penerbangan, terpaksa harus mengantri terlebih dahulu.

Persyaratan penerbangan yang diberlakukan, merupakan antisipasi penularan dan peningkatan Covid-19 pada libur Natal dan Tahun Baru 2021. Antrian tersebut tidak sedikit membuat calon penumpang harus ketinggalan jadwal penerbangan yang dipesan.

Humas PT Angkasa Pura I Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Yuristo Ardi Hanggoro mengungkapkan bahwa layanan rapid Test sebetulnya sudah tersedia sejak awal pandemi. Namun jenis layanannya hanya rapid Test antibodi.

Sejalan dengan adanya kebijakan baru, Pemerintah mengisyaratkan bahwa penerbangan dari dan ke pulau Jawa atau antar bandara di dalam pulau Jawa, wajib memiliki hasil negatif rapid test Antigen.

"Sehingga layanan antibodi kita tambahkan menjadi layanan rapid Test Antigen. Kami tambahkan sebagai service tambahan layanan jasa agar start terbang lebih mudah," ungkapnya.

Akibat dari layanan yang membludak, tidak sedikit calon penumpang yang gagal terbang, Yuris mengatakan bahwa secara keseluruhan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi sendiri, maka pihaknya terus koordinasi dan bekerjasama dengan maskapai terkait untuk menyikapi kondisi hari ini.

"Maskapai juga mengambil kebijakan bahwa diberikan kesempatan untuk penumpang yang mengalami hal tersebut melakukan penjadwalan ulang penerbangannya. Jadi untuk seluruh stakeholder bandara juga akan menyikapi hal tersebut," terangnya.

 

Petugas medis mengambil sampel lendir melalui hidung dari calon penumpang yang melakukan tes cepat antigen  di area Terminal 1 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur , Selasa (22/12/2020). SP/Patrik Cahyo 

Kuota sebanyak 400-500 orang telah dilayani, bahkan untuk hari ini telah melayani sebanyak 900 calon penumpang.

"Batas maksimal tidak bisa kami pastikan, tapi tetap kami komunikasikan dengan klinik yang bekerjasama dengan kami," katanya.

Pelayanan rapid Test, di mulai sejak pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB. Bahkan untuk mengantisipasi animo masyarakat, PT Angkasa Pura 1 Bandara Juanda membuka pelayanan sejak pagi. Layanan tes cepat antigen yang dilakukan di bandara ini di tarif biaya Rp 170.000.

"Jadi sejak pukul 03.00 WIB pagi mulai kemarin, hari ini dan seterusnya teman-teman dilapangkan sudah bisa menerima pendaftaran. Pengambilan sampel dimulai pukul 4 pagi. Jam layanan tetap sampai jam 18.00," tandasnya.

Sementara itu, pengakuan dari salah satu penumpang yang selesai melakukan rapid antigen, merasa kebijakan dari Pemerintah Pusat dianggap terlalu mendadak sehingga tidak bisa melakukan persiapan lebih awal.

“Saya dari Solo tujuan ke  Makassar. Saya baru tau, karena rapid antibodi masa berlakunya 14 hari, masih ada sisa waktu 3 hari. Eh sampai disini pihak penerbangannya tidak berlaku untuk antibody, harus melakukan rapid antigen,”ujar Nanik (40) ditemui saat selesai tes.

Namun adanya kebijakan baru dari Pemerintah, disambut baik karena bersangkutan dengan kesehatan para penumpang harus melakukan rapid antigen. “Saya setuju dengan adanya rapid ini, karena demi kesehatan para penumpang. Meskipun tadi lari dan kesini, kita kalau tidak cepat mengurus nanti ketinggalan penerbangan. Alhamdulillah, tinggal nunggu hasilnya karena waktu pemberangkatan juga sudah mepet juga,”pungkasnya.Pat

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…