Risma Mensos, Wis Gak Onok Wali Kota Sing Ngamuk-ngamuk Lagi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tri Rismaharini saat memberikan pidatonya usai ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Mensos yang baru menggantikan Juliari P Batubara, Selasa (22/12).
Tri Rismaharini saat memberikan pidatonya usai ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Mensos yang baru menggantikan Juliari P Batubara, Selasa (22/12).

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengangkat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial (Mensos). Bagaimana respon warga Surabaya setelah ditinggal Wali Kota Surabaya ke Jakarta? Berikut liputan wartawan Surabaya Pagi Mahbub Fikri di Surabaya.

Suasana Selasa (22/12/2020) sore kemarin di tongkrongan anak muda di Dukuh Kupang, mendadak memperbincangkan jadinya Tri Rismaharini menjadi Menteri Sosial. Beberapa warga yang Selasa sore menjelang malam itu ngobrol ngalur ngidul berkeluh kesah, karena ditinggal Risma.

“Wah, Bu Risma Mensos iki… Wis gak onok sing ngamuk-ngamuk maneh nang Suroboyo rek,” kata Ganesha, warga Pakis Tirtosari yang Selasa sore kemarin sedang bercengkrama dengan dua kawannya.

Menurut Ganesha, sosok Risma memimpin Surabaya, ada plus dan minusnya. “Plusnya, bisa membawa kota Surabaya lebih disiplin. Minusnya, yo iku mas. Baperan wonge.. hehehe… Suka drama. Ngamukan sisan. Tapi itu juga demi kebaikan kota Surabaya. Buktinya sekarang lebih baik,” tambahnya.

Sama juga diungkapkan Wahyono. Selama ini, Risma sering kali blusukan ke kampung-kampung untuk bertemu warga. Bahkan, tak segan Risma langsung melancarkan amarahnya ketika ada yang tak beres di Surabaya. Seperti ketika ada warga yang merusak taman, menutup saluran air, sampai merusak fasilitas kota.

“Kami pasti kangen ya, Bu Risma tegas. Pernah marah-marah di kampung saya ketika ada warga yang membuat pondasi rumah di atas saluran air,” kaya Wahyono, warga Bendul Merisi, Selasa (22/12/2020).

Karena kena marah, katanya, warga menjadi berbenah. Akhirnya kampung di sekitar rumahnya tak lagi banjir setelah saluran air berfungsi kembali. “Ada yang benci karena kena marah, tapi banyak yang suka karena kampung nggak lagi banjir,” ujarnya.

Senada juga diungkapkan Iswahyudi, warga Surabaya lainnya. Iswahyudi merasa, Risma dikenal tak ada sekat. Meskipun menjadi orang nomor satu di Kota Pahlawan, ia tetap seperti warga biasa yang datang dan berbicara tentang hal-hal yang kecil.

“Pernah malam-malam saat ada banjir di Winokromo, Bu Risma datang dan ikut mengambil sampah di selokan,” kata Iswahyudi.

Baginya, kehilangan Risma yang kini bertugas menjadi Mensos sangat berat dirasakan warga. Karena bagi mereka mengenal Surabaya adalah mengenal Risma, bukan yang lain. “Kami tentu kehilangan. Surabaya yang bu Risma. Bukan yang lain,” kata dia. fm/cr2/rmc

Berita Terbaru

Mudahkan Jamaah Beribadah ke Tanah Suci, PCNU Lamongan Gandeng Travel Umrah Sunan Drajat

Mudahkan Jamaah Beribadah ke Tanah Suci, PCNU Lamongan Gandeng Travel Umrah Sunan Drajat

Kamis, 03 Sep 2026 22:22 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan terus memperkuat ikhtiar memberikan kemudahan dan pelayanan kepada jamaah. Salah s…

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Elektabilitas Partai Gerindra yang menempati posisi teratas dalam survei politik terbaru di Jawa Timur mendapat respons dari Ketua…

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap program-program Gubernur Jawa…

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan -  Upaya Pemkab Lamongan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditarget mencapai Rp 1 Triliun, mendapat tanggapan …

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur menginisiasi agar Program Kredit Sejahtera (Prokesra) mendapat dukungan dalam Perubahan APBD (…

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Inovasi kembali ditorehkan oleh Kabupaten Lamongan, salah satunya bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang…