Meski Harga Meningkat, Konsumen Tetap 'Rebutan' Tempe

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penjual tahu tempe di Pasar Keputran merasakan dampak  atas kenaikan drastis harga kedelai hal ini membuat  stok tahu tempe yang dikirim pengrajin menurun drastis. Senin (04/01/2020). SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI  
Penjual tahu tempe di Pasar Keputran merasakan dampak  atas kenaikan drastis harga kedelai hal ini membuat  stok tahu tempe yang dikirim pengrajin menurun drastis. Senin (04/01/2020). SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI  

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Hari ini, Senin (04/01/2020) penjual di Pasar Keputran mendapat kiriman tempe dari distributor setelah tiga hari vakum berjualan. Seiring dengan naiknya harga kedelai, harga tempe per biji nya pun terpaksa harus dinaikkan oleh para pedagang di pasar andalan warga Surabaya ini.

 Harga tempe termurah yang mulanya berkisar dari Rp.1500, kini harus naik 30% hingga mencapai angka Rp.2000. "Kemarin sebelum vakum, harga termurah masih Rp.1500 mas. Sekarang paling murah bisa sampai Rp.2000," ujar Aries.

 Tempe dikirim oleh pihak distributor di Pasar Keputran tepat pukul 12.30. Belum lama tempe masuk ke dalam kotak, semua tempe sudah ludes tak tersisa pada pukul 14.30.

 Tak bisa dipungkiri bahwa tempe seakan sudah menjadi 'makanan pokok' bagi masyarakat Surabaya. Harga tempe yang sedang naik-naiknya, ternyata tetap menjadi lauk pilihan yang bisa memikat antusiasme pembeli.

 Meski demikian, pembeli tempe tetap merasakan ketidaknyamanan atas kenaikan drastis harga kedelai. "Susah mas cari tempe. Sekali nemu yang jual, stoknya cuma sedikit. Selain itu harga nya juga naik. Tapi mau gimana lagi, pelanggan katering mau nya seperti ini," ujar pengusaha katering di daerah Mulyosari.

 Aries, selaku pedagang tahu tempe juga merasakan hal yang sama dengan pembeli. Dirinya mengatakan bahwa, stok tempe yang dikirim sangat menurun drastis jika dibandingkan dengan sebelumnya. 

"Biasanya sehari bisa kirim 200 sampai 250 biji tempe mas. Setelah tiga hari vakum, sekarang kirimnya cuma sedikit. Cuma 80 biji. Padahal pembeli pada berebut semua," terang Aries.

 Sebelum fenomena ini terjadi, penjual tempe di Pasar Keputran biasa berjualan hingga jam 17.00. Tapi karena stok tempe yang terbatas dari distributor, pedagang tempe hanya berjualan hingga 15.00.

 Ukuran tempe yang dikabarkan mengecil ternyata tidak sepenuhnya benar. Aries menilai, "Mungkin ukurannya sama, namun kandungan kedelai yang ada di dalam tempe dikurangi," pungkasnya. mbi

Berita Terbaru

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

‎Setelah Rumah Maidi dan Camat, KPK Geledah Kantor Kominfo Kota Madiun

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 12:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di Kota Madiun. Kali ini, kantor Dinas Komunikasi da…

Cegah ISPA, Dinkes Pamekasan Ingatkan Pentingnya Pakai Masker saat Kemarau

Cegah ISPA, Dinkes Pamekasan Ingatkan Pentingnya Pakai Masker saat Kemarau

Rabu, 30 Sep 2026 11:58 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur mengingatkan pentingnya…

Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing, Kali Ini di Wilayah Tulungagung

Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing, Kali Ini di Wilayah Tulungagung

Rabu, 30 Sep 2026 11:50 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kembali Kantor Imigrasi Blitar Perkuat Peran TIMPORA dalam Pengawasan Orang Asing melalui Koordinasi Lintas Instansi, kali ini di…

Follow The Money, KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Rumah Camat Taman

Follow The Money, KPK Lanjutkan Penggeledahan ke Rumah Camat Taman

Rabu, 30 Sep 2026 11:47 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:47 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan penggeledahan ke rumah Camat Taman, Yusuf, setelah sebelumnya men…

Oktober Nanti, Jukir Kota Mojokerto Kenakan Rompi Berbarcode QRIS

Oktober Nanti, Jukir Kota Mojokerto Kenakan Rompi Berbarcode QRIS

Rabu, 30 Sep 2026 11:36 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto akan meluncurkan sistem  parkir non-tunai menggunakan QRIS untuk mempermudah transaksi serta menutup …

Beri Nilai Tambah Ekonomi, Pemkab Bangkalan Usulkan 466 Sumur Gas Jadi Sumur Rakyat

Beri Nilai Tambah Ekonomi, Pemkab Bangkalan Usulkan 466 Sumur Gas Jadi Sumur Rakyat

Rabu, 30 Sep 2026 11:22 WIB

Rabu, 30 Sep 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Dalam rangka memberikan nilai tambah ekonomi bagi pemkab dan warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, mengusulkan…