Menkes Terawan Diganti, Diduga Tolak Beli Vaksin Sinovac

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Terawan Agus Putranto bersama dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam sertijab di Gedung Kemenkes RI Jakarta, akhir Desember 2020 lalu. Sp/Raditya
Terawan Agus Putranto bersama dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam sertijab di Gedung Kemenkes RI Jakarta, akhir Desember 2020 lalu. Sp/Raditya

i

 

Diduga Tolak Beli Vaksin Sinopharm, dan AstraZeneca

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo akhirnya menunjuk Budi Gunadi Sadikin menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto. Pergantian ini menuai sejumlah kritikan.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Faisol Riza mendapat informasi mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Letnan Jenderal TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad., pernah menolak untuk membeli tiga vaksin Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19. Ketiga vaksin tersebut adalah Sinopharm, Sinovac, dan AstraZeneca.

Pernyataan ini sampai semalam masih menjadi pembicaraan di kalangan elite politik. Apalagi dugaan itu juga pernah disampaikan Faisol pada acara Webinar bertajuk 'Crazy Rich Masuk Kabinet: Membaca Politik Plutokrasi Era Jokowi,' yang diunggah akun YouTube Forum Jurnalis Politik, akhir Desember 2020.

 

Sudah Sejak Jabat Wakil Menteri BUMN

"Upaya melakukan pembelian vaksin, baik Sinopharm, Sinovac, maupun AstraZeneca yang kabarnya gagal karena menteri kesehatan sebelumnya tidak mau tanda tangan," kata Faisol Riza.

Akan tetapi, Faisol Riza tidak menyebutkan lebih lanjut alasan penolakan Terawan terhadap tiga vaksin tersebut saat masih menjabat sebagai Menkes. Ketika coba mengkonfirmasi, Terawan Agus Putranto tak merespons.

Pemerintah diketahui hingga saat ini telah memesan 371 juta dosis vaksin COVID-19 dari beberapa perusahaan farmasi asing. Rinciannya, sebanyak 116 juta dosis dari Sinovac, dan 52 juta dosis dari Novavax. Kemudian, 45 juta dosis dari Pfizer Inc and BioNtech, 12 juta dosis dari Covax, dan 50 juta dosis dari AstraZeneca.

Menurut Faisol Riza, perombakan atau reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap jajarannya memang dilakukan agar bisa bekerja optimal di 2021, termasuk program pemerintah soal vaksinasi.

Oleh sebab itu, Faisol Riza mengaku tak heran dengan penunjukkan Budi Gunadi Sadikin yang menggantikan Terawan.

Menurut dia, Budi Gunadi Sadikin dalam beberapa waktu terakhir memang berperan besar dalam melaksanakan program pemerintah terutama dalam penanganan COVID-19 saat menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

"Kalau vaksinasi perubahan Menkes dengan Budi Sadikin, mungkin ini lebih praktis menurut saya karena sebagai Wamen, BUMN Budi Gunadi Sadikin beberapa bulan terakhir memang berkecimpung sangat dalam urusan penanganan COVID-19," jelas Faisol Riza.

 

Jejak dr Terawan

Terawan, yang pernah menjadi Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, kini Ketua tim dokter kepresidenan. Ia diandalkan untuk menangani perawatan Presiden Jokowi dan keluarganya di saat sakit.

Terakhir, Terawan menangani masalah kesehatan istri Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono.

Selain itu, Terawan dikenal sebagai dokter berprestasi. Dia pernah menuai kontroversi di dunia medis gara-gara metode Digital Substraction Angiography (DSA) atau terapi cuci otak, yang berhasil dikembangkan olehnya. Metode ini ia dalami usai mengambil spesialis Radiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

Usai mengambil spesialis, ia pun mengambil doktor untuk memperdalam metode terapi cuci otak. Metode terapi cuci otak (brain flushing) dituangkan dalam disertasinya berjudul “Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis".

Disertasi tersebut ia sertakan dalam studi doktoralnya di Universitas Hasanuddin. Metode tersebut menuai pro dan kontra di kalangan praktisi dan akademisi kedokteran.

Dalam pembuktiannya, Terawan berhasil menyembuhkan pasien stroke selang 4-5 jam usai operasi. Metode pengobatan tersebut bahkan diterapkan di Jerman dengan nama paten 'Terawan Theory'. n jk/cr2/rmc

Berita Terbaru

Ungkap Dugaan TPPU, 9 Orang Termasuk Anggota DPRD dan Kepala Dinas Ponorogo Diperiksa KPK

Ungkap Dugaan TPPU, 9 Orang Termasuk Anggota DPRD dan Kepala Dinas Ponorogo Diperiksa KPK

Sabtu, 23 Mei 2026 21:42 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 21:42 WIB

SURABAYA PAGI, Jakarta— Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bergerak mendalami dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus korupsi yang m…

Gubernur Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana, Perkuat Ekosistem Industri Gula

Gubernur Khofifah Pimpin Tanam Tebu Perdana, Perkuat Ekosistem Industri Gula

Sabtu, 23 Mei 2026 18:21 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 18:21 WIB

SurabayaPagi, Kediri – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin tanam tebu perdana dalam program bongkar ratoon serentak di Desa Ngletih, K…

Catatan Rahasia Setoran Uang ke Eks Sekda Ponorogo Terbongkar di Sidang KPK, Ternyata Mengalir Dari Sini

Catatan Rahasia Setoran Uang ke Eks Sekda Ponorogo Terbongkar di Sidang KPK, Ternyata Mengalir Dari Sini

Sabtu, 23 Mei 2026 18:13 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 18:13 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Tabir dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo kian benderang. Peran mantan Sekretaris Daerah (Sekda) K…

Strategi Vokasi dan Industri Dongkrak Penyerapan Tenaga Kerja di Jatim

Strategi Vokasi dan Industri Dongkrak Penyerapan Tenaga Kerja di Jatim

Sabtu, 23 Mei 2026 17:19 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 17:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen. Angka ini turun 0,06 poin d…

Petani Bondowoso Minta Perlindungan dari Peraturan yang Mengancam Tembakau

Petani Bondowoso Minta Perlindungan dari Peraturan yang Mengancam Tembakau

Sabtu, 23 Mei 2026 11:16 WIB

Sabtu, 23 Mei 2026 11:16 WIB

SurabayaPagi, Punjer - Menandai awal musim tanam 2026, ratusan petani tembakau Bondowoso dengan semangat kebersamaan dan optimisme tinggi, siap menabur benih…

Selain Diduga Belum Miliki Andalalin, Izin Usaha PT JPC Kadaluwarsa   ‎

Selain Diduga Belum Miliki Andalalin, Izin Usaha PT JPC Kadaluwarsa  ‎

Jumat, 22 Mei 2026 20:08 WIB

Jumat, 22 Mei 2026 20:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Selain diduga belum memiliki dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin), izin berusaha milik PT Jatim Parkir Center (JPC) s…