Istri mulai Berani Gugat Cerai Suami

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tabel kasus perceraian selama 2020 di Surabaya
Tabel kasus perceraian selama 2020 di Surabaya

i

Saat Pandemi Angka Perceraian di Surabaya Melonjak 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Meski diterpa pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020, angka kasus perceraian di Pengadilan Agama Kota Surabaya ternyata makin membengkak. Angkanya tidak berbeda jauh dengan jumlah perceraian di tahun 2019.

"Saya kaget, saya kira pandemi begini bisa menurunkan pengajuan perceraian. Ternyata tidak, malah cenderung meningkat," ucap H.Wachid Ridwan selaku Hakim di Pengadilan Agama Kota Surabaya kepada Surabayapagi, Jumat (8/1/2021).

Ridwan mengakui jika Pengadilan Agama Kota Surabaya memiliki persentase angka perceraian tertinggi di Indonesia. Bahkan bisa dikatakan meningkat tiap tahunnya.

"Kita mencatat 10 ribu per tahun untuk kasus perceraian. Dan ini menjadikan kita tertinggi se-Indonesia," ungkapnya.

Ia menambahkan jika masalah ekonomi menjadi faktor utama dalam kasus perceraian yang selama ini ditanganinya. Lalu, masih kurangnya kematangan usia juga menjadi faktor salah satu penyebab terjadinya perceraian.

"Yang utama itu masalah ekonomi. Bisa itu kekurangan (finansial), bisa itu lebih tapi jatahnya untuk istri kurang, dan bisa jadi kebutuhan si istri yang memang banyak atau suka belanja," imbuhnya.

Pengadilan Agama Kota Surabaya mencatat banyaknya gugatan perceraian yang diajukan oleh pihak istri. Melihat dari tahun 2019, sebanyak 4403 gugatan dilakukan oleh istri, sedangkan suami hanya mencatat angka 1941.

Sedangkan untuk tahun 2020 pihak PA Kota Surabaya mencatat angka 4256 perkara cerai yang diajukan oleh istri, berbanding jauh dengan pihak suami yang hanya mencatat 1965 kasus.

Saat ditanya mengenai kasus perceraian pada tahun 2021, Ridwan mengaku masih belum mengerti. Namun ia memprediksi angka kasus yang sama seperti dua tahun sebelumnya yang mencatat angka 10 ribu per tahun.

"Fluktuatif, tapi trennya ya segitu, 10 ribu per tahun. Bisa diprediksi," pungkasnya.

Sementara itu salah satu pengunjung PA Kota Surabaya, Imam (36) mengatakan jika dirinya menghadiri sidang perceraian karena istrinya telah menggugatnya untuk berpisah. Ia mengaku kecewa dengan keputusan istrinya, namun ia ingin menghormati hukum.

"Saya di sini karena mau sidang, minggu lalu istri saya menggugat saya," ceritanya dengan nada sedih.

Imam mengaku, dirinya digugat cerai istri karena masalah ekonomi. Menurut sang istri, kata Imam, nafkah yang ia berikan untuk istri tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari.  Kini, pria yang bekerja serabutan ini hanya bisa pasrah.

"Mungkin karena saya kekurangan ekonomi ya jadi begini. Karena saya kerjanya ya gak pasti apalagi sekarang lagi (pandemi) Corona, tambah ajor kabeh (kacau semua)," ucap Imam.

Namun saat disinggung apakah ada pihak ketiga dalam rumah tangganya, Imam membantah. “Kalau soal itu (perselingkuhan), kayaknya gak ada. Dia (istri) gak punya selingkuha, akupun yang nggak selingkuh. Memang benar-benar karena keuangan,” pungkas pria yang mengaku sudah lumayan lama  tak bertemu istrinya ini. fm

Berita Terbaru

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto menunjukkan capaian positif di awal tahun 2026. Hingga kuartal pertama, PMI…