Indonesia Evaluasi Vaksin Pfizer

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seorang lansia Norwegia disuntik Vaksin Pfizer beberapa waktu lalu. Sebanyak 33 manula Norwegia meninggal usai disuntik Pfizer. SP/Reuters
Seorang lansia Norwegia disuntik Vaksin Pfizer beberapa waktu lalu. Sebanyak 33 manula Norwegia meninggal usai disuntik Pfizer. SP/Reuters

i

 

Ketakutan Karena Banyak Orang Meninggal usai Divaksin

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia akan mengevaluasi kembali rencana pemesanan vaksin Pfizer lantaran adanya 33 orang yang meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19 tersebut di Norwegia beberapa waktu lalu.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah akan mengevaluasi kembali keamanan vaksin tersebut sebelum dikirim ke Indonesia.

Dia menyebutkan bahwa pemerintah telah memiliki tiga syarat dalam penggunaan vaksin Covid-19. Ketiganya yaitu aman, halal dan efektif saat digunakan.

 “Tiga hal itu pasti BPOM dengan case ini pasti sudah bekerja dan mengevaluasi case di negara lain. Karena ini kan baru di satu negara. Dan sudah dinyatakan negara tersebut bahwa ini divaksiskan kepada orang manula,” katanya di Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Sedikitnya 23 orang lansia di Norwegia dilaporkan meninggal dunia usai menerima vaksin Pfizer Inc pada pekan lalu. Korban meninggal tidak lama setelah menerima dosis pertama.

Pemerintah kata Moeldoko perlu melihat situasi di negara lain yang juga menggunakan Pfizer termasuk tingkat risikonya. Hasil tersebut kemudian dievaluasi oleh BPOM dan Kementerian Kesehatan.

“Sehingga penentuan ke depan Pfizer iya atau tidak dari hasil itu semua, hasi monitor dan evaluasi dari berbagaia negara yang menggunakan Pfizer sebagai vaksin yang prioritas. Jadi belum bisa dikatakan sekarang, tapi yang pasti Kemenkes dan BPPOM akan mengevaluasi,” terangnya.

Vaksin Pfizer masuk dalam salah satu jenis yang telah dipesan oleh pemerintah. Presiden Joko Widodo telah memastikan bahwa pemerintah mengamankan 329,5 juta dosis vaksin Covid-19. “Jumlah total firm order 329.500.000 (dosis) vaksin,” kata Jokowi, Rabu (6/1/2021).

Dia menjelaskan jumlah dosis vaksin tersebut berasal dari beberapa produsen dengan perincian 3 juta ditambah 122,5 juta dari Sinovac. Kemudian, dari Novavax dipesan 50 juta dosis, dari Covax Gavi 54 juta, AstraZeneca 50 juta dan vaksin dari Pfizer 50 juta dosis.

"Sehingga, total vaksin yang telah dikonfirmasi pemesanannya mencapai 329,5 juta dosis vaksin," ujarnya.

Di lain sisi, pihak Pfizer juga punya permintaan yang sangat susah dikabulkan. Pfizer minta jaminan bebas tuntutan hukum jika kelak ada efek samping atas vaksin corona bikinannya.

Hal ini dikatakan Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (12/1).

 "Ini masih kami didiskusikan, karena kami enggak mau mendapat cek kosong, kami juga sedang melakukan negosiasi atas klausul ini dengan Pfizer," ujar Honesti.

Kekebalan atas tuntutan hukum yang diminta Pfizer bila terjadi efek samping yang parah setelah dilakukan vaksinasi corona sejatinya juga sudah dilakukan perusahaan ini, bahkan termasuk di negaranya: Amerika Serikat.

Selain Pfizer, produsen vaksin Moderna juga minta jaminan sama ke pemerintah AS. AS mengabulkan tunturan ini lantaran kondisi darurat.

Dilansir dari CNBC, Selasa (12/1) pengacara ketenagakerjaan di Dalas, Rogge Dunn, mengatakan sangat jarang pemerintah memberikan perlindungan penuh terhadap sebuah perusahaan.

"Perusahaan farmasi biasanya tidak menawarkan banyak perlindungan tanggung jawab berdasarkan hukum," jelasnya. jk/ta/ril

Berita Terbaru

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja…

IHSG Ditutup Menguat

IHSG Ditutup Menguat

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat…

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif (ekraf ) di Kota…

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp…

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Oleh: Hj. Lordna Putri Ini adalah terjemahan dari Adagium hukum paling terkenal di dunia: “Summum Ius Summa Iniuria”* (Cicero - Romawi) artinya: Keadilan Ter…

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendiri Partai Gerindra Rahmat Sorialam Harahap, S.H., meminta Bareskrim Polri mendalami setiap informasi dan petunjuk yang relevan…