Pengacara Pasutri Laporkan Anggota Polresta Sidoarjo Ke Kompolnas Dan Propa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Guntual Laremba dan Tuty Rahayu didampingi kuasa hukumnya usai melapor ke Kompolnas dan Propam Mabes Polri terkait anggota reskrim Polresta Sidoarjo Senin (25/1/2021)
Guntual Laremba dan Tuty Rahayu didampingi kuasa hukumnya usai melapor ke Kompolnas dan Propam Mabes Polri terkait anggota reskrim Polresta Sidoarjo Senin (25/1/2021)

i

Surabaya Pagi, Surabaya Pasca pelimpahan tahap 2 akan pelanggaran kasus UU ITE yang menjerat dua tersangka pasangan suami Istri (Pasutri) Guntual Laremba dan Tuty Rahayu ke Kejari Sidoarjo, yang diduga ada pelanggaran kode etik yang dilakukan anggota polres Sidoarjo dilaporkan ke Kompolnas dan Propam Mabes Polri, Senin (25/1/2021). Hal ini diterangkan kuasa hukum Guntual Laremba dan Tuty Rahayu, Rommel Sihole, SH pihaknya membuat pengaduan ke Kompolnas dan Propam Mabes Polri, karena ada dugaan pelanggaran hukum. " Dimana polri fungsinya melakukan pelayanan dan pengayoman masyarakat, bukan sebaliknya,"terangnya. Dan laporan kita ke Propam Mabes polri, dimana propam memiliki tugas melakukan pengawasan terhadap anggota polri, dan ini menjadi tugasnya. Apalagi, saat penangkapan klien kami, imbuh Rommel ditanya soal surat panggilan kedua, anggota Polresta Sidoarjo tak bisa menunjukkan. Padahal, sebelum kita telah mengirim surat penundaan panggilan, karena klien kami ada keperluan dan minta ditunda. Tapi ini sebaliknya dan menangkap klien kami. Untungnya, ketika Klein kami diserahkan ke kejaksaan Sidoarjo tak dilakukan penahanan. Kita ketahui, kasus UU ITE yang dilaporkan atas nama institusi Pengadilan Negeri Sidoarjo tersebut ke Polresta Sidoarjo itu sudah dinyatakan P21 atau berkas lengkap oleh Kejari Sidoarjo.Hal itu diungkapkan Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sidoarjo, Gatot Hariyono. Menurutnya jaksa penuntut umum (JPU) sudah menyatakan berkas penyidikan oleh unit Satreskrim Polresta Sidoarjo atas kasus dengan tersangka suami istri yang berprofesi sebagai pengacara itu lengkap. "Berkas penyidikan yang dilakukan penyidik Polresta Sidoarjo sudah lengkap dan dinyatakan P21," kata Kasi Pidum, Gatot Hariyono, Selasa (19/1/2021). Gatot menjelaskan sesuai undang-undang maka pihak penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo setelah berkas dinyatakan lengkap (P21 red), maka pihak penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo harus melakukan tahap 2 dengan menyerahkan kedua tersangka serta semua barang bukti ke JPU kami. "Bukti formil dan materil atas kasus ini sudah kami nyatakan lengkap, maka kami minta ke penyidik untuk lakukan tahap dua dengan mendatangkan kedua tersangka dan semua barang buktinya. Dan Senin (18/1/2021) kemarin pihak penyidik sudah menyerahkan atau lakukan tahap dua dengan mendatangkan kedua tersangka dan menyerahkan barang buktinya," Papar Gatot. Gatot menambahkan jika dua JPU atas nama Wido Utomo dan Wahyu sudah disiapkan untuk sidang kasus UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun tersebut. "JPU saat ini masih melakukan pemeriksaan berkas tahap dua kemarin. Setelah JPU lakukan pemeriksaan maka kami akan limpahkan ke Pengadilan Sidoarjo untuk segera disidangkan," ungkap Gatot.Ditanya terkait penyerahan kedua tersangka Pasutri Guntual Laremba dan Tuty Rahayu beserta barang bukti kasus itu, Gatot menegaskan jika Penyidik Satreskrim Polresta Sidoarjo harus menghadirkan kedua tersangka tersebut saat lakukan tahap dua ke kami. Hal itu harus dilakukan untuk pemeriksaan tersangka oleh JPU kami. Karena kedua tersangka ini tidak ditahan, maka pihak penyidik harus memanggil yang bersangkutan untuk hadir saat tahap dua ke Kejari Sidoarjo. "Jika pada saat tahap dua tersangka tidak bisa dihadirkan maka itu tidak bisa dilakukan, maka Satreskrim Polresta Sidoarjo harus menghadirkan tersangka tersebut, itu untuk kepentingan kami (JPU red)," jelasnya. Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Wahyudin Latif mengungkapkan jika pada Juli 2018 lalu, Guntual Laremba dan istrinya Tuty Rahayu disebut membuat gaduh dalam proses persidangan di PN Sidoarjo. Kegaduhan itu kemudian diviralkan oleh mereka di media sosial Facebook milik mereka. Dari sanalah PN Sidoarjo yang merasa dirugikan kemudian melapor ke Polresta Sidoarjo. “Karena berkas sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh JPU Kejari Sidoarjo, Maka kami lakukan tahap Dua kasus ini Senin (18/1/2021) kemarin," kata Latif. Latif menambahkan jika Kedua tersangka dua kali mangkir saat kami panggil untuk kami tahap dua ke Kejari Sidoarjo. Panggilan ketiga kami lakukan langsung dengan menjemput kedua tersangka di kediamanya di Surabaya dan langsung kami antar ke Kejari Sidoarjo untuk dilakukan penyerahan kedua tersangka dan barang buktinya. "Semua sudah sesuai prosedur dan Undang-undang dan penjemputan itu untuk keperluan penyerahan tahap 2 ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Beberapa saat setelah penangkapan itu dua tersangka langsung diproses dan diserahkan ke kejaksaan. Proses di kepolisian tidak ditahan. Setelah dilimpahkan ke kejaksaan, selesai pemberkasan keduanya dibolehkan pulang. Kedua tersangka kami jeratan pasal 45 ayat 3 jo Pasal 37 ayat 3 tentang ITE, atau Pasal 310 KUHP jo 207 KUHP atau 316 ayat 1, ” pungkas Wahyudin Latif.nt
Tag :

Berita Terbaru

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka dengan masukan apa pun, termasuk dari anak-anak di desa. Bahkan, yang disampaikan…

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Jokowi, hanya tengah menunjukkan ambisi kekuasaan tanpa batas." Guntur RomliJuru Bicara PDIP SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian kepala kerbau diinjak…

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang dugaan korupsi yang menjerat eks Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh. Ini usai majelis hakim…

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

"Memang teman-teman variasi besaran penghasilan berbeda, dan jauh sekali. Saya nggak enak menyampaikan di Jakarta, ada yang dapatnya, orderan sebulan…

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku pelanggaran privasi terhadap grup K-Pop paling populer sedunia itu kini dihukum penjara. Pelaku pelanggaran privasi grup…

Lewandowski, Bergaji Tertinggi di MLS

Lewandowski, Bergaji Tertinggi di MLS

Senin, 29 Jun 2026 20:23 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Striker kawakan asal Polandia itu telah setuju untuk merumput di MLS. The Athletic melaporkan Lewandowski akan dikontrak selama…