Hampir Celaka, Penyempitan Jalan Bikin Was-Was

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ternyata tak semulus yang diharapkan, penyempitan jalan di perbatasan Sidoarjo-Surabaya dari kebijakan PPKM nyatanya berkali-kali membahayakan pengendara. Tak sedikit pengendara yang beradu klakson ketika hendak melewati jalur penyempitan yang bertepatan didepan mall City of Tomorrow (Cito) dan Bundaran Waru. Senin (25/01/2021).

Memasuki tanggal 25 Januari 2021, situasi jalan masih terpantau hectic. Meski sudah diberlakukan mulai tanggal 11 Januari 2021, para pengendara masih bingung, bahkan sampai merasa 'Kuwalahan' melewati jalur yang sudah ditetapkan.

Pasalnya, Bundaran Waru sangat sering, bahkan setiap hari dilewati oleh truck maupun kendaraan bermuatan besar. Dengan adanya penyempitan jalan, hal ini tentu membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat.

"Saya setiap hari lewat sini mas. Banyak banget orang-orang yang hampir tabrakan atau nyerempet. Kendaraannya gede-gede, tapi jalannya dipersempit," kata Janu, karyawan di perusahaan ekspedisi.

Meski tidak menyebabkan kemacetan yang berkepanjangan, penyempitan jalan tersebut membuat pengendara bingung ketika akan menuju Jl. Ahmad Yani. Tentu hal tersebut membuat para pengendara tidak nyaman.

"Pertama kali PPKM, saya lewat sini sempat bingung. Saya bingung pilih jalur yang mana. Sedangkan posisi di jalan sangat ramai pengendara. Sampai-sampai saya di tegur keras oleh pengendara lain karena sempat berhenti sejenak," kata Sofri, driver mobil ojek online.

Terhitung sudah dua minggu penyempitan jalan diberlakukan, ternyata kebijakan ini tak bisa diterima secara penuh oleh masyarakat. "Kalau mau aman, mending sekalian ditutup aja. Atau di buka pada jam-jam tertentu. Daripada seperti itu, bisa membahayakan pengendara nantinya," tambah Sofri.

Meski fenomena ini tak sampai merenggut nyawa pengendara, Sofri berharap, "Ya coba dipikirkan kembali lah aturan-aturannya. Kita sebagai orang yang kerjanya di jalanan juga sering was-was, bahkan merasa tidak aman dengan itu," pungkasnya. mbi

Berita Terbaru

Pengadilan Perintahkan Penyidik Kejaksaan Agung

Pengadilan Perintahkan Penyidik Kejaksaan Agung

Selasa, 03 Mar 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 19:07 WIB

Seret Pemilik Korporasi Wilmar Group, Musim Mas Group, dan Permata Hijau Group ke Pengadilan     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ada terobosan dari Majelis h…

M Syafei, Pegawai Wilmar Group, Hanya Pembantu Penyuapan

M Syafei, Pegawai Wilmar Group, Hanya Pembantu Penyuapan

Selasa, 03 Mar 2026 19:05 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Majelis hakim menyatakan eks Head of Social Security and License Wilmar Group, M Syafei, hanya seorang karyawan yang membantu…

Negara-negara Teluk Mulai Saling Serang

Negara-negara Teluk Mulai Saling Serang

Selasa, 03 Mar 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 19:02 WIB

Pemerintah AS Serukan Warganya Segera Tinggalkan Kawasan Timur Tengah   SURABAYAPAGI.COM, Tehran - Militer negara-negara Teluk sejauh ini fokus pada …

Aksi Iran Murni Bela diri

Aksi Iran Murni Bela diri

Selasa, 03 Mar 2026 19:00 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 19:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Tehran - Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC), Ali Larijani, mengatakan Iran tidak memulai perang saat ini, tetapi tetap…

Hakim Praperadilan Yaqut Peringatkan Jangan Lobi

Hakim Praperadilan Yaqut Peringatkan Jangan Lobi

Selasa, 03 Mar 2026 18:58 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 18:58 WIB

KPK Ajak Masyarakat Kawal Tudingan Kuasa Hukum yang Anggap Penetapan Tersangka  Mantan Menag tak Sah     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -  Pengadilan Negeri (PN) …

Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan di OTT, Golkar Menyesalkan

Fadia Arafiq, Bupati Pekalongan di OTT, Golkar Menyesalkan

Selasa, 03 Mar 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Mar 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam kegiatan operasi tangkap tangan (OTT). KPK mengatakan Fadia ditangkap bersama…