Omelan Istri, Bikin Pria di Lamongan Produksi Sound Sendiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sound System' hasil karya warga Lamongan ini sudah mulai digandrungi warga. SP/MUHAJIRIN KASRUN
Sound System' hasil karya warga Lamongan ini sudah mulai digandrungi warga. SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYA PAGI, Lamongan - Omelan istri terkadang bikin telinga suami panas. Tapi siapa sangka Omelan istri malah bikin terdorong untuk terus berubah dan berkarya, seperti yang dilakukan oleh Sutarno (31) warga Dusun Prambon, Desa Wangunrejo, Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan.

Pria yang dulu bekas penjaga sound system saat ada yang punya hajatan itu, kini punya keahlian membuat peralatan sound system, bahkan karena banyaknya pesanan, ia pun kini punya anak buah seiring karyanya terus merambah ke kota-kota.

"Selain karena hobi, juga karena desakan istri yang tidak ingin saya terus-terusan menjadi penjaga sound system saat ada hajatan," kata Sutarno mengawali perbincangan dengan wartawan, Senin (25/1/2021). 

Memenuhi keinginan sang istri tapi tidak melupakan dunia yang sudah ia geluti sebelumnya, Sutarno lalu mencoba membuat sound system. Ia memilih membuat sound system karena pekerjaan ini bisa dilakukannya di rumah. 

Awalnya, Sutarno mengaku sempat minder karena sound system rakitannya belum sesuai harapan. "Sempat minder sih, karena di awal-awal itu saat sound system dihidupkan ternyata hasil suaranya masih belum bagus," ujarnya.

Tidak menyerah, Sutarno terus mencoba meramu paduan yang pas untuk sound system rakitannya. Menggunakan bahan kayu Meranti karena lebih kuat, Sutarno terus meracik sound systemnya hingga bagus dan bisa diterima pasaran dan berkembang hingga saat ini. 

"Pesanan paling banyak untuk pembuatan box speaker gantung (Line Array), box speaker turbo, box speaker gajah dan box perlengkapan sound," aku Sutarno yang sudah lebih kurang 3 tahun menggeluti usaha pembuatan sound system ini.  

Memetik buah kerja kerasnya, kini sudah punya beberapa anak buah untuk pembuatan sound system ini. Proses pembuatan sound system ala Sutarno ini pun dilakukan secara manual. Dalam 10 hari, Sutarno bisa membuat satu set boks speaker gantung. "Lama tidaknya pembuatan juga tergantung cuaca karena untuk pengecatan dan pengeringan butuh waktu. Selain itu, kita juga harus melakukan cek sound dulu sebelum diambil pemesan," jelas Sutarno.

Selain di Lamongan, Sutarno yang lebih banyak memasarkan sound system racikannya melalui media sosial itu sudah menjajah beberapa kota lain, termasuk luar Jawa. Beberapa kota yang sudah merasakan gelegar suara sound system Sutarno itu diantaranya adalah Jombang, Mojokerto, Bandung, Tangerang, Jakarta. Untuk luar pulau, Sutarno menyebut jika sound systemnya sudah merambah Bali, Riau, hingga Papua. "Untuk sekali pengiriman, saya biasanya kirim 4 - 5 boks salon gantung," terang Sutarno.

Sutarno mengungkapkan, warga pecinta sound system kini memang banyak mencari sound system lokal yang ramah di kantong namun suaranya tidak kalah dengan sound system pabrikan. Sutarno menyebut, harga satu set sound system karyanya juga bisa disesuaikan mulai dari harga terendah Rp.500 ribu.

Nah, ingin punya sound system lokal handal atau sedang ingin memulai bisnis sewa sound system, karya Sutarno ini mungkin patut untuk dicoba. Sound system karya Sutarno ini juga sudah menamai hasil kreasinya dengan nama 502 Production.jir

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…