4 Kader Berpeluang Tandingi Emil Dardak di Musda Demokrat Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dari kiri : Emil Dardak, Agus Dono, Sri Subiati, Ahmad Iskandar dan Bayu Airlangga.SP/RKO 
Dari kiri : Emil Dardak, Agus Dono, Sri Subiati, Ahmad Iskandar dan Bayu Airlangga.SP/RKO 

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - DPD Partai Demokrat Jawa Timur dikabarkan bakal menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke VI pada 12 Februari 2021. Sedikitnya 5 nama kandidat Kader Partai berlambang bintang mercy ini berpeluang maju menduduki Kursi Ketua DPD Partai Demokrat Jatim periode 2021-2026.

Selain Emil Elestianto Dardak wakil Gubernur Jatim yang kini juga menjabat Plt (Pelaksana Tugas) Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, ada 4 kader lain yang punya kapasitas mencalonkan di Musda VI nanti. Diantaranya adalah Agus Dono Wibawanto (anggota DPRD Jatim), Ahmad Iskandar (Wakil Ketua DPRD Jatim), Sri Subiati (Bendahara/Ketua FPD DPRD Jatim) dan Bayu Airlangga (Sekretaris DPD PD Jatim/Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim).

Sebagaimana diketahui, proses pergantian Ketua Demokrat Jatim selalu menarik jadi perhatian sejak awal partai ini Berdiri. Terakhir, Musda yang ketat terjadi 2011 lalu. Pakde Karwo bersaing dengan sejumlah nama tenar di internal Demokrat. Hingga Gubernur Jatim itu terpilih jadi Ketua. Karena kepiawaiannya memimpin Parpol, Soekarwo terpilih lagi di Musda Demokrat Jatim tahun 2016, lalu mengundurkan diri lantaran diangkat menjadi komisaris utama salah satu BUMN tahun 2018. 

Sejak itu, kursi ketua DPD Partai Demokrat hanya dijabat oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt). Mulai dari Renville Antonio sampai Emil E Dardak sampai sekarang. Momentum Musda ini diprediksi oleh DPC-DPC akan memunculkan sejumlah nama kuat untuk dipilih menjadi ketua yang baru untuk lima tahun ke depan. Arus bawah menginginkan tetap ada demokrasi dalam pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Jatim periode 2021-2026.

Pengamat politik dari Universitas Surabaya (Unesa), Dr Agus Mahfud Fauzi memprediksi Partai Demokrat Jatim sekarang membutuhkan energi besar untuk mengembalikan kejayaan seperti pemilu 2009 lalu. Oleh karena itu yang berpeluang memimpin Demokrat Jawa Timur nanti adalah kader muda dan kader yang berani serta tidak malu-malu membawa nama besar Partai Demokrat.

Mantan komisioner KPU Jatim mengatakan dalam proses Musda nanti sebaiknya ada beberapa calon yang berani mencalonkan. Tidak calon tunggal seperti yang dilakukan beberapa partai lain. Sehingga DPC-DPC mempunyai beberapa pilihan alternatif, untuk menunjukkan kepada publik sebagai Partai yang menjunjung tinggi Demokrasi.

"Sosok yang berani menampilkan diri ke publik dengan Demokratnya, pekerja Keras dan yang belum mempunyai catatan negatif di dunia politik, saya kira layak untuk diberikan mandat dalam Musda mendatang," jelas direktur lembaga survei Bangun Indonesia, Kamis (28/1/2021). 

Senada, pengamat komunikasi politik Unair Surabaya, Dr Suko Widodo berharap  Partai Demokrat bisa menjadi contoh seleksi pemimpin partai yang mencerminkan nilai-nilai demokrasi. Alasannya, pola suksesi kepemimpinan parpol saat ini banyak yang bergeser sehingga kurang memberikan pendidikan politik dan demokrasi bagi masyarakat. Sedangkan Partai Demokrat diharapkan tetap menjaga proses demokrasi seperti musda-musda sebelumnya.

"Saya kira semakin banyak calon, menunjukkan dinamisnya sebuah organisasi parpol. Ini pola yang bagus dalam seleksi pimpinan parpol walaupun mulai ditinggalkan banyak parpol di Indonesia," tegas Suko Widodo.

Terkait nama-nama kader Demokrat yang mulai banyak dibicarakan internal partai, kata Suko, semuanya layak untuk menjadi ketua DPD Partai Demokrat Jatim kedepan. "Pak Iskandar, Mas Agus Dono maupun Bu Antu itu juga sudah lama bergabung di Demokrat. Bahkan sejak awal berdirinya Demokrat," ungkapnya.

Banyak tantangan yang bakal dihadapi Partai sekelas Demokrat untuk kembali bangkit di pemilu mendatang. Sehingga Musda ini bisa dijadikan tonggak kejayaan jika para peserta musda tidak salah pilih ketua baru. ”Yang terpenting, pemimpin Demokrat Jatim kedepan itu harus mempunyai kapabilitas kepemimpinan, relationship,  komunikasi dan cerdas serta merakyat, saya yakin sosok tersebut mampu mengembalikan kejayaan Demokrat di Jatim," pungkas pakar komunikasi ini. rko

Berita Terbaru

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja…

IHSG Ditutup Menguat

IHSG Ditutup Menguat

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat…

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif (ekraf ) di Kota…

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp…

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Oleh: Hj. Lordna Putri Ini adalah terjemahan dari Adagium hukum paling terkenal di dunia: “Summum Ius Summa Iniuria”* (Cicero - Romawi) artinya: Keadilan Ter…

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendiri Partai Gerindra Rahmat Sorialam Harahap, S.H., meminta Bareskrim Polri mendalami setiap informasi dan petunjuk yang relevan…