Warga Gresik Keluhkan Aroma Menyengat dari Pencemaran Pabrik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu pabrik oli di Gresik. SP/ DECOM
Salah satu pabrik oli di Gresik. SP/ DECOM

i

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Warga Gresik mengeluhkan aroma tidak sedap yang diduga berasal dari pabrik pengolahan oli. Hal tersebut menyebabkan pencemaran udara dan membuat warga tidak nyaman. Warga di Kecamatan Kedamean dan Driyorejo mencium aroma oli tersebut menyengat hingga tenggorokan.

Salah satu warga Desa Banjaran, Kecamatan Driyorejo, Mulyadi mengaku kerap mencium aroma tidak sedap menyerupai oli. Ia menuding jika aroma tersebut bersumber di sebuah pabrik pengolahan oli yang berjarak lebih dari 3 KM dari rumahnya tersebut.

"Sering kali, jika angin mengarah ke selatan tempat saya, juga kena dampaknya," kata Mulyadi, Minggu (31/1/2021).

Hal yang sama juga dirasakan Kasmadi warga Desan Karang Asem, Kecamatan Driyorejo. Dia mengaku polusi udara tersebut berasal dari pabrik pengolahan oli bekas. Dampaknya setiap hari ia merasa mencium aroma seperti oli.

"Betul, setiap hari. Dampak udaranya itu malam. Dari Jam 7 malam ke atas itu baunya ampun. Baunya pembakaran oli itu masuknya ke dada, jadi napas itu susah," ungkap Kasmadi.

Kasmadi mengaku selama ini belum ada tindakan dari pemerintah daerah dan juga aparatur desa setempat. Ia bersama warga lain hanya bisa pasrah merasakan dampak pencemaran udara yang ditimbulkan tersebut.

"Kenapa perusahaan kayak gitu tidak ada yang menindaklanjuti. Pertama dari pemerintahan dan kedua dari aparatur desa. Sedangkan aparatur desa sendiri tahu dampak dari perusahaan itu dari masyarakat. Hingga kita mau bertindak percuma, kita tidak ada kekuatan. Makanya kemarin dimasukkan ke medsos biar masyarakat tahu dampaknya seperti itu, tapi kenapa kok belum ada respons juga," lanjut Kasmadi.

Selain itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik Mokh. Najikh saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan bau tersebut apakah dari pabrik pengolahan oli atau tidak. Pihaknya meminta data yang pasti untuk dilakukan pengujian terlebih dahulu soal pencemaran udara tersebut.

"Kalau hanya kabarnya, tidak ada datanya, susah anunya (penyelidikan). Harus ada hari apa di titik mana terdapat bau ini. Soalnya harus diuji terlebih dahulu. Itu bau apa, di atas baku mutu apa ndak. Kemudian temen-temen ke lapangan, oh ini dari mana. Biasanya kalau khas, oh baunya ini diduga dari sana," ujarnya.

"Terus ada kerusakan tempat nggak di situ. Kalau nggak ada, berarti pembuangan. Kalau ada berarti dari aktivitas," tambah Najikh. Dsy9

 

 

Berita Terbaru

Hardiknas 2026, Bupati Gus Fawait Kurangi Kemiskinan Lewat Pendidikan

Hardiknas 2026, Bupati Gus Fawait Kurangi Kemiskinan Lewat Pendidikan

Selasa, 05 Mei 2026 06:20 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 06:20 WIB

SURABAYAPAGI : Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Jember digelar dengan cara berbeda. Bupati Jember, Gus Fawait, memilih …

Pelepasan Jamaah Haji Jember 2026, Bupati Gus Fawait Tekankan Ibadah dan Kesehatan

Pelepasan Jamaah Haji Jember 2026, Bupati Gus Fawait Tekankan Ibadah dan Kesehatan

Selasa, 05 Mei 2026 06:15 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 06:15 WIB

SURABAYAPAGI : Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pelepasan dan doa bersama bagi 2.956 calon jamaah haji tahun 2026 di Balai Serba Guna Kaliwates, Senin …

Pasar Tradisional Naik Kelas, Wakil DPRD Surabaya Minta PD Pasar Lakukan Rebranding Total

Pasar Tradisional Naik Kelas, Wakil DPRD Surabaya Minta PD Pasar Lakukan Rebranding Total

Selasa, 05 Mei 2026 06:00 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 06:00 WIB

Surabaya Pagi – Upaya memaksimakan pergergerakan ekonomi kota Surabaya, Pemerintah Kota Surabaya berkomintmen  membenahi pasar tradisional dengan program re…

Polres Jember Periksa Penyelewengan BBM Subsidi

Polres Jember Periksa Penyelewengan BBM Subsidi

Selasa, 05 Mei 2026 05:55 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 05:55 WIB

SURABAYAPAGI :  Kepolisian Resor (Polres) Jember melakukan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kasus dugaan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi …

Polda jatim musnahkan 22kilo kokain temuan Sumenep

Polda jatim musnahkan 22kilo kokain temuan Sumenep

Selasa, 05 Mei 2026 05:50 WIB

Selasa, 05 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI : Kepolisian Daerah Jawa Timur memusnahkan narkotika jenis kokain seberat 22,22 kilogram yang ditemukan di wilayah pesisir Kabupaten Sumenep, …

Partai Ummat : Kegelisahan Amien Rais

Partai Ummat : Kegelisahan Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 22:50 WIB

Senin, 04 Mei 2026 22:50 WIB

SURABAYAPAGI : Amien Rais menyoroti kedekatan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dengan Presiden Prabowo Subianto. Amien menilai kedekatan tersebut…