Ojol Merasa Tercekik atas Kebijakan Pemerintah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Driver online kerap kali nge'time' di depan mall City of Tomorrow (Cito) Surabaya guna mengejar target harian untuk mendapatkan orderan,Selasa (02/02/2021).  SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI 
Driver online kerap kali nge'time' di depan mall City of Tomorrow (Cito) Surabaya guna mengejar target harian untuk mendapatkan orderan,Selasa (02/02/2021). SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI 

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Dalam rangka pemantauan dan pemeliharaan lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya beri sanksi bagi kendaraan bermotor yang melanggar rambu lalu lintas. Namun, beberapa kebijakan tersebut justru membuat sempit rezeki para driver online. Selasa (02/02/2021). 

Seperti yang kita tahu, bahwa driver online kerap kali nge'time' di depan mall City of Tomorrow (Cito) Surabaya guna mengejar target harian untuk mendapatkan orderan yang lebih banyak. Tidak sedikit konsumen dari aplikasi ojek online yang membutuhkan order dari beberapa outlet atau store yang ada di dalam Cito.

 Agar lebih efektif, driver online memilih memarkir kendaraannya tepat di depan mall yang berlokasi di Dukuh Menanggal, kec. Gayungan, Surabaya itu. Memarkir kendaraan, bercengkrama dengan sesama selagi menunggu orderan sudah menjadi rutinitas para driver online. 

Bahkan, menurut pengakuan Imam Zaki, "Kalau disini ga susah mas dapet orderan. Jadi otomatis uang yang masuk juga banyak. Lumayan bisa buat makan istri," ujarnya sebagai driver online. 

Namun yang disesali, driver online tidak jarang merasa khawatir akan keamanannya saat berhenti tepat di depan mall Cito. Pasalnya, di ruas jalan yang akan menuju frontage A. Yani sudah terpampang jelas rambu 'Dilarang Berhenti'. 

"Agak was-was sih sebenarnya. Soalnya biasanya ada mobil Dishub yang dateng. Terus motor-motor yang parkir disitu langsung di gembok, bahkan di gembosi," terangnya.

 Menurut pengakuan rekan Imam, yang pernah mengalami hal itu, "Kalau saya mau bawa motor saya, saya harus telepon dan konfirmasi ke Dishub bahwa telah menyelesaikan transaksi untuk sanksi yang telah ditetapkan," ujar rekan Imam. 

Kabarnya, sanksi yang diberikan lumayan 'mencekik' bagi kalangan driver online. Dirinya menambahkan, "Saya waktu itu membayar sejumlah Rp. 250.000," tambahnya. Siapa sangka, ternyata kebijakan pemerintah terasa mencekik bagi beberapa kalangan. 

Namun, rekan Imam juga mengaku bahwa pernah melihat anggota Dishub yang sedang beroperasi di depan mall Cito namun justru memilih memindahkan motor driver online agar lebih aman. 

"Pernah juga ada anggota Dishub yang datang, dan kebetulan motor teman saya di kunci setir dan dia sedang ambil orderan di dalam. Akhirnya saya dipanggil oleh anggota tersebut untuk bersama-sama memindahkan motor dan untungnya tidak di gembok atau digembosi," jelasnya saat di wawancarai oleh Tim Surabaya Pagi.

 Nge'time' di depan Cito dinilai sangat efektif oleh driver online. Berbeda halnya jika driver harus masuk ke mall dan mengantri di akses masuk parkir. 

"Kalau masuk mall kan agak ribet mas. Selain lebih membuang waktu karena jarak tempuh, kita juga harus antri di gebang parkir," ujar Imam. 

Semakin banyak membuang waktu, semakin banyak pula dirinya membuang orderan yang harusnya bisa diambil. Imam dan rekannya berharap, "Coba dipikirkan lagi kebijakan tersebut. Supaya kita yang setiap hari kerja di jalan bisa lebih tenang cari rezeki," pungkasnya. mbi

Berita Terbaru

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik Jadi Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik Jadi Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Okt 2026 18:53 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian…

Defisit APBD Rp53,78 Miliar, DPRD Madiun Bakal Uji Kepastian SiLPA

Defisit APBD Rp53,78 Miliar, DPRD Madiun Bakal Uji Kepastian SiLPA

Rabu, 28 Okt 2026 18:18 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 18:18 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – DPRD Kota Madiun bakal mencermati proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2026 yang direncanakan untuk menutup defisit APB…

Fakta Penggunaan Pasir Lumajang Campur Pasir Pasang Tepis Isu Sirtu Ayak Pembangunan Rumah Pompa Lippo

Fakta Penggunaan Pasir Lumajang Campur Pasir Pasang Tepis Isu Sirtu Ayak Pembangunan Rumah Pompa Lippo

Rabu, 28 Okt 2026 17:44 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 17:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Ibarat putri ayu, proyek pembangunan Rumah Pompa Lippo di Jalan Raya Jati sempat menjadi perhatian publik. Proyek yang digadang m…

Kakek berusia 71 tahun tewas, setelah Ditabrak Mobil Pickup

Kakek berusia 71 tahun tewas, setelah Ditabrak Mobil Pickup

Rabu, 28 Okt 2026 17:16 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Keramaian di depan TMP R.Wijaya Kota Blitar yang berhadapan dngn wisata Kuliner malam tepatnya di Jalan Sudanco Supriadi, di kejutkan…

Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha Dalam Pelaporan Data Industri, Disperindag Sidoarjo Gelar Bimtek SIINas

Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha Dalam Pelaporan Data Industri, Disperindag Sidoarjo Gelar Bimtek SIINas

Rabu, 28 Okt 2026 16:57 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Data Industri M…

Bupati Madiun Tekankan Deteksi Dini untuk Cegah Gangguan Keamanan

Bupati Madiun Tekankan Deteksi Dini untuk Cegah Gangguan Keamanan

Rabu, 28 Okt 2026 16:45 WIB

Rabu, 28 Okt 2026 16:45 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Deteksi dini dan cegah dini menjadi kunci dalam mengantisipasi potensi ganguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ser…