Polres Pelabuhan Tanjung Perak Jaga Psikologis Napi Saat Masa Pandemi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Untuk menjaga keseimbangan serta kesehatan Jasmani dan Rohani, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengadakan kegiatan olahraga serta siraman rohani untuk para tahanan. SP/FM
Untuk menjaga keseimbangan serta kesehatan Jasmani dan Rohani, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengadakan kegiatan olahraga serta siraman rohani untuk para tahanan. SP/FM

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Selama masa PPKM tahap II, Sattahti (Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti) Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya rata-rata menerima titipan tahanan dari kejaksaan. Hal ini berhubungan dengan masih adanya Covid-19 di Surabaya.

 Kasattahti Iptu Sugeng melalui Kasubag Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Gandung menjelaskan, tidak semua tahanan bisa diterima untuk dilakukan penahanan di sini.

 “Kami hanya menerima tahanan yang sudah berstatus A3 atau tahanan pengadilan dan tahanan yang sudah vonis,” ungkap Gandung (Selasa 2/2). 

Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masa pandemi Covid-19, sejumlah tahanan dari polsek jajaran, akhirnya dikirim ke Rutan Kelas I Surabaya. 

Gandung mengatakan, Kini jumlah tahanan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berjumlah 128  yang masih didominasi oleh kasus Narkoba, Curat, Curas, dan Curanmor.

 Untuk menjaga keseimbangan serta kesehatan Jasmani dan Rohani, Polres mengadakan kegiatan olahraga serta siraman rohani untuk para tahanan.  

"Untuk permasalahan kesehatan para tahanan, kami menyediakan Dokkes Polres Pelabuhan Tanjung Perak," pungkas Gandung.

 

Kesehatan Mental Narapidana

 Pandemi Covid-19 nyatanya juga berdampak pada masyarakat yang tengah menjalani pembinaan di lembaga pemasyarakatan, atau yang sering dikenal dengan narapidana. Dampak yang nyata walau tak kasat mata adalah kondisi kesehatan mentalnya. Padahal problem klasik yang lebih dulu ada dibandingkan Corona, seperti overkapasitas lapas saja sudah cukup membuat penanggulangan gangguan psikologi dan kesehatan mental tidak sepenuhnya berjalan.

 "Otomatis dengan adanya kejadian tak terduga ini akan semakin tinggi tantangan pembinaannya," ucap Oelfi selaku Psikolog asal Universitas Trunojoyo Madura.

"Mengapa semakin tinggi tantangannya? Sabab musababnya adalah keleluasaan hak untuk dikunjungi sanak saudaranya tentunya menjadi terbatas atau bahkan tertutup untuk sementara waktu lewat layanan kunjungan tatap muka," imbuhnya.

Ditutupnya besukan tatap muka untuk sementara waktu sesuai dengan instruksi dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), guna mencegah terjadinya penyebaran virus Corona di dalam lembaga pemasyarakatan.

Data yang tercatat di sistem database pemasyarakatan hingga Oktober 2020, untuk jumlah narapidana di seluruh indonesia mencapai 235,284 dan kapasitas hunian penjara yang ada hanya 133,454. Artinya jumlah overkapasitas mencapai 76%.

Sebagian narapidana yang belum tuntas dengan penerimaan akan hukuman yang dijalani atau munculnya permasalahan baru terhadap keluarga mereka di luar penjara semakin memperumit keadaan mereka.

 Sejauh ini penanganan yang ada masih sebatas memaksimalkan pembinaan dengan pendekatan rohani. Itu pun terkadang tidak semua narapidana yang mau untuk mendatangi kegiatan pembinaan, lantaran mereka mencoba memaksimalkan waktu untuk istirahat atau sekedar berebut air untuk mandi dan mencuci.

 "Di Penjara bosan, gitu-gitu saja, kegiatan juga rohani terus bosan. Saya 5 tahun di penjara tidak pernah ikut begituan," ujar mantan Narapidana asal Bangkalan. 

Begitu pentingnya menjaga kesehatan mental narapidana terlebih di masa Covid-19 ini adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Efek domino dari pandemi Covid-19 ini, satu persatu telah memperlihatkan akibatnya, yaitu terputusnya dukungan sosial keluarga akibat tidak bisa bertemunya lewat besukan tatap muka. fm

Berita Terbaru

Bupati Yani Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Pembangunan Tetap Prioritaskan Kebutuhan Dasar

Bupati Yani Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Pembangunan Tetap Prioritaskan Kebutuhan Dasar

Senin, 16 Mar 2026 20:12 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah …

Empat Parpol Setuju Gaji Menterinya Dipotong

Empat Parpol Setuju Gaji Menterinya Dipotong

Senin, 16 Mar 2026 20:09 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:09 WIB

Prabowo Nyatakan Penyesuaian Anggaran Digunakan untuk Bantu Masyarakat Lemah   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wacana potong gaji anggota kabinet dan anggota …

Polri Bentuk Tim Gabungan Kejar Penyerang Air Keras Aktivis KontraS

Polri Bentuk Tim Gabungan Kejar Penyerang Air Keras Aktivis KontraS

Senin, 16 Mar 2026 20:08 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:08 WIB

Polisi Sebut Pelaku Buntuti Korban dengan Tenang Bersepeda Motor   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Polri kini membentuk tim gabungan pengungkapan perkara terkait …

LBH Jakarta Duga ada Aktor Intelektualnya

LBH Jakarta Duga ada Aktor Intelektualnya

Senin, 16 Mar 2026 20:06 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta M. Fadhil Alfathan Nazwa menduga ada  aktor intelektual di balik penyiraman air keras …

Trump Ajak Sekutunya Amankan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Tolak

Trump Ajak Sekutunya Amankan Selat Hormuz, Jepang dan Australia Tolak

Senin, 16 Mar 2026 20:02 WIB

Senin, 16 Mar 2026 20:02 WIB

Iran Tantang Trump Kirim Kapal-kapal perang AS ke Teluk Persia   SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden AS Donald Trump mendesak sekutu untuk mengerahkan …

Pendakwah SAM Dilaporkan Diduga Lecehkan Sesama Jenis

Pendakwah SAM Dilaporkan Diduga Lecehkan Sesama Jenis

Senin, 16 Mar 2026 19:59 WIB

Senin, 16 Mar 2026 19:59 WIB

Laporan ke Bareskrim Polri, Pria itu Pernah Isi Program "Damai Indonesiaku" di tvOne   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Seorang pendakwah berinisial SAM …