Anggota Polres Tanjung Perak, Jadi Pengendali Jaringan Pengedar Narkoba

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas BNNP Jatim saat melakukan penggeledahan di rumah Aiptu AS oknum anggota polisi Polres Pelabuhan Tanjungan Perak di Kecamatan Taman, Sidoarjo, Kamis (5/12/2024).
Petugas BNNP Jatim saat melakukan penggeledahan di rumah Aiptu AS oknum anggota polisi Polres Pelabuhan Tanjungan Perak di Kecamatan Taman, Sidoarjo, Kamis (5/12/2024).

i

Aiptu Arif Susilo, Ditahan BNN Sejak 19 Oktober, Saat Rumahnya Digeledah Ditemukan 4 Buku Rekening 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur menggeledah rumah Aiptu Arif Susilo, anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (5/12/2024). Ini setelah BNN menahannya sejak 19 Oktober lalu.

Penggeledahan berlangsung di rumah Arif di Taman Indah Regency, Sidoarjo, sekitar pukul 10.00 WIB. Penggeledahan ini merupakan pengembangan penyidikan kasus narkoba.

"Ini kaitannya dengan penangkapan di wilayah Lombok yang dilakukan oleh BNN RI bekerja sama dengan BNNP NTB," kata Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jatim, Noer Wistanto kepada wartawan, Kamis .

Ia menyebut, Arif tak ada dalam penggeledahan rumahnya . Oknum polisi itu, kata dia, sudah ditahan di BNN Pusat sejak 19 Oktober lalu.

"Hasil penggeledahan sekarang ditemukan 4 buku rekening atas nama saudara AS," ujar Noer.

 

Diduga Pengendali Jaringan Pengedar

Dalam kasus ini, Arif diduga berperan sebagai pengendali jaringan pengedar narkoba dari Sumatera Utara, Surabaya hingga NTB.

"Kemudian saudara AS sendiri dari hasil pemeriksaan bahwa yang bersangkutan adalah selaku pengendali pengiriman narkoba ini sampai dengan NTB," ucapnya.

Ia ditangkap setelah dua anak buahnya yaitu Fattah dan Erwin lebih dulu ditangkap. Dari tangan mereka ditemukan barang bukti sabu sebanyak 2 kilogram.

Selama terlibat sebagai pengendali jaringan narkotika yang berasal dari Sumatera Utara, Arif diduga sudah tujuh kali melakukan transaksi.

Noer mengatakan Aiptu Arif Susilo menjalankan bisnis narkoba jenis sabu-sabu ini sejak tahun 2023.

"Dari keterangan yang bersangkutan bahwa sudah satu tahun ini, 2023 sampai 2024. Sudah 7 kali melakukan pengiriman langsung dari Sumut Medan ke NTB. Sekali kiriman 1 kilogram sampai dengan 5 kilogram," ucap Noer.

 

Beli Sabu Rp 500 Juta

Aiptu AS diketahui membeli sabu-sabu dari seseorang inisial E senilai Rp500 juta per kilogram untuk kemudian dijual kembali.

“Keterangan tersangka AS, sudah melakukan transaksi sebanyak tujuh kali, yang ke tujuh ini tertangkap. Setiap transaksi antara satu kilogram sampai lima kilogram, tergantung permintaan dan stok barang. Tersangka beli dari Erwin Rp 500 juta per kilogram dan dijual Rp 650 juta per kilogram,” jelasnya.

Penyidik BNNP Jatim masih melakukan pendalaman lebih lanjut dari penggeledahan hari ini, untuk menelusuri asal usul rumah hingga kendaraan Aiptu AS.

 

Akan Bidik TPPU

Kalau terbukti hasil dari penjualan narkoba, maka penyidik bakal menjerat Aiptu AS dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Untuk jaringan di Provinsi Jatim, selain menggeledah rumah Arif di Sidoarjo BNNP Jatim juga tengah menggeledah dua rumah pengedar narkotika kaki tangan F di Pasuruan.

Terpisah, Polda Jatim membenarkan salah satu anggotanya yang bertugas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, yakni Aiptu Arif Susilo ditangkap dan digeledah Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait peredaran narkoba di NTB.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto menyebut rumah Aiptu Arif di Sidoarjo memang digeledah Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jatim pada Kamis ini.

Dia mengatakan kegiatan penggeledahan tersebut merupakan wujud tindak lanjut perjanjian kerjasama antara Ditresnarkoba Polda Jatim dan BNNP Jawa Timur.

"Pada saat penggeledahan juga didampingi anggota Bid Propam Polda Jatim," kata Dirmanto melalui keterangannya.

Dirmanto mengatakan Polda Jatim bakal menindak tegas anggotanya jika terbukti terlibat peredaran narkoba. Termasuk Aiptu Arif.

"Jika memang benar oknum tersebut terbukti terlibat Narkoba, sudah dipastikan Polda Jatim akan menindak tegas," ucapnya.

Hal itu, kata Dirmanto, seperti yang disampaikan oleh Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto. Pimpinannya itu akan menindak tegas anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. ham/rmc

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…