Persoalan di Demokrat Bukan Kudeta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan)  dan Jenderal Moeldoko (kiri)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (kanan) dan Jenderal Moeldoko (kiri)

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, Ketua Umum Partai Demokrat terus diledek kader-kader Demokrat. Salah satunya mantan petinggi Partai Demokrat, Max Sopacua. Mantan wartawan ini menyebut AHY terlalu panik menanggapi isu kudeta di internal partai tersebut.

Menurut mantan wakil ketua umum Partai Demokrat ini, AHY sudah terlalu jauh menanggapi isu kudeta tersebut. Pasalnya, kata Max, dirinya juga bahkan disebut-sebut sebagai dalang dari kudeta itu.

"Saya senang dengan orang-orang muda, supaya partai modern ke depan. Tapi sekarang, dia baru dicolek sedikit panik, nyerempet ke kiri dan ke kanan, bahkan nama saya disebut-sebut mendalangi kudeta, ini terlalu jauh," ujar Max Sopacua, Kamis (4/2 2021).

 

Prahara di Internal Partai

Ia pun menyayangkan pemikiran AHY dalam menanggapi persoalan tersebut lantaran Putra Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menyebut prahara di internal Partai Demokrat sebagai kudeta.

Padahal, kata Max, kudeta adalah pengambilalihan paksa kekuasaan dengan militer seperti halnya yang terjadi di Myanmar. Sementara yang ada di Demokrat murni hanya persoalan politik biasa.

Oleh karenanya, ia menilai cara berpikir AHY sudah terlalu jauh seperti orang yang baru masuk ke politik. "Tak ada kudeta. Yang ada ketidakpuasan sekelompok orang yang mengakibatkan terjadinya KLB. Jangan terlalu jauh, seperti orang baru masuk ke politik. Ini persoalan internal," tegas Max Sopacua.

 

Kepemimpinan AHY Cacat Hukum

Max juga menyinggung pendapat yang menyebut sejumlah senior Partai Demokrat terlibat dalam konflik tersebut.

Menurutnya, hal itu malah hanya akan menggali kelemahan dari dua kubu yang justru akan mempercepat proses terjadinya Kongres Luar Biasa (KLB).

Sebab, menurut Max, banyak kader Demokrat yang merasa kepemimpinan AHY saat ini cacat hukum dan inkonstitusional. Maka itu, ketimbang dibuka borok ke publik ia menyarankan agar AHY bisa menyelesaikan masalah ini secara internal partai.

"Ini saat ada Pak Moeldoko, kita kebakaran jenggot, kita panik bertanya apa presiden merestui. Asal tahu, Moeldoko punya hak untuk maju calon presiden, maju jadi lurah, RT, dia punya hak. Pak Jokowi juga tidak pada tempatnya melarang. Apalagi di 2024 Jokowi selesai. Apakah itu salah, dan harus diminta klarifikasinya," ujarnya.

 

9 Pengurus DPC

Partai Demokrat menyebut sejumlah DPC sudah sempat bertemu dengan KSP Moeldoko membahas upaya penggulingan Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Wasekjen Demokrat Renanda Bachtar mengatakan setidak terdapat 9 pengurus DPC yang sudah bertemu Moeldoko.

Namun ia tak merinci DPC mana saja yang sudah bertemu dengan eks Panglima TNI itu terkait isu kudeta Demokrat.

"Dalam pertemuan (dengan Moeldoko), cuma 9 DPC yang bertemu langsung," kata Renanda, saat dihubungi, Kamis (4/2).

Dalam pertemuan itu, kata dia, Moeldoko tak sendiri. Menurut kesaksian kader, terdapat eks Bendahara Umum Partai Demokrat yang pernah tersangkut kasus korupsi Nazaruddin.

"Itu kita masih akan keluarkan itu dalam informasi ke depan ya karena kan masih dalam BAP dan memang juga sekarang DPC itu tak semua ini ya. Namanya orang daerah kan, (ketemu) KSP ya. Ada Nazaruddin sehingga mereka ini dalam posisi takut dan gamang," ujarnya. n erc/rmc

Berita Terbaru

Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Surabaya Siapkan Cetak Pemimpin Muda dari Gen Z

Peringati Bulan Bung Karno, PDIP Surabaya Siapkan Cetak Pemimpin Muda dari Gen Z

Sabtu, 13 Jun 2026 16:36 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 16:36 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya - Menghadapi tantangan baru era politik digital menjadi perhatian PDI Perjuangan Kota Surabaya dalam rangkaian Peringatan Bung Karno…

Semarak HUT ke-108 Kota Mojokerto, Warga Prajurit Kulon Gelar Senam Bersama

Semarak HUT ke-108 Kota Mojokerto, Warga Prajurit Kulon Gelar Senam Bersama

Sabtu, 13 Jun 2026 12:36 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 12:36 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Semangat hidup sehat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-108 Kota Mojokerto melalui kegiatan Senam Bersama yang digelar K…

Pelepasan Murid SMP Negeri 1 Jabon Angkatan ke-41 tahun 2026

Pelepasan Murid SMP Negeri 1 Jabon Angkatan ke-41 tahun 2026

Sabtu, 13 Jun 2026 10:17 WIB

Sabtu, 13 Jun 2026 10:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Acara pelepasan Murid SMP Negeri 1 Jabon Sidoarjo kelas IX angkatan ke-41 tahun 2026 depan halaman sekolah oleh Kepala SMP Negeri 1…

1000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Mbak Vinanda Tekankan Pembentukam Karakter Generasi Muda

1000 Pramuka Garuda Kota Kediri Dilantik, Mbak Vinanda Tekankan Pembentukam Karakter Generasi Muda

Jumat, 12 Jun 2026 20:40 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri menggelar kegiatan Seleksi dan Pelantikan Pramuka Garuda tingkat Penggalang, P…

Pertegas Visi Kota Agamis, Ini Langkah Tegas Mbak Wali Berantas Peredaran Miras Ilegal di Kota Kediri

Pertegas Visi Kota Agamis, Ini Langkah Tegas Mbak Wali Berantas Peredaran Miras Ilegal di Kota Kediri

Jumat, 12 Jun 2026 20:09 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Menjelang peringatan 1 Muharram yang lekat dengan momen malam 1 Suro, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah agresif untuk menjaga…

Didorong Permintaan AMDK, Kinerja Emiten Kemasan Plastik Menguat di Awal 2026

Didorong Permintaan AMDK, Kinerja Emiten Kemasan Plastik Menguat di Awal 2026

Jumat, 12 Jun 2026 18:54 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Asia Pramulia Tbk mencatat pertumbuhan kinerja pada awal 2026 di tengah prospek positif industri kemasan plastik nasional yang d…