Khofifah Diapresi Pakar-Pakar Ekonomi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dr. Imron Mawardi, SP., M.Si (kanan); Prof. Drs. Tjiptohadi Sawarjuwono, M.Ec, Ph.D, Ak (tengah); Achmad Room Fitrianto, SE, MEI, MA, PhD (kiri)
Dr. Imron Mawardi, SP., M.Si (kanan); Prof. Drs. Tjiptohadi Sawarjuwono, M.Ec, Ph.D, Ak (tengah); Achmad Room Fitrianto, SE, MEI, MA, PhD (kiri)

i

 

 

 

Mau Mensinergikan kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto. Penggabungan Pembangunan 4 Wilayah itu Atasi Ego sektoral Sekaligus Pengembangan konsep Gerbangkertasusilo Gubernur Basofi (Almarhum)

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pada 5 Februari lalu Gubernur Surabaya, Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan bersama 3 kota yang menjadi penyangga ekonomi Surabaya yakni Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto. Dalam pertemuan di Gedung Grahadi Surabaya tersebut dibahas sinergitas antara ketiga kota itu dalam mengatasi persoalan ekonomi maupun lingkungan. Khususnya untuk menyelesaikan penanganan banjir luapan Kali Lamong.

Menanggapi hal itu, beberapa pakar ekonomi mengapresiasi langkah Gubernur Khofifah menggandeng tiga kabupaten kota untuk pengembangan wilayah.

Salah satunya seperti Doktor Ekonomi asal Universitas Airlangga (Unair) Dr. Imron Mawardi, SP., M.Si. Ia menyebut, konsep yang dilakukan gubernur Jatim merupakan sebuah konsep lama. "Ini sebetulnya konsep lama yang sudah ada. Dulu itu namanya Gerbangkertosusila," kata Imron Mawardi, Minggu (07/02/2021).

Sebelumnya pada tahun 1996, Gubernur saat itu Basofi Sudirman telah melakukan sinergitas antar daerah sebagai kota penyangga Surabaya yang dikenal dengan istilah Gerbangkertosusila. Akronim dari Gresik–Bangkalan–Mojokerto–Surabaya–Sidoarjo–Lamongan.

Hal ini kemudian diperkuat dengan Perda Provinsi Jatim No.4/1996 tentang RTRW Provinsi Jatim dan PP No.47/1996 tentang RTRW Nasional, yang bertujuan bertujuan untuk mewujudkan pemerataan pembangunan antar Daerah.

"Jadi sebetulnya gubernur bisa melanjutkan konsep yang telah ada ini. Sehingga kerjasama yang dibangun sejak lama tidak terputus," ucapnya

 

Karakteristik Sama

Kendati begitu, Imron mengapresiasi langkah Khofifah dalam mensinergikan ketiga wilayah tersebut. Menurutnya, baik Sidoarjo, Gresik maupun Mojokerto memiliki karakteristik yang sama. "Tiga kota ini baik Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto punya karakteristik yang sama yakni kota Industri. Dimana kota perdagangannya di Surabaya, aktivitas ekspor dan impor juga melalui surabaya," jelasnya

Dengan adanya sinergitas yang dibangun ini kata Imron, pemerintah harus mulai memfokuskan pada penyelesaian masalah banjir yang sering terjadi di wilayah Gresik akibat adanya luapan kali Lamong.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik menyebut, setidaknya ada 23 desa dan 2 kecamatan yang terendam banjir akibat luapan dari kali Lamong pada Desember 2020 lalu.

"Saya kira ini bisa jadi jalan keluar, dengan adanya kerjasama ini bisa membantu pemda Gresik mengatasi masalah banjir. Karena yang terjadi APBD Gresik sangat kecil dibandingkan dengan Surabaya. Sehingga untuk mengatasi masalah banjir agak sedikit sulit," katanya

 

Pelindo III Dilibatkan

Tak hanya itu, pihak Pelindo III sebagai pengelola pelabuhan terminal teluk Lamong juga dapat diikutsertakan dalam mengatasi masalah tersebut. Karena dampak dari banjir dapat berimbas ke segala sektor.

"Pelindo III bisa diajak karena arus (banjir) bisa membuat aktivitas lalu lintas pengiriman barang ke terminal jadi terhambat, dan akan berdampak juga pada  ekspor dan impor di Pelindo III," katanya

Namun yang menjadi problem dan pertanyaan masyarakat adalah bila telah diberlakukan sistem konservasi air dan teknologi ramah lingkungan, mengapa masih saja terjadi luapan kali teluk Lamong?

Oleh karenanya, kerjasama lintas sektor baik pemda, BUMN maupun swasta dapat dilakukan sehingga mampun mencari solusi bersama yang menguntungkan semua pihak.

"Berikutnya yang terpenting adalah kerjasama ini harus melihat masyarakat karena masyrakat jadi korban akibat banjir tersebut. Sehingga pemerintah itu betul-betul hadir untuk masyrakat," kata Imron Mawardi.

 

Berdampak Negatif

Terpisah,  Prof. Drs. Tjiptohadi Sawarjuwono, M.Ec, Ph.D, Ak., Ekonom dari Universitas Airlangga Surabaya, menyebut, untuk menyelesaikan penyebab banjir di Kali Lamong, sudah seharusnya dilakukan oleh Gubernur Jatim untuk berkolaborasi dengan Bupati maupun Walikota di jajarannya.

“Untuk saat ini, saya lihat, faktor utama penyebab banjir adalah penebangan pohon dan buang sampah sembarangan. Jika diamati, dampak dari kedua hal tersebut tentu berpengaruh pada perekonomian masyarakat," kata Tjiptohadi, Minggu (7/2/2021).

Erosi serta menurunnya produktivitas lahan karena penebangan liar dapat menjadi tugas besar bagi Pemerintah maupun masyarakat. Sampah yang dapat dilihat dimana-mana juga ikut menghambat aliran sungai menjadi tidak lancar.

Tidak sedikit masyarakat yang harus merasakan dampak negatif dari banjir. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) itu menambahkan, dampak negatifnya beragam, mulai mobilitas masyarakat jadi terganggu hingga pengiriman barang juga terhambat karena adanya banjir.

Secara ekonomi, pembangunan wilayah yang melibatkan beberapa Kabupaten atau Kota ini dinilai dapat meningkatkan perekonomian oleh Tjiptohadi. "Perlu disadari bahwa sekecil apapun kegiatan ekonomi itu sangat penting. Dan langkah Gubernur berkordinasi dengan ketiga Bupati (Gresik, Mojokerto, Sidoarjo) adalah langkah yang tepat," terangnya.

 

Libatkan Masyarakat

Prof. Tjip, begitu sapaannya, juga menilai, penanganan ataupun pembangunan di wilayah kota penyangga Kota Surabaya lebih baiknya melibatkan masyarakat. "Pemerintah harus memberikan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat. Jangan hanya sekali, namun harus konsisten. Dengan begitu, sedikit demi sedikit akan meminimalisir banjir dan tentunya akan perekonomian akan semakin baik," jelasnya.

"Segala macam kebijakan harus di instruksikan. Seluruh bagian Pemerintahan dan elemen masyarakat tentu sangat berperan dalam pembangunan wilayah dan perputaran roda perekonomian," pungkasnya.

Sementara, Achmad Room Fitrianto, SE, MEI, MA, PhD., Kaprodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, menjelaskan jika kerjasama regional memang sudah ada sejak lama. Bukti nyata dapat dilihat dari adanya Gerbang Kertasusila yang sudah ada sejak jaman kepemimpinan 32 tahun Presiden Soeharto.

 

Ego Sektoral

Tetapi yang menjadi masalah, ketika ada otonomi daerah, ego dari beberapa pemimpin daerah menjadikan mereka tidak bisa bertemu. “Kenapa baru sekarang, yah yang jadi penghambat ego sektoral beberapa pemimpin daerah. Misal antara kota dengan kabupaten yang gak sejalan. Tapi untuk sekarang, syukurlah tiap-tiap Bupati maupun Walikota sudah bisa duduk bersama untuk membahas pembangunan," ujar Pakar Ekonomi itu.

Menurut pengamatan Achmad Room, sinergi antar wilayah sangat dibutuhkan. Dirinya menambahkan, tujuannya hanya satu, yakni membangun bangsa, bukan hanya membangun Kabupaten atau Kota.

Mengarah kepada pembangunan wilayah di Kota Penyangga Kota Surabaya, secara ekonomi, terdapat dampak multiplayer yang sangat tinggi. Perputaran roda ekonomi dari segi transportasi, tenaga kerja maupun bisnis tentunya juga meningkat.

"Misalnya dari segi transportasi dapat dikembangkan. Tentunya mobilitas masyarakat, khususnya tenaga kerja dari Kota ke Kota akan semakin meningkat. Secara tidak langsung hal tersebut bisa meningkatkan perekonomian," jelas Achmad Room.

Contohnya, penanganan banjir dari luapan Kali Lamong yang hampir tiap tahun sudah menjadi langganan di tiga kabupaten kota tersebut. Apalagi, penanganan banjir luapan Kali Lamong dengan dana APBN dan APBD. Jadi Achmad Room Fitrianto menghimbau Tim Pelaksana Pembangunan agar selalu mengikutsertakan masyarakat.

"Dengan melibatkan, Tim Pelaksana tentu bisa mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Selain itu juga harus ada transparansi dan informasi yang bersifat terbuka pada masyarakat," tandasnya.

Dirinya menjelaskan, pemerintah maupun tim Pelaksana dapat menggunakan strategi 'Partisipatori' dan juga strategi pembangunan berbasis 'Budaya'. "Dengan strategi tersebut, masyarakat merasa dihargai dan diuntungkan karena telah dilibatkan dan mengikutsertakan budaya nya dalam pembangunan. Dengan begitu, akses negatif dari masyarakat dapat diminimalisir," terangnya. sem/mbi/cr2/rmc

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…