Calo Tiket Pelabuhan Tanjung Perak

Calo Tiket Terang-terangan, Pelayanan Pelabuhan Tanjung Perak Ruwet

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hidayat dan Anisa saat mengadu ke pihak pelabuhan usai membeli tiket ke calo. SP/Sem
Hidayat dan Anisa saat mengadu ke pihak pelabuhan usai membeli tiket ke calo. SP/Sem

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Di zaman serba online seperti saat ini, calo tiket masih bebas mencari mangsa di Pelabuhan Tanjung Perak.  Adalah Muhammad Hidayat dan Anisatul Khumairoh, yang menjadi korban calo. Mereka membeli tiket dengan harga dua kali lipat dari harga asli.

Kepada Surabaya Pagi, Muhammad Hidayat menceritakan, ketika tiba di Tanjung Perak sekitar pukul 09.00 WIB, ia langsung disambut oleh orang yang tak dikenal dan menawarkan tiket kepadanya.

"Kita kan dari Malang mau pulang ke Lombok. Sampai di sini langsung di tawarkan tiket, saya curiga itu calo," kata Hidayat saat dijumpai di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (23/02/2021).

Karena belum memiliki tiket, Hidayat dan Anisa pun mengiayakan tawaran dari orang tak dikenal tersebut. Hidayat pun diajak keluar gerbang pelabuhan., sementara Anisa menunggu di ruang tunggu terminal.  "Jadi saya beli tiketnya itu tadi di luar, di depan situ," kata Hidayat sembari menunjuk ke arah gerbang pelabuhan.

Saat pengurusan, Hidayat dan Anisah dimintai KTP dan ditanyai sudah memiliki surat bebas covid-19 berupa tes antigen.

"Beruntung tadi kami sudah swab di rumah sakit depan (RS PHC Surabaya, red)," kata Hidayat.

Menurut Anisa, mereka terpaksa menerima tawaran orang yang tak dikenal karena belum mengantongi tiket. Anisa mengaku, sudah mencoba memesan tiket kapal secara online tetapi selalu ditolak oleh sistem. "Mau pesan online tapi tidak bisa," kata Anisah.

Pengurusan tiket yang dilakukan oleh orang yang tak dikenal ini pun awalnya tidak berjalan mulus. "Saya disuruh ke sini, ke situ, temui orang ini, orang itu sampai akhirnya diajak ke depan gerbang dan akhirnya bisa," kata Hidayat

Saat ditanyai harga tiket yang dibeli oleh Hidayat, ia menjelaskan harga tiket yang tertera di tiket tidak sama dengan nominal uang yang diberikan kepada orang yang mengurus tiketnya.

"Di tiket harganya Rp 194 ribu tapi uang yang saya kasih Rp 280 ribu," katanya.

 

Susah Dideteksi

Peristiwa yang dialami oleh Hidayat dan Anisa pun, sampai ke telinga petugas di pelabuhan Tanjung Perak. Mendengar laporan ini,  petugas yang diketahui bernama Anam kemudian melaporkan ke pihak manager pelabuhan.

"Ini pak Wiji, beliau yang dituakan di sini sekaligus tangan kanannya Manager," kata Anam.

Usai menjelaskan duduk permasalahaannya, Wiji pun menyampaikan akan menggerakan petugas untuk menelusuri praktik percaloan di terminal GSN Pelabuhan Tanjung Perak.

Kepada Anisa dan Hidayat, Wiji berpesan untuk berhati-hati dengan orang pelabuhan yang menawarkan jasa pembelian tiket.

"Kalau ada yang tawarkan lagi, jangan mau. Sebaiknya sampean beli langsung saja di kantornya," kata Wiji.

Saat dikonfirmasi terkait upaya dari pihak pelabuhan dalam mengatasi praktek percaloan di pelabuhan, Wiji mengaku  kesulitan dalam menelusuri.

"Di sini calonya liar pak, mereka terang-terangan langsung mendatangi korban (penumpang)," katanya seraya menambahkan jika pihaknya juga kesulitan untuk mendeteksi.

Terkait pembelian tiket secara online, Wiji menduga pihak penyedia jasa tiket online seperti Pelni, masih belum membuka sistemnya. Hal tersebut terjadi karena adanya aturan masa berlaku rapid antigen yang hanya 3 hari saja.

"Takutnya setelah beli tiket, mereka gak tahu aturan. Saat mau berangkat antigennya sudah gak bisa lagi karena masa berlakunya sudah habis," terangnya. sem/cr2/ril

Berita Terbaru

IHSG Ditutup Melemah Seiring Sentimen Domestik dan Global

IHSG Ditutup Melemah Seiring Sentimen Domestik dan Global

Selasa, 11 Agu 2026 02:35 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:35 WIB

SURABAYAPAGI.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah seiring adanya kombinasi sentimen dari tingkat …

Rumah Kontrakan pun Disasar Pajak

Rumah Kontrakan pun Disasar Pajak

Selasa, 11 Agu 2026 02:33 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:33 WIB

SURABAYAPAGI.com – Pemerintah mau memperluas basis pajak 2027 dengan menyasar rumah kontrakan. Namun, pengamat mengingatkan pemungutan pajak ini harus tepat s…

Mentan Datang di Daerah, Harga Beras Turun

Mentan Datang di Daerah, Harga Beras Turun

Selasa, 11 Agu 2026 02:30 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:30 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor,akhir pecan lalu (8/8/2026). Kunjungan ini m…

BPOM, Ingatkan Minyak Goreng Berbau Tidak Normal

BPOM, Ingatkan Minyak Goreng Berbau Tidak Normal

Selasa, 11 Agu 2026 02:24 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:24 WIB

SURABAYAPAGI.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meminta masyarakat mewaspadai minyak goreng yang memiliki bau tidak normal. Imbauan ini disampaikan s…

Rp4,9 Miliar Hasil Judi Online Disetorkan ke Bank Syariah

Rp4,9 Miliar Hasil Judi Online Disetorkan ke Bank Syariah

Selasa, 11 Agu 2026 02:22 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya menyetorkan Rp4,907 miliar ke kas negara. Uang tersebut merupakan hasil penyitaan dalam…

Sidang Praperadilan Replik dan Duplik Kasus Dugaan Salah Tangkap Pimred Surabaya Pagi

Sidang Praperadilan Replik dan Duplik Kasus Dugaan Salah Tangkap Pimred Surabaya Pagi

Selasa, 11 Agu 2026 02:16 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 02:16 WIB

​SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam Sidang praperadilan ke tiga di Pengadilan Negeri Surabaya yang dipimpin Hakim Tunggal Muhammad Zulkarnain, S.H., M.H pada …