Analisis Pakar Terkait Kematian Massal Ikan Paus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengevakuasi bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicphala macrorhynchus) yang mati terdampar di pesisir Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2). SP/PATRIK CAHYO
Petugas dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengevakuasi bangkai Paus Pilot Sirip Pendek (Globicphala macrorhynchus) yang mati terdampar di pesisir Pantai Modung, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (20/2). SP/PATRIK CAHYO

i

Bukan Hanya Cuaca Ekstrem yang Sebabkan Paus Mati Massal

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pada saat ini, datangnya cuaca ekstrem memang seringkali tak menentu. Siapa sangka, jika menurut Peneliti sekaligus Wakil Dekan Penelitian, Publikasi, Kolaborasi, dan Relasi Publik Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga (FPK UNAIR) Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi, M.T., kematian Ikan Paus yang viral di pemberitaan adalah salah satu dampak dari cuaca ekstrim. Kamis (25/02/2021).

Belum lama ini, kawasan selat Madura digegerkan dengan kematian massal paus yang teridentifikasi sebagai paus pilot sirip pendek atau Short fin pilot whale (Globicephala macrorhynchus) di perairan Bangkalan. Selama hampir 12 jam, petugas BKSDA melakukan evakuasi. Terhitung ada 49 paus pilot yang mati dan dikuburkan secara massal di dekat lokasi kejadian dengan bantuan alat berat. Dilakukan juga pemantauan dari Drone. Melalui foto udara, didapatkan fakta sebanyak 52 paus mati, sementara hanya ada 1 paus yang masih hidup. 

Wakil Dekan Penelitian, Publikasi, Kolaborasi, dan Relasi Publik FPK UNAIR, Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T.

Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi., M.T., menyebutkan, sekawanan paus pilot tersebut diduga ma Dr. Eng. Sapto Andriyono, S.Pi, M.T.,. SP/MBIti karena cuaca ekstrem. Mengingat, cuaca ekstrim terjadi beberapa minggu terakhir. Yakni, La Nina yang menyebabkan badai di kawasan selatan pulau Jawa atau Samudera Hindia. 

Tak hanya cuaca ekstrem, dirinya menilai, kematian paus itu diduga disebabkan sejumlah hal terkait kondisi lingkungan terkini. Terutama akibat perilaku dan perubahan alam yang terjadi. Menurutnya, ada empat hal yang menyebabkan paus tersebut mati. 

1. La Nina dan El Nino

“Fenomena alam La Nina dan El Nino juga memungkinkan perubahan magnetik di laut. Perubahan itu dapat berpotensi mengubah sistem sonar pada paus,” ungkap Akademisi yang mengampu mata kuliah biologi laut tersebut. Dengan asumsi fenomena alam itu, sekawanan paus pilot bermigrasi ke wilayah yang lebih tenang dan berusaha berteduh dari kondisi badai laut di kawasan ini. 

Namun, dugaan disorientasi ke wilayah yang semakin dangkal menyebabkan sekawanan paus justru berenang ke arah perairan selat Madura yang lebih dangkal. Fenomena semacam ini juga pernah terjadi pada Juni 2016. Menurut Dr. Sapto, kejadian tersebut sangat mungkin terjadi dengan kondisi yang sama dengan kasus di Bangkalan. Namun, sekawanan paus pilot itu mengarah ke selatan selat Madura, hingga akhirnya merapat di Perairan Probolinggo. Dari kasus saat itu, dilaporkan 10 paus mati dari kawanan paus yang berjumlah 32 ekor.

2. Tingkah laku, umur dan penyakit

Tak hanya karena cuaca, Dr. Sapto menegaskan bahwa kematian paus memiliki beragam aspek yang masih perlu mendapatkan kajian secara mendalam. Baik dari sisi habitat tempat hidupnya, behavior-nya yang hidup dalam kelompok, maupun kemungkinan penyakit pada paus Alpha (pemimpin) yang menyebabkan anggota kelompok paus tersebut ikut mati. ”Ini kami juga terus meneliti terkait itu,” imbuhnya.

3. Pencemaran laut

Masalah pencemaran di daratan serta banyaknya pencemaran sampah plastik yang terus meningkat juga menyebabkan kualitas perairan pesisir laut semakin menurun. Di sisi lain, paus melakukan migrasi ke daerah itu dalam rangka mencari kawasan yang tenang dan aman. 

“Dengan kondisi sedimentasi yang tinggi dan pencemaran domestik berupa sampah dan plastik yang juga tersebar, ini menjadikan tingkat stres paus-paus yang terdampar sangat tinggi,” tandasnya.

4. Aktivitas Manusia

Dr. Sapto mengomentari beberapa video amatir yang tersebar di sejumlah media online. Terlihat masyarakat yang tengah asyik berfoto-foto dan bahkan menaiki paus yang dalam kondisi yang semakin stres. 

Ia menilai, kesadaran masyarakat terkait ekosistem laut perlu menjadi perhatian dan kajian ke depan. Terutama terkait dengan pengetahuan terhadap biota dan ekosistem laut. Fenomena itu juga menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dalam upaya kampanye ekosistem laut ke depan. 

“Belum lagi warga yang berkerumun di sekitar ikan paus yang mencoba memberikan pembasahan, namun kemungkinan dilakukan pada bagian dekat blow hole (Lubang pernapasan terletak berdekatan dengan bagian depan kepala dan condong ke kiri). Ini malah menyebabkan mamalia laut stres akibat sulit bernafas,” paparnya. 

Dr. Sapto juga mengungkapkan bahwa upaya perbaikan kualitas lingkungan laut masih menjadi tugas besar bagi kita bersama. “Intinya, mari kita memperbaiki lingkungan laut sekaligus menjaga keanekaragaman hayati laut Indonesia,” pungkasnya. mbi

Berita Terbaru

Catat Pertumbuhan Signifikan, Moorlife Berbagi dengan 5.000 Anak Yatim di Bulan Ramadan

Catat Pertumbuhan Signifikan, Moorlife Berbagi dengan 5.000 Anak Yatim di Bulan Ramadan

Rabu, 04 Mar 2026 20:22 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 20:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Moorlife menggelar kegiatan buka puasa bersama lebih dari 5.000 anak yatim yang tersebar di 50 titik di seluruh Indonesia dalam p…

Tawaran RI Jadi Mediator Konflik Dibahas Eks Menlu

Tawaran RI Jadi Mediator Konflik Dibahas Eks Menlu

Rabu, 04 Mar 2026 20:11 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 20:11 WIB

Presiden Prabowo Subianto, Siap Bertolak ke Teheran jika Indonesia Disetujui Jadi Mediator Konflik Iran-AS-Israel     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -Tawaran P…

Pengadilan Ingatkan Kejagung, Wartawan Kritik Bukan Perintangan Penyidikan

Pengadilan Ingatkan Kejagung, Wartawan Kritik Bukan Perintangan Penyidikan

Rabu, 04 Mar 2026 20:08 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 20:08 WIB

Sitir Putusan Mahkamah Konstitusi dalam putusan Nomor 145/PUU-XXIII/2025   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sebanyak tiga orang lolos dari hukuman atau divonis …

Advokat dan Dosen Bikin Seminar, Bukan Obstruction of Justice

Advokat dan Dosen Bikin Seminar, Bukan Obstruction of Justice

Rabu, 04 Mar 2026 20:06 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 20:06 WIB

Majelis Hakim PN Tipikor Jakarta Nyatakan Jaksa Penuntut Umum Gagal Buktikan Meeting of Mind Terdakwa     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Advokat dan dosen h…

Advokat Suami-Istri Satu Law Firm Dihukum 14 dan 16 Tahun

Advokat Suami-Istri Satu Law Firm Dihukum 14 dan 16 Tahun

Rabu, 04 Mar 2026 20:04 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 20:04 WIB

Gegara Suap Hakim Rp 60 miliar, 5 Mobil Mewah dan Satu Kapal Milik Advokat Marcella dan Ariyanto, Disita     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Pengadilan T…

Sepanjang Dimungkinkan, Kejagung Kasasi Kasus Dugaan Perintangan Penyidikan

Sepanjang Dimungkinkan, Kejagung Kasasi Kasus Dugaan Perintangan Penyidikan

Rabu, 04 Mar 2026 20:02 WIB

Rabu, 04 Mar 2026 20:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Usai menjatuhkan vonis bebas kepada tiga terdakwa kasus perintangan penyidikan, Kejaksaan Agung masih belum menunjukkan sikap t…