Cerita SPG Digoda Pelanggan Hingga Diajak Tidur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu SPG saat menawarkan produk kepada pelanggan. SP/ Sem
Salah satu SPG saat menawarkan produk kepada pelanggan. SP/ Sem

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya  - Menjadi Sales Promotion Girl (SPG) harus memenuhi beberapa kualifikasi penting. Selain ijasah kualifikasi penting lainnya adalah usia maksimal 26 tahun dan cantik serta berpenampilan menarik.

Hal ini yang dirasakan Yuliana tatkala ia bergabung dengan salah satu perusahaan yang menawarkan pisau cukur bagi kaum pria. 
 
Sebagai SPG, sudah barang tentu ia harus berkeliling menawarkan produk pisau cukur kepada para pelanggan. Cara menawarkannya pun terbilang melelahkan, karena ia harus berjalan kaki masuk ke warung-warung atau ke tempat ramai dimana orang berkumpul.
 
"Kalau ada yang beli alhamdulillah kalau gak ya kita cari pelanggan lain mas," kata Yuliana saat ditemui di salah satu warung kopi di Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu (28/02/2021).
 
Seorang SPG kata Yuliana, akan mendapatkan bayaran apabila ia berhasil menjual produk yang diberikan dari perusahaan. Jumlah produk yang diberikan pun beragam. Tergantung perusahaan mana SPG itu bekerja. 
 
Untuk produk pisau cukur sendiri, ia diberikan dari perusahaan sebanyak 40 buah. Setiap kali menawarkan, ia memberikan 2 buah pisau cukur. "Harganya 10 ribu mas, nanti ada bonus korek api," katanya menawarkan produknya
 
Bila ia berhasil menjual semuanya, maka ia akan diberikan bonus dari perusahaan sebesar Rp250 ribu. Namun bila tidak berhasil menjual per 1 produk terjual akan dihargai Rp5 ribu.
 
Kepada saya Yuliana mengaku, ia sering kali digodai oleh para sopir-sopir nakal di Pelabuhan Tanjung Perak. 
 
"Kadang disuitin sama mereka, dipanggil sayang, cantik bahkan ada yang panggil seksi," akunya
 
Kendati digoda secara verbal, ia mengaku hal tersebut bagian dari resiko pekerjaan. Bila ia menanggapinya atau bahkan melawan maka bisa jadi tak ada yang membeli produknya.
 
Selain Yuliana, Anggi salah satu SPG minuman kopi botolan juga mengaku hal yang serupa. Bahkan Anggi menjelaskan dirinya pernah ditawar oleh para sopir dan buruh di pelabuhan untuk diajak tidur bersama.
 
"Pernah itu ada yang bilang gini mas, cantik kalau semalam berapa?" kata Anggi yang juga masih berstatus mahasiswa di universitas swasta Surabaya.
 
Celakanya, Anggi pernah tak sengaja memberikan nomornya kepada salah satu sopir di pelabuhan. Saban hari sopir tersebut menelpon dan menanyakan biaya bila tidur bersamanya.
 
"Karena sering ditelpon, saya akhirnya blokir nomor orangnya. Tapi masih ada juga yang sering hubungi. Mungkin nomor saya dikasih ke kawannya" ucapnya 
 
Kendati begitu, setiap ucapan dan ajakan yang dilontarkan para pelanggannya hanya dianggap seperti angin lalu semata.
 
"Gak saya tanggapi lagi mas," ucapnya seraya menambahkan "Jadi SPG gak masalah yang penting rezekinya halal aja mas,"
 
Sementara itu Devina Ayu Rahmadani, SPG lain yang pernah saya temui pada Kamis (25/02/2021) lalu juga mengaku serupa. Ia mengaku sering digoda bahkan tak sedikit yang melakukan kontak fisik.
 
"Ya sering digoda mas. Gak masalah itu resiko asal jangan sampai kelewatan saja," ucap Devina
 
Devina sendiri adalah SPG kartu perdana salah satu operator swasta. Pekerjaan SPG baru digulutinya sebulan terakhir. Ia mengaku masih berstatus mahasiswa aktif di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik.
 
"Baru semester 4 mas, ya hanya pengen nyoba-nyoba kerja aja. Kebetulan ada yang buka ya saya lamar," terangnya
 
Berbeda dengan Yuliana atau Anggi, bonus yang diberikan perusahaan tatkala ia berhasil menjual semua produk adalah sebesar Rp225 ribu.
 
"Kalau gak berhasil 1 kartu dihitung 4 setengah," jelasnya
 
Devina sendiri mengaku lelah dan capek bekerja sebagai SPG. Saban hari ia harus berjalan berkeliling wilayah Pelabuhan Tanjung Perak. Kurang lebih sehari bisa 3 hingga 5 kilo meter ia berjalan kaki menawarkan produk.
 
"Dari perusahaan kita sama mobil, diturunkan di sini, kemudian kita jalan kaki tawarkan produk," ujarnya
 
Ia sendiri berencana untuk mencari pekerjaan yang lain namun karena statusnya masih mahasiswa, sulit baginya untuk mencari pekerjaan lain. "Kebanyakan mintanya ijazah S1 jadi sulit. Belum lagi corona banyak perusahaan yang PHK karyawannya," aku Devina. Sem

Berita Terbaru

Kemeriahan One School One Event , Panggung Seni TBM Ditonton Ribuan Pelajar

Kemeriahan One School One Event , Panggung Seni TBM Ditonton Ribuan Pelajar

Rabu, 23 Sep 2026 05:26 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 05:26 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto– Panggung seni kembali semarak di Taman Bahari Majapahit (TBM). Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Pendidikan dan Ke…

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …