Pembunuhan Kakek di Blitar

Merampok karena Butuh Uang untuk Tebus Gadai Motor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela SH.S.IK MH menunjukkan barang bukti kasus perampokan dan pembunuhan dalam rilis di Mapolres Blitar. SP/Hadi Lestariono
Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela SH.S.IK MH menunjukkan barang bukti kasus perampokan dan pembunuhan dalam rilis di Mapolres Blitar. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Setelah menggelar proses rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Kakek Bisri pada Rabu (3/3) malam, polres blitar akhirnya resmi menetapkan Dwi Kusuma Yudha (23) sebagai tersangka tunggal dalam kasus perampokan yang berujung pembunuhan.

Dalam releasenya Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela SH.S.IK MH Kamis (4/3) siang sekitar pukul 14.00 WIB, mengungkapkan bahwa tersangka Yudha dijerat pasal 339 KUHP dan pasal 365 KUHP.

Kepada polisi, tersangka juga mengakui semua perbuatannya yang mengakibatkan korban tewas usai dipukul dengan sebatang kayu.

AKBP Loenard menyebut, motif pelaku menghabisi korban karena ingin menguasai harta korban. Ia pun telah menyusun rencana untuk menguras harta korban mulai dari berpura-pura membeli sesuatu, sembunyi di tandon air hingga mematikan listrik rumah korban.

"Jadi motif tersangka hanya menginginkan uang korban, dengan cara tersangka masuk di toko korban sekitar pukul 17.10 dan sembunyi sampai korban menutup Tokonya, dalam aksinya tersangka yang terekam CCTV, sebelum lakukan aksinya sempat mematikan aliran listrik, agar tidak diketahui korban," kata AKBP Leonard didampingi Wabup Blitar H Rahmad Santoso SH, Kasdim Blitar Mayor Leo Parsukan.

Dalam release tersangka Yudha mengaku awalnya hanya berniat merampok korban karena butuh uang untuk menebus motornya yang digadai. Namun, karena tersangka kepergok korban saat sedang beraksi, tersangka pun berpikiran pendek dan memukul korban dengan kayu yang ada di dalam toko.

"Saya hanya ingin uang pak, untuk mengambil motor yang saya gadaikan, karena pak Bisri bangun dengan membawa senter saya sembunyi, lampunya saya matikan jam sembilanan, pak Bisri keluar dari kamar langsung saya pukul dengan kayu yang ada dalam toko, karena masih menggeliat saya ikat kaki dan tanganya, terus saya tutupi sarung punyanya pak Bisri, jadi tidak ada rencana membunuh, karena kaget dan takut saja memukul pak Bisri," ujar Yudha pada wartawan.

Dalam release kasus pencurian disertai  pembunuhan, itu juga disaksikan Wabup Blitar, Kodim 0808 Blitar.

"Kami pemerintah daerah Kabupaten Blitar  memberikan apresiasi pada Polres Blitar yang mana dalam waktu singkat berhasil mengungkap dan menangkap pelakunya dalam kasus yang menghebohkan di Kabupaten Blitar, untuk itu saya berpesan pada masyarakat mari jaga bersama situasi Kamtibmas yang aman, nyaman karena ada Pak Babinkamtibmas dan pak Babinsa di setiap kecamatan, agar selalu koordinasi masalah Kamtibmas," pesan Wabup Blitar.

Atas perbuatannya, tersangka kini harus mendiami jeruji Polres blitar.

"Untuk tersangka kita jerat pasal 339 KUHP dan 365 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara, sedang tersangka ditangkap di rumahnya pada Selasa (2/3) dini hari, jadi setelah melakukan pencurian dan pembunuhan tersangka tidak kemana mana, agar tidak menimbulkan kecurigaan," pungkas AKBP Leonard sambil memperlihatkan BB. Les

Berita Terbaru

Polres Blitar Kota Gelar Pasukan dan Cek Kesiapsiagaan Almatsus

Polres Blitar Kota Gelar Pasukan dan Cek Kesiapsiagaan Almatsus

Jumat, 28 Agu 2026 11:08 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Polres Blitar Kota terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana kepolisian melalui apel gelar pasukan sekaligus p…

Kuasa Hukum Santoso Utomo Tjioe Hormati Sikap JPU dan Serahkan Penilaian Eksepsi kepada Majelis Hakim

Kuasa Hukum Santoso Utomo Tjioe Hormati Sikap JPU dan Serahkan Penilaian Eksepsi kepada Majelis Hakim

Jumat, 28 Agu 2026 11:08 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 11:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Perdebatan mengenai batas antara persoalan administratif dalam kegiatan usaha dan dugaan tindak pidana menjadi sorotan dalam s…

Untuk Semua, Gus Fawait Luncurkan Program Jember Cinta Kesehatan

Untuk Semua, Gus Fawait Luncurkan Program Jember Cinta Kesehatan

Jumat, 28 Agu 2026 11:01 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember terus memperluas jangkauan akses layanan kesehatan masyarakat. Tepat pada peringatan Hari Ulang Tahun k…

Jember Cetak Pertumbuhan 6,38 Persen, Investasi Triliunan Disiapkan

Jember Cetak Pertumbuhan 6,38 Persen, Investasi Triliunan Disiapkan

Jumat, 28 Agu 2026 10:58 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember menggelar audiensi b…

Gus Fawait Ajak MUI Perkuat Sinergi Pembangunan dan Kesehatan

Gus Fawait Ajak MUI Perkuat Sinergi Pembangunan dan Kesehatan

Jumat, 28 Agu 2026 10:56 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 10:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember mengukuhkan Dewan Pimpinan serta Ketua, Sekretaris, dan anggota komisi masa khidmat…

Kantor Imigrasi Blitar Perluas Program Desa Binaan Imigrasi (DBI), Perkuat Pencegahan TPPO dan TPPM

Kantor Imigrasi Blitar Perluas Program Desa Binaan Imigrasi (DBI), Perkuat Pencegahan TPPO dan TPPM

Jumat, 28 Agu 2026 09:01 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 09:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kantor Imigrasi Blitar memperluas program Desa Binaan Imigrasi (DBI) sebagai upaya memperkuat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan O…