SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari berupaya keras untuk membangkitkan koperasi dan UMKM di masa pandemi Covid-19. Tak tanggung-tanggung, petinggi Pemkot ini menjalin koordinasi intens dengan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Sri Untari Bisowarno, untuk memuluskan program pemulihan ekonomi melalui penguatan peran koperasi.
"Bu Sri Untari hadir di Kota Mojokerto untuk silaturrahmi, selain sebagai Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, beliau juga Ketua Umum Dekopin," ujar Wali Kota Ning Ita usai sidak vaksinasi pedagang di Pasar Benteng Pancasila bersama Ketum Dekopin, Sri Untari, Jumat (12/3) sore.
Ning Ita berharap, koperasi sebagai soko guru ekonomi nasional memiliki peran yang strategis untuk di gandeng dalam pemulihan ekonomi. "Kita ingin UMKM di Kota Mojokerto bangkit dan bergeliat kembali dengan di topang koperasi," harapnya.
Ia menjelaskan, saat ini Pemkot Mojokerto melakukan program pemulihan dampak covid-19 melalui inkubasi wirausaha dengan 35 jenis wirausaha terhadap 8.303 KK. "Setelah melalui tahapan inkubasi selama 6 bulan, maka wirausaha baru akan disinergikan dalam koperasi untuk usaha sejenis," ujarnya.
Masih kata Ning Ita, Pemkot Mojokerto melalui Diskouperindag juga telah menyiapkan 18 koperasi untuk mewadahi 18 jenis kelompok wirausaha. Selanjutnya wirausaha - wirausaha ini akan tumbuh menjadi UMKM baru. "Untuk kebutuhan modal, bahan baku dan pemasaran akan difasilitasi oleh Koperasi wirausaha tersebut masing-masing," tandasnya.
Program Inkubasi wirausaha ini, lanjut Ning Ita, juga digerakkan agar koperasi menginkubasi anggotanya masing-masing menjadi wirausahawan baru. "Nantinya semua produk yang dihasilkan akan dibeli oleh anggota koperasi itu sendiri," jelasnya.
Wali Kota menegaskan, saat ini terdapat 35 koperasi yang tidak aktif, 60 koperasi dalam pengawasan khusus, dan 42 koperasi yg sedang dalam pengawasan. Adapun koperasi yang sehat sebanyak 3 koperasi dan cukup sehat 67 koperasi.
"Ini adalah PR berat bagi pemerintah Kota Mojokerto, sehingga dalam bulan Februari hingga Maret ini dilakukan berbagai pelatihan dan bimbingan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengurus, pengawas maupun pengelola koperasi," ucapnya.
Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Dekopinda untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap Koperasi untuk menjaga jati diri dan marwah koperasi. Serta untuk meningkatkan tidak hanya transparansi dan akuntabilitas tetapi juga pengembangan koperasi sebagai sebuah bisnis.
"Saat ini Diskouperindag memiliki Klinik KOROENA (Koperasi Roda Ekonomi Indonesia) ini salah satu upaya untuk memberikan pendampingan dan fasilitasi pengembangan Koperasi di wilayah Kota sebagai sebuah bisnis," pungkasnya.
Terpisah, Ketua Umum Dekopinda, Sri Untari Bisowarno mengatakan, kunjungan kerjanya ke Kota Mojokerto bertujuan untuk memastikan bahwa koperasi di dalam jaringan Dekopin, Dekopinda memiliki peran untuk menjadi partnership di Pemerintah daerah.
"Ini agar mampu mewadahi UMKM yang terdampak berat akibat pandemi. Seperti di pedagang Pasar, saya sarankan membuat Kopas (koperasi Pedagang Pasar). Disana nanti akan ada fasilitas satu bedag untuk pelayanan kepada pedagang Pasar agar terhindar dari bank titil," ujarnya.
Politisi PDIP ini mengatakan, pemerintah pusat melalui LPDB (Lembaga Penyaluran Dana Bergulir) telah menyiapkan dana bergulir sebesar 2 trilyun yang bisa dimanfaatkan koperasi untuk menghidupkan UKM-UKM, salah satunya adalah pasar.
"Begitu pasar itu hidup maka ekonomi akan hidup kembali. Karena pasar tempat pembeli dan penjual ketemu, utamanya rakyat kecil. Kalau kehidupan ekonomi bisa terukit , insyaAllah pelan-pelan upaya pemulihan ekonomi akan mencapai tujuan nya," pungkasnya. Dwy
Editor : Mariana Setiawati