Tak Peduli Minta Maaf, Kasus Pesilat IKS Tetap Berlanjut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela SH S.IK MH
Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela SH S.IK MH

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Polres Blitar tetap melanjutkan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para pelaku atas kasus pemukulan dan penjarahan makanan warung angkringan di wilayah Beru, Kab Blitar.

Hal itu seperti yang disampaikan Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela SH S.IK MH pada wartawan di kantor Pemkab Blitar , Senin (15/3) pukul 15.00 ketika menghadiri acara silaturahim antara Forkopimda Blitar Raya dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) serta  perguruan pencak silat se-Blitar Raya sebanyak 12 perguruan selain IPSI.

Mantan Wadir Resum Polda Jawa Timur ini menegaskan  walau korban  menerima dan tidak mau kasusnya berlanjut  karena pihak keluarga dan pengurus telah saling meminta maaf, termasuk pihak warung angkringan telah diganti kerugiannya, hal itu  prosesnya tetap kita lakukan  penyelidikan dan identifikasi, siapa saja yang terlibat dalam kejadian itu akan terus didalami.

"Kami akan terus lakukan identifikasi orang orang mana saja dan maksud aktivitasnya karena kegiatan tersebut saat dilakukan tanpa pemberitahuan atau tanpa izin. Dan juga kegiatan ini dilakukan dalam situasi di tengah pandemi. Penyidikan tetap terus berjalan, kita pastikan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini, akan kita kumpulkan semua identitasnya," tegas AKBP Leonard.

Masih kata mantan Kapolres Blitar Kota ini bahwa pihaknya tetap akan usut siapa yang memukul dan yang mengambil makanan. 

"Walaupun sudah ada perminta maafan, ini bukan delik aduan, tapi orang yang melakukan ini harus paham kalau dia salah dan dia melanggar hukum, jadi memang harus diluruskan bahwa mereka harus tanggung jawab, ini sekaligus untuk mengedukasi," tambah AKBP Leonard.

Juga AKBP Leonard  menerangkan secara rinci bahwa untuk pemukulan masuk dalam Pasal 352 tentang penganiayaan ringan, sedang untuk penjarahan makanan masuk ke dalam Pasal 363 soal pencurian dengan pemberatan, jadi terminologi ada hukum pidananya.

Selain itu Kapolres Blitar menegaskan bahwa tidak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil peserta yang berasal dari luar kota. Pihaknya telah mengidentifikasi beberapa kendaraan yang mereka gunakan.

"Untuk yang dari luar daerah mereka yang teridentifikasi selama dalam proses  penyelidikan," AKBP Leonard menambahkan.

Dalam kasus yang terjadi pada Sabtu malam (13/3)  polisi telah meminta keterangan 13 orang dan inisiator kegiatan Kopdar yang berasal dari salah satu organisasi pencak silat. Dari pemeriksaan itu diperoleh keterangan bahwa kegiatan kopdar itu sistemnya undangan melalui medsos. Dan yang diundang bukan hanya dari Blitar tapi melibatkan beberapa daerah. Seperti Kediri, Tulungagung, Trenggalek, dan Jombang.

"Kegiatan ini ternyata rutin dilakukan bergantian bergilir di wilayah tersebut. Ini terus kita kembangkan melalui saksi yang diperiksa kemudian dari aktivitas medsos apa sebenarnya tujuan dari kegiatan kopdar tersebut," tegasnya.

Untuk diketahui sebanyak 13 pemuda yang dua diantaranya perempuan diamankan Polres Blitar, ke 13 pemuda itu diamankan usai melakukan konvoi arak-arakan motor serta beraksi memukul warga dan menjarah makanan di salah satu angkringan di pertigaan Beru, Kecamatan Wlingi, Sabtu (13/3/2021) malam.

Mereka mengaku sebagai kelompok salah satu perguruan silat yang baru saja menggelar kopdar di wilayah Kecamatan Kesamben. Kegiatan kopdar  diikuti puluhan peserta  yang berasal dari beberapa wilayah, antara lain Trenggalek, Kabupaten kediri, Tulungagung, dan Jombang.

Selesai kegiatan, mereka pulang ke arah barat diantar oleh dari wilayah Kesamben sampai ke batas wilayah Wlingi. Sesampainya di simpang 3 Beru, Kecamatan Wlingi sebagian arak-arakan berhenti di depan toko baju. Mereka kemudian melakukan pemukulan kepada salah satu warga yang merekam rombongan arak-arakan motor yang melintas.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan penjarahan makanan di angkringan yang letaknya di seberang jalan toko baju. Les

Berita Terbaru

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan memusnahkan 100 ton pupuk ilegal dari dua perkara pidana berbeda.…

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Warga Kota Mojokerto kini semakin mudah mengakses informasi publik. Pemerintah Kota Mojokerto memastikan berbagai informasi resmi…

Komplotan Pencuri Kabel PLN Dibekuk di Ngawi, Polres Gresik Ungkap Aksi Lintas Wilayah

Komplotan Pencuri Kabel PLN Dibekuk di Ngawi, Polres Gresik Ungkap Aksi Lintas Wilayah

Selasa, 07 Apr 2026 16:40 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Aksi komplotan pencuri kabel milik PT PLN yang meresahkan akhirnya berhasil dihentikan. Tim Satreskrim Polres Gresik menangkap lima p…

Warga Miskin Kehilangan Bansos, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Data Kemiskinan Berbasis Desil

Warga Miskin Kehilangan Bansos, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Data Kemiskinan Berbasis Desil

Selasa, 07 Apr 2026 16:16 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - CJ –DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ) kota Surabaya menyoroti penentuan kategori kemiskinan berbasis desil di Kota S…

Kapolres Gresik Lakukan Sidak Layanan Publik, Tegaskan Komitmen Bebas Pungli

Kapolres Gresik Lakukan Sidak Layanan Publik, Tegaskan Komitmen Bebas Pungli

Selasa, 07 Apr 2026 16:13 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik terus dilakukan oleh Polres Gresik. Salah satunya melalui inspeksi mendadak (sidak) y…

Usai Diblokade Warga, TPA Klotok Kota Kediri Kembali Beroperasi, Tuntutan Kompensasi Masih Dikaji Tim ITS

Usai Diblokade Warga, TPA Klotok Kota Kediri Kembali Beroperasi, Tuntutan Kompensasi Masih Dikaji Tim ITS

Selasa, 07 Apr 2026 16:08 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Usai diblokade warga akses Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok Kota Kediri akhirnya dibuka setelah adanya kesepakatan antar warga…