Dicerai 'Ghaib' Suami hingga Tak Dapat Nafkah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Siti Satimah, harus mencari nafkah demi tiga anaknya setelah tiba-tiba diceraikan suaminya tanpa ada pemberitahuan oleh Pengadilan Agama Surabaya. Sp/fikri
Siti Satimah, harus mencari nafkah demi tiga anaknya setelah tiba-tiba diceraikan suaminya tanpa ada pemberitahuan oleh Pengadilan Agama Surabaya. Sp/fikri

i

 

Kisah Penjual Banting Tulang Hidupi 3 Anaknya

 

 

 

 

Istilah Ghaib atau ghosting menjadi tren saat anak kedua Presiden Joko Widodo secara tiba-tiba memutus hubungan kekasihnya Felicia yang sudah dikencani selama 5 tahun. Namun, ghaib atau ghosting tidak hanya bagi sepasang kekasih yang masih berpacaran. Juga dialami oleh pasangan suami istri, seperti yang dialami Siti Satimah. Alhasil, Siti yang memiliki 3 anak, harus terlunta-lunta tanpa nafkah dari suaminya yang tiba-tiba secara ghaib menceraikan Siti. Begini kisah Siti yang dipaparkan kepada wartawan Surabaya Pagi, Fikri Mahbub.

==

 

Siti Satimah (39), warga Sawah Pulo Kulon, Kelurahan Ujung Kota Surabaya harus berusaha keras membanting tulang untuk menghidupi ketiga anaknya. Kesehariannya, Satimah harus berjualan jajanan renteng khas masyarakat kelas bawah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hal itu harus ia lakukan setelah ditinggal sang suami sejak 4 tahun silam. Kepergian suaminya mengejutkan Satimah lantaran ia ditalak cerai oleh si suami tanpa harus memberikan tanggung jawabnya kepada keluarga kecilnya.

Perceraian yang dialaminya tanpa pemberitahuan sebelumnya, setelah ia mengandung anak ketiga selama 7 bulan si suami sudah jarang pulang dan memberikan nafkah kepadanya dan anak-anaknya. Setelah kelahiran anak ketiganya Satima lantas menerima surat cerai yang telah diputus oleh Pengadilan Agama Kota Surabaya.

"Loh, saya kaget waktu itu, saya gak bisa baca tulis ko tiba-tiba dikasih tahu kalau saya sudah dicerai sama suami saya. Sudah tidak menafkahi saya dan anak saya," ungkapnya sembari tertunduk sedih.

 

Sempat Dilaporkan ke Polisi 

Selama ini Satimah hanya meminta tanggung jawab mantan suaminya yang tengah lupa dalam tanggung jawabnya sebagai seorang ayah yang memiliki tiga anak. Satimah menyebut jika mantan suaminya tidak pernah memberikan nafkah kepada anaknya.

"Tidak pernah, hanya beberapa kali setelah dilaporkan ke pihak Polsek Semampir. Di sana saya buat perjanjian dengan Saleh (mantan suaminya) jika ia sanggup untuk menafkahi anaknya sebesar satu juta tiap bulan. Tapi itu cuman beberapa kali dan tidak sampai satu juta jumlahnya," paparnya.

Atas kejadian tersebut ia bingung harus mencari peradilan ke mana untuk ketiga anaknya yang terlantar, ia masih menunggu dan berharap tanggung jawab mantan suaminya yang telah menceraikannya.

"Penghasilan saya tidak nentu, sehari hanya 5 ribu sampai 15 ribu. Itu kalau beruntung. Sementara susu anak saya yang kecil harus saya carikan tiap harinya," ujar Satimah.

Sementara itu, praktisi Hukum Ahmad Faisal Prawata mengatakan jika kasus ini harusnya tidak terjadi, ia menilai terdapat kejanggalan hingga terbitnya Akta Cerai dari Pengadilan Agama Kota Surabaya. 

"Ada kesalahan penerbitan surat yang harus dituntut dari awal hingga menyebabkan terjadinya penelantaran anak yang dirasa cukup merugikan, hingga menerbitkan Surat Keterangan Tidak Ada di Tempat atau istilah umunya Ghaib," ungkapnya.

Istilah ghaib itu muncul terkait gugatan cerai, di mana salah satu pasangan yang mengajukan gugatan cerai tidak diketahui keberadaannya (gaib).

Dimana sampai dengan diajukannya gugatan tersebut, alamat maupun keberadaan suaminya tidak jelas (tidak diketahui). “Intinya, sidang gaib itu diajukan di Pengadilan Agama,” pungkasnya. fm/cr2/rmc

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…