APD Kabupaten Blitar akan Surati Presiden

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Humas APD Tugas ketika ikuti Musrenbang duduk bersama Ketua DPRD Kab Blitar Suwito. SP/Hadi Lestariono
Humas APD Tugas ketika ikuti Musrenbang duduk bersama Ketua DPRD Kab Blitar Suwito. SP/Hadi Lestariono

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Musrembang merupakan kepentingan untuk prioritas pembangunan desa. Musrenbang (Musyawarah rencana pembangunan) diawali dari musyawarah terkecil yang diawali dari musyawarah Dusun meningkat ke musyawarah Desa, berlanjut di Kecamatan lalu tingkat pemerintahan Kota atau pemerintahan Kabupaten, jika sudah sampai Kabupaten berarti itulah prioritas pembangunan atau rancangan kerja pembangunan daerah (RKPD) lalu ditingkatkan ke APBD yang sudah final lewat perjalanan musyawarah yang panjang, terang Tugas Nanggolo selaku Humas APD (Asosiasi Perangkat Desa) se Kabupaten Blitar.

"Namun kenyataanya timbul keanehan, jika prioritas pembangunan yang sudah diusulkan dari bawah sampai di tingkat Kabupaten, di tahun pelaksanaanya justru program tersebut hilang musnah." tandas Tugas, Selasa (23/3).

Masih keterangan Tugas menyampaikan, hal inilah yang di keluhkan para Kepala Desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa ( APD ) se Kabupaten Blitar hingga sampai di gelarnya Hearing dengan DPRD Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu .

Tugas Nanggolo Yudo Dili Prasetiono yang merupakan Kades Karangsono ini, mengungkapkan kami Kepala Desa yang tergabung di APD sudah menahan permasahan hilangnya hasil Musrembang ini sudah bertahun tahun, untuk itu kami sudah membahas terkait hal tersebut karena keluhan ini merata di setiap wilayah Kecamatan di Kabupaten Blitar.

"Contoh nyatanya kalau musrembang yang kacau seperti  hasil musrembang tahun 2016 yang harus di eksekusi di tahun 2017 ini nyata di skup Kabupaten itu prioritas utama, seperti Jembatan di Desa Kaulon  usulan dari tahun 2016 ini lima kali musrembang di prioritas utama di tingkat Kabupaten namun lima kali tahun pelaksanaan Anggaran pun sirna tanpa ada kejelasan atau hilang." Ungkapnya.

Dengan rinci Humas APD sekaligus Kepala Desa Karangsono Kab.Blitar ini secara rinci beberkan penelusuran sejak dari Bappeda, guna minta keterangan, namun jawabnya dari pihak Bapeda diperoleh keterangan  bahwa Dewanlah  yang mencoret dan Menggantinya program tersebut menjadi paket Pokok pokok pikiran (POKIR) mereka.

Di singgung mengapa persoalan Musrenbang ini baru sekarang di keluhkan,  menurut Bagas sebagai juru bicara APD menjelaskan bahwa Musrenbang ini adalah program Pemerintah dan dilindungi UU hal ini untuk  menuju ke RKPD dan APBD, tetapi seakan akan ini tidak dijadikan suatu momen yang penting bagi mereka, dan di ganti program kepentingan pribadi,  kenapa baru  sekarang dibahas, menurutnya  mungkin saat ini teman teman APD sangat kompak, Bagas juga menambahkan dalam waktu dekat APD akan berkirim surat Kepada Bupati, Gubernur Jawa Timur sampai  Presiden, memohon  program Musrembang agar di hapus karena percuma ini hanya terkesan Abal Abal.

"Ini hanya untuk pemborosan Anggaran hanya untuk menyenangkan hati  para Kades di awal tahun toh akhirnya kita kita di Dzholimi," kata Tugas.

Perlu di ketahui Kabupaten Blitar, untuk Dana APBD ada sekitar Rp 2,3 Triliun, bahkan Tugas sambil merinci pos pos  pembangunan, sementara untuk Sekretariat Dewan untuk kegiatan operasional Dewan itu juga jelas, namun mereka masih mencari cari dari dana yang diletakkan di Dinas dinas lain. Belum lagi tentang visi misi Bupati dan wakil bupati, saya juga mendengar akan adanya refocusing anggaran untuk mewujudkan kepentingan mereka yang kami nilai sangat berlebihan, pungkas Tugas saat ditemui di kantornya. Les

Berita Terbaru

Raih Peringkat I Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal Rp2 Miliar

Raih Peringkat I Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Mojokerto Terima Insentif Fiskal Rp2 Miliar

Sabtu, 29 Agu 2026 08:14 WIB

Sabtu, 29 Agu 2026 08:14 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Konsistensi Pemerintah Kota Mojokerto dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan kembali mendapat p…

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua mantan Direktur Perumda BPR Bank Daerah Kota Madiun, Sugeng Mukti Wibowo (SMW) dan Ahmadu Malik Dana Logistia (AD), mem…

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi simbolis bertajuk “Mentirakati …

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pameran kebutuhan ibu, bayi, dan anak, Willow Baby Expo (Wilbex) kembali digelar di Surabaya. Memasuki penyelenggaraan 2026, Wilbex V…

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek Suwarti berusia 70 tahun warga Kel. Beru, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, tadi jelang Sholat Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul…

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Majelis Pemberdayaan Indonesia resmi digaungkan sebagai langkah strategis memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mengatasi persoalan…