Musim Paceklik, Nelayan Alih Profesi, Pemerintah Harus Turun Tangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Para nelayan saat melaut/.SP/SAMMY MANTOLAS
Para nelayan saat melaut/.SP/SAMMY MANTOLAS

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Musim paceklik bagi nelayan merupakan musim yang penuh dengan bencana bagi profesinya. 

Adanya angin barat yang berimplikasi pada cuaca ekstrem di laut membuat para nelayan memilih untuk tidak melaut. Musim ini biasanya terjadi antara rentan bulan Desember hingga April. 

Ketua Forum Masyarakat Kelautan, Maritim dan Perikanan Oki Lukito menjelaskan, sepanjang musim paceklik berlangsung, mayoritas nelayan memilih untuk beralih profesi. 

"Masa-masa itu menjadi sangat sulit bagi mereka, sehingga mereka beralih profesi. Ada yang jadi kuli bangunan," kata Oki Lukito kepada Surabaya Pagi, Kamis (25/03/2021).

Tak tanggung-tanggung, jumlah nelayan yang beralih profesi sendiri mencapai hingga 11 ribu orang. Kebanyakan adalah nelayan pasongsongan asal Sumenep, Madura. 

"Bisa 2 bis, 3 bis, itu ke Jakarta untuk jadi kuli bangunan. Kalau Surabaya itu sekitar 1000 sampai 2000. Tapi kalau sudah pasosongan itu banyak, bisa 11 ribuan," katanya.

Menurut pria yang juga Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Pengusaha Pelayaran Rakyat (Pelra) Jawa Timur dan Bali, seharusnya pemerintah mulai dari pusat hingga ke daerah harus hadir dalam menyelesaikan persoalan para nelayan ini.

"Dari dulu sampai sekarang persoalan itu tidak pernah teratasi. Mereka selama nganggur itu dikasih apa sama pemerintah," ucapnya

Seharus kata Oki, pemerintah menciptakan regulasi guna menyejahtrakan para nelayan tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan pemberdayaan berupa budidaya ikan.

Tujuannya agar, para nelayan tersebut memliki penghasilan tambahan yang itu berhubungan langsung dengan profesinya melaut.

"Dikasih budidaya-budidaya kerapu, budidaya lobster. Kan mereka seharusnya diberdayakan, difasilitasi untuk budidaya,  sehingga mereka tidak merubah profesinya," tegasnya

Untuk memulai rencana tersebut, harus ada itikad baik atau good will dan kesadaran akan darurat paceklik bagi nelayan. Sinergitas pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan pemerintah provinsi maupun kota dan kabupaten dianggap sangat penting dilakukan.

Pemerintah harus fokus ke masa panceklik ini. Menjadi fokus tanggap darurat. Harus ada kebijakan yang good will, apalagi untuk nelayan pasongsongan Madura," katanya.sem

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…