Bermodal Rp 150 Ribu, Iqbal Jabbar Sukses Berbisnis Makanan Kejuin

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Salah satu menu di ‘Kejuin’ milik Iqbal Jabbar. SP/ BDN
Salah satu menu di ‘Kejuin’ milik Iqbal Jabbar. SP/ BDN

i

SURABAYAPAGI.com, Bandung - Iqbal Jabbar yang saat itu selalu dikejar-kejar debt collector karena bisnis rotan milik sang ayahnya pada 2016 lalu bangkrut dan meninggalkan utang miliaran rupiah. Hingga akhirnya, keluarga tersebut menggunakan asetnya untuk menutupi utang. Kemudian, mereka memutuskan pindah ke Bandung dengan dana seadanya serta beberapa produk rotan produksinya. Yakni 2 set kursi tamu, 1 meja makan, dan satu tempat tidur.

Iqbal kemudian diterima di Biologi Universitas Padjadjaran (Unpad). Untuk kebutuhan kuliah, ia mendapat beasiswa. Sedangkan kebutuhan sehari-hari, ia jualan kosmetik. “Selama satu tahun saya jualan Oriflame. Saya juga terpaksa ikut beauty class agar bisa jelasin produk yang saya jual,” ucapnya, dikutip Selasa, (30/3/2021).

Di tahun 2010 bisninya pun berkembang, ia memiliki toko di Pasar Baru, Bandung. Satu tahun kemudian ia memiliki 5 toko di beberapa titik di Kota Bandung. “Omzet tiap toko berbeda, ada yang Rp 5 juta per hari, ada pula yang Rp 1 juta,” tuturnya.

Tokonya agak terbengkalai saat ia diterima kerja di sebuah bank BUMN. Dua tokonya pun tutup selama 4 tahun ia kerja di bank tersebut. Ditambah bisnis fashion memang sedang tidak bagus. Kemudian ada yang menggelitik dalam dirinya, bahwa ia ingin meninggalkan riba. Ia kemudian mengundurkan diri dari BUMN tersebut dan harus membayar pinalti sebesar Rp 25 juta.

Tak berapa lama, sekitar tahun 2016, karena kurang cermat perhitungan, omzetnya terus menurun. Ia bisa saja memperjuangkan bisnisnya, namun ia bersiteguh untuk meninggalkan bisnis yang menggunakan transaksi riba, sehingga ia memutuskan untuk menutup tokonya. “Saat itu saya hanya punya sisa barang (pakaian) dan uang Rp 150.000,” tuturnya.

Pria kelahiran Bandung, 2 Desember 1988 ini pun menggunakan uang tersebut untuk bisnis makanan bernama “Kejuin” di depan rumahnya tahun 2016. Ide ini ditentang keluarganya. Meski ditentang, ia tetap memulainya. Dana Rp 150.000 miliknya menjadi 5 bento, 4 nasi rame (campuran nasi, chicken katsu, telur, dibubuhi keju mozarella).

Hari demi hari bisnisnya terus berkembang. Padahal posisi rumahnya ada di sudut dan tidak memiliki tetangga. Hingga memasuki 2018, ia memiliki cabang berupa kedai besar di kawasan Gasibu Bandung. Omzetnya pun tak main-main, lebih dari Rp 90 juta per bulan atau mencapai miliaran per tahun. Omzet itu di luar bisnisnya yang lain berupa rental mobil dan toko kelapa. Bahkan dalam waktu dekat, ia akan membuka cabang ketiga.

Rahasia lainnya adalah terus berinovasi dalam produk, jujur, dan memberikan yang terbaik. Misal, ia tidak pernah menstok bahan baku, karena ia ingin memberikan sesuatu yang fresh pada pelanggannya. Untuk itu, ia berpesan kepada siapapun yang ingin memulai bisnis, “Jangan menjadikan modal sebagai hambatan. Yang terpenting, mulai saja terlebih dahulu,” ujarnya. Dsy1

Berita Terbaru

Lewat Posyandu ILP, Pemkot Kediri Perkuat Pendampingan Kesehatan Lansia

Lewat Posyandu ILP, Pemkot Kediri Perkuat Pendampingan Kesehatan Lansia

Selasa, 22 Sep 2026 12:17 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebagai upaya mendekatkan layanan pemeriksaan, skrining, dan tindak lanjut kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot)…

Tindaklanjuti RUU Ketenagakerjaan, Pemkab Lumajang Perkuat Dialog Pekerja-Pengusaha

Tindaklanjuti RUU Ketenagakerjaan, Pemkab Lumajang Perkuat Dialog Pekerja-Pengusaha

Selasa, 22 Sep 2026 11:53 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pelindungan Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Perluas Cakupan, Satgas MBG Petakan Ketimpangan Jumlah Dapur SPPG di Tulungagung

Perluas Cakupan, Satgas MBG Petakan Ketimpangan Jumlah Dapur SPPG di Tulungagung

Selasa, 22 Sep 2026 11:46 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebagai upaya dalam memperluas cakupan layanan program MBG kepada sasaran penerima manfaat, Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG)…

Jelang Pilkada 2029, Pemkab Madiun Usulkan Dana Cadangan Rp60 Miliar

Jelang Pilkada 2029, Pemkab Madiun Usulkan Dana Cadangan Rp60 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 11:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat tahun 2029, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, telah mengusulkan…

Antisipasi Banjir di Wilayah Rawan, Pemkab Sidoarjo Normalisasi Delapan Sungai

Antisipasi Banjir di Wilayah Rawan, Pemkab Sidoarjo Normalisasi Delapan Sungai

Selasa, 22 Sep 2026 11:17 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam mengantisipasi potensi di musim penghujan yang kerap melanda kedua wilayah rawan banjir, Pemerintah Kabupaten…

Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gencarkan Pelatihan Singkat Berbasis Industri

Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gencarkan Pelatihan Singkat Berbasis Industri

Selasa, 22 Sep 2026 10:57 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Demi menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar pelatihan singkat berbasis penempatan industri.…