Berawal Trauma Dikeroyok, Yuliana Juarai Dunia Pencak Silat Junior

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Yuliana tengah berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar. SP/ SBY
Yuliana tengah berlatih di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Yuliana merupakan juara dunia Pencak Silat Junior 2018 di Songkhla, Thailand, pada bulan April lalu. Ketertarikan Yuliana menekuni olahraga pencak silat, bagi Yuliana, berawal dari trauma. Atlet asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), ini dulu kerap dikejar dan dikeroyok kakak kelasnya sewaktu masih duduk di tingkat sekolah dasar (SD).

Dari keinginannya hanya untuk membela diri, dia justru akhirnya mengikuti sejumlah kejuaraan silat. Ini tak lepas dari dorongan guru yang pertama kali melatihnya yang bernama Pak Masahnun. Kejuaraan pertamanya adalah Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (OS2N) tingkat Kabupaten, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi pada tahun 2015.

Yuliana meraih juara pertama. Ketika itulah, dia mulai dilirik oleh pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) NTB yang berpusat di Lapangan Lawata, Kota Mataram, termasuk asrama para atlet juga di tempat itu. Para guru di SMP 2 Kuripan awalnya tak mau melepas Yuli untuk digodok dan dilatih di PPLP dengan pelatih berpengalaman.

Sebagai anak sulung, Yuliana harus tetap semangat. Dia pun memantapkan diri untuk tinggal di asrama PPLP. “Dia juga satu angkatan dengan Zohri. Sama-sama masuknya di PPLP sama Zohri hanya nasibnya yang tidak seberuntung Zohri kalau kondisi kehidupannya sama. Mereka sama-sama anak yatim, ayahnya Yuli meninggal sejak usianya 3 tahun,” kata Salabi, Pelatih PPLP khusus pencak silat, dikutip Selasa (30/3/2021).

Yuli menuturkan, ayahnya, Sahdi (47), meninggal dalam kecelakaan saat mengojek. Ketika itu, usianya masih 3 tahun. Untuk menghidupi dia dan adiknya, sang ibu, Sumaini (45), sehari-hari berjualan pelecing di depan rumah. Ibunya lalu menikah lagi dengan ayah tirinya saat ini, Suadi, dan memiliki dua orang adik dari pernikahan kedua ibunya.

“Saya berdoa dalam hati, ya Allah semoga saya juara agar bisa membiayai umrah ibu dan ayahnya. Saya baru buka sekarang setelah juara, tapi mungkin belum rezeki saya ya. Tetapi saya tak mengejar hadiah berlebih untuk berjuang bagi negeri ini, saya sangat bangga atas apa yang sudah Tuhan berikan,” ungkap Yuliana.

Yuliana sempat mengalami cedera di bagian kakinya dan menjalani terapi fisioterapi. Proses ini membuatnya ingin melanjutkan pendidikan ke jurusan fisioterapi Poltekes Surakarta. Biaya juga menjadi pikirannya.

“Dia itu cerdas. Ndak mau hanya menjadi atlet biasa. Dia mau menjadi atlet yang bermanfaat bagi atlet lainnya, juga menjadi ahli fisioterapi karena bagi Yuli banyak atlet yang butuh penanganan cepat yang harus dilakukan oleh mereka yang memahami atlet,” kata Salabi.

Walau berhasil meraih prestasi di ajang internasional, namanya tak tersentuh media hingga saat ini. Dirinya bahkan mengaku jika pulang dari Thailand hanya membawa piala, piagam dan medali saja. Dirinya hidup sederhana dengan orangtuanya. Ibunya membuka warung, sedangkan sang ayah adalah buruh serabutan.

Cita-cita Yuli sebenarnya sederhana, yaitu memberangkatkan kedua orangtuanya umrah. "Itu keinginan mau nabung, mau umrahin orangtua. Sebelum final saya semoga saya menang, saya mau kumpulin uang biar bisa umrahin orangtua," ungkapnya. Dsy5

Berita Terbaru

Tim Mabes TNI Verifikasi KDKMP di Wilayah Kabupaten Blitar

Tim Mabes TNI Verifikasi KDKMP di Wilayah Kabupaten Blitar

Selasa, 20 Okt 2026 15:16 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Rombongan pejabat tinggi dari Markas Besar TNI yang di Komandani Laksamana Muda TNI AL di dampingi  Marsekal Pertama TNI AU Agus …

Sah! Anggota DPRD Jatim Darmawan Sutanto Pimpin Gerindra Ngawi

Sah! Anggota DPRD Jatim Darmawan Sutanto Pimpin Gerindra Ngawi

Selasa, 20 Okt 2026 15:15 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Partai Gerindra mulai mengincar kekuasaan di Kabupaten Ngawi pada Pemilu 2029. Tak hanya membidik kemenangan legislatif, partai…

Talkshow Mojo City Innovation Expo, Perkuat Semangat Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan

Talkshow Mojo City Innovation Expo, Perkuat Semangat Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan

Selasa, 20 Okt 2026 15:11 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Inovasi daerah tidak cukup berhenti pada gagasan, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan dampak bagi m…

Pemkot Mojokerto Sosialisasikan Draft Juknis Pelaksanaan dan Pengendalian Kegiatan

Pemkot Mojokerto Sosialisasikan Draft Juknis Pelaksanaan dan Pengendalian Kegiatan

Selasa, 20 Okt 2026 15:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Bagian Pengadaan Barang/Jasa menggelar Sosialisasi Draft Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan dan…

Kebakaran Arjuno, Pasuruan Siapkan Anggaran Perbaiki Pipa Air Terdampak

Kebakaran Arjuno, Pasuruan Siapkan Anggaran Perbaiki Pipa Air Terdampak

Selasa, 20 Okt 2026 12:54 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Sebagai upaya menindaklanjuti kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan,…

2 Pemotor Jatuh dan Masuk RS Gegara Tumpahan Solar di Jalanan Lamongan

2 Pemotor Jatuh dan Masuk RS Gegara Tumpahan Solar di Jalanan Lamongan

Selasa, 20 Okt 2026 12:54 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 12:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tumpahan solar di Jalan Raya Desa Waruwetan, Kecamatan Pucuk, Lamongan yang diduga berasal dari kebocoran tangki truk itu membuat…