Harga Gabah Basah Petani Trenggalek Anjlok Rp 3.800 per Kilogram

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petani di Kelurahan Kelutan ketika memanen tanaman padinya. SP/ TRG
Petani di Kelurahan Kelutan ketika memanen tanaman padinya. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sejak adanya wabah Covid-19 juga berdampak pada anjloknya harga gabah petani di wilayah Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek. Hal tersebut membuat mayoritas petani mengeluh, karena tidak sebanding dengan biaya proses penanaman padi.

Menurut Ketua Kelompok Tani Jaya Kelutan Suwito, untuk saat ini harga gabah basah turun dikisaran Rp 3.800 perkilogram. Sedangkan untuk harga gabah kering siap giling sekitar Rp 4.800 perkilogram. Sedangkan harga gabah basah tahun sebelumnya berada dikisaran Rp 4.300 perkilogram, sedangkan gabah kering sekitar Rp 5.200 perkilogram.

"Dengan harga gabah segitu, pastinya biaya produksi atau tanam padi tak sebanding dengan harga jualnya," ungkapnya, Senin (5/4/2021).

Penyebab lain diantaranya, pupuk subsidi yang diberikan pemerintah jumlahnya juga terbatas. Sehingga mau tidak mau petani harus membeli pupuk non subsidi, dan pasti harganya sangat mahal.

Selain itu dalam penghitungan ini tidak ada biaya pemeliharaan oleh pemilih lahan. Sehingga dimungkinkan dengan keuntungan tersebut petani malah rugi. Dari situ, petani tidak berharap banyak yaitu harga gabah sesuai dengan biaya perawatan.

"Jadi tiap bulan kami hanya mendapatkan dana ganti keringan sekitar Rp 200 ribu. Padahal proses perawatan setiap harinya harus melakukan pengecekan untuk kondisi tanaman," jelasnya. Dsy16

 

Berita Terbaru

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Terdakwa Fu Liwen Disebut Berperan dalam Klaster Embong Kenongo, Polisi Ungkap Kaitan Jaringan Solo

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Perkara dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang melibatkan sejumlah warga negara asing (WNA) di Surabaya mulai m…

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Rakor Pengawasan Perizinan HOREKA, Ning Ita Dorong Optimalisasi Potensi PAD Kota Mojokerto

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan pengawasan dan monitoring e…

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Enam Jam Lebih Digeledah KPK, Kanwil ATR/BPN Jatim Dijaga Brimob Bersenjata Lengkap

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menggeledah Kantor Wilayah (Kanwil) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional …

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

15 Warga Datangi Perumda Pasar Joyoboyo, Ajukan Permohonan Sewa Kios! Siap Ganti Pedagang Nakal

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sekitar 15 calon pedagang mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Kamis (24/9). Mereka ingin menyewa kios atau los…

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

2.500 Personel Disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 di Madiun Kota

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Sebanyak 2.500 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait disiagakan dalam Operasi Aman Mataraman Semeru 2026 untuk m…

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

KPK Telusuri Aset Maidi, Jemakir Ditanya Soal Alfamart 

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

Kamis, 24 Sep 2026 15:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aset milik Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Dalam pemeriksaan ter…